<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832</id><updated>2011-04-21T20:09:27.010+02:00</updated><title type='text'>INI ADALAH FAKTA</title><subtitle type='html'>Tahukah anda...???</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-6653766589658071638</id><published>2008-10-18T07:29:00.000+02:00</published><updated>2008-10-18T07:30:44.651+02:00</updated><title type='text'>Dahlan Iskan: Definisi Uang yang Kian Panjang</title><content type='html'>Apakah uang? Menurut orang biasa seperti saya, definisi itu sederhana sekali: uang adalah alat pembayaran untuk membeli barang atau mendapatkan jasa. Titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di mata orang-orang tertentu, definisi uang seperti itu tidak cukup. Harus ditambah sesuai dengan kepentingan masing-masing:&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang takut miskin, uang adalah juga alat untuk menumpuk kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang takut menjadi rakyat biasa, uang adalah alat untuk membeli jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang punya utang, uang adalah alat untuk menunda pembayaran tagihan (lewat cek mundur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang takut neraka, uang adalah alat untuk mencari pahala (bayar zakat fitrah pun sudah tidak perlu lagi dengan beras).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang takut masuk surga, uang adalah alat untuk menipu (misalnya dengan cek kosong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang miskin, uang adalah alat untuk memproduksi mimpi...(Dulu, saya pernah bermimpi diberi uang Rp 100 saat berlebaran ke rumah keluarga yang kaya, tapi uang itu direbut oleh kakak saya. Saya langsung menangis bukan hanya dalam mimpi, tapi sampai setelah bangun. Saya begitu ingin mimpi lagi tanpa diganggu kakak saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga penting, uang adalah sesuatu yang bisa hilang. Hanya cara hilangnya yang berbeda-beda dan cara menangisinya yang juga tidak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, dari pengalaman krisis keuangan ini, uang adalah bukan uang. Tepatnya, uang adalah sekadar angka-angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, banyak sekali orang yang dalam krisis sekarang ini merasa kehilangan uang sampai puluhan miliar, tapi mereka tidak pernah mengalami kesulitan untuk membeli makan, pakaian, keperluan rumah, bepergian ke luar negeri, dan seterusnya. Makannya juga masih di restoran mahal, kalau bepergian masih tidur di hotel bintang lima, masih beli tas LV, dan masih ke Makau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, orang-orang itu sebenarnya tidak kehilangan uang. Seandainya uang tersebut tidak hilang di mesin derivatif pun, toh tidak akan digunakan untuk membeli apa-apa. Tidak sekarang, bahkan tidak juga sepuluh tahun lagi. Bahkan sampai meninggal pun tidak akan pernah menggunakannya untuk membeli beras. Apakah yang demikian itu masih bisa disebut uang? Meski nilainya sampai puluhan miliar, rasanya nilai uang itu hanya sama dengan uang Rp 100 yang saya (mimpikan) terima dari keluarga kaya saat Lebaran itu: memilikinya hanya di angan-angan dan hilangnya juga di angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hilang itu bukan "uang" yang akan dibelikan rumah mewah yang bisa membuatnya lebih bergengsi -karena memang sudah punya rumah seperti itu, atau yang akan dibelikan jas tuxedo yang bisa membuatnya lebih ganteng -karena jasnya sudah berlemari-lemari, atau yang akan dibelikan kalung mutiara yang bisa membuatnya cantik -karena berliannya sudah tak terhingga. Maka, yang hilang itu sebenarnya bukan uang. Itu hanya angka-angka. Seperti saya dulu kehilangan angka-angka dalam rapot SD saya -karena tintanya luntur oleh tetesan air hujan yang bocor melalui genteng yang tidak dilapisi plafon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang yang tidak ikut main angka-angka derivatif tidak perlu ikut menangis. Kecuali menangis dalam angan-angan. Bekerjalah seperti biasa, carilah uang, dan kalau sudah dapat, belikan sesuatu yang diperlukan. Lalu, bekerja lagi. Bekerjalah sungguh-sungguh -karena tidak ada orang yang bekerja hanya di angan-angan. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-6653766589658071638?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/6653766589658071638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=6653766589658071638' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6653766589658071638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6653766589658071638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/10/dahlan-iskan-definisi-uang-yang-kian.html' title='Dahlan Iskan: Definisi Uang yang Kian Panjang'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-1410544270141584882</id><published>2008-10-16T08:06:00.000+02:00</published><updated>2008-10-16T08:07:13.271+02:00</updated><title type='text'>Dahlan Iskan : Mengapa Tidak Langsung Bangkit</title><content type='html'>Ketika sepak bola Inggris kalah di Piala Dunia tahun lalu, siapa yang harus disalahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Margaret Thatcher!'' teriak seorang politikus di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, apa hubungan sepak bola dengan wanita yang sudah sangat tua itu? ''Waktu dia menjadi perdana menteri, subsidi susu untuk murid SD dikurangi. Akibatnya, tulang pemain Inggris banyak yang patah. Pemain sepak bola yang ikut Piala Dunia itu masih SD saat Thatcher menjadi perdana menteri," tambahnya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapa yang harus disalahkan atas terjadinya krisis keuangan di Amerika dan dunia saat ini? ''Al Khawarizmi!" Apa hubungan krisis zaman ini dengan tokoh yang hidup di zaman kuno itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang menemukan logaritma dan matematika. Gara-gara ilmu matematika itulah, belakangan ini muncul satu jenis produk bank yang disebut derivatif. Tanpa ilmu matematika tidak mungkin ada derivatif (bahasa Mandarinnya...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ada yang bilang bahwa penyebab sebenarnya adalah orang Mesir atau Tiongkok. Orang Mesirlah yang menemukan matematika dengan geometrinya saat mendirikan piramida. Atau, barangkali karena orang Tiongkok menemukan sipoa yang menjadi awal ilmu matematika-aritmatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, jangan-jangan yang salah adalah Al Jabr karena dialah yang menciptakan angka. Mungkin juga kita bisa menyalahkan Girolamo Cardano yang pada tahun 1500-an menemukan teori probabilitas (ilmu peluang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah rumus yang saya sertakan di tulisan ini. Itulah wujudnya kalau ilmu matematika, geometri, aritmatika, statistik, dan probabilitas dimasak menjadi satu. Lalu ditambahi bumbu rakus. Kokinya para banker dan pelaku pasar modal. Maka, jadilah masakan siap saji yang disebut ''model''. Model itu lantas menjadi software. Lalu, dianggap sebagai ilmu kebenaran. Semua pemain derivatif menggunakan ''software model'' derivatif itu untuk membenarkan hitungan bahwa uang yang hari itu nilainya 1 juta, lima tahun atau 10 tahun yang akan datang bisa menjadi, misalnya, 100 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Anda punya uang Rp 1 juta, lalu ditawari untuk ikut derivatif, tentu Anda akan bertanya bagaimana caranya kok uang tersebut bisa tumbuh begitu menggiurkan? Lalu, operator derivatif akan menyodorkan rumus yang ruwet itu. Sanggupkah Anda memahami rumus itu? Yang menjelaskan sendiri bisa jadi tidak bisa benar-benar memahami. Mereka bisa langsung minta bantuan komputer untuk ''memprosesnya'': Rp 1 juta x model + enter. Keluarlah angka Rp 100 miliar di laptop. Masalahnya, semua pilihan model adalah yang asumsinya baik. Tidak pernah diciptakan model yang didasarkan asumsi sebaliknya. Maka, tidak ada Rp 1 juta x model + enter = hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski semua pihak kini sudah tahu bahwa penyebab krisis ini adalah derivatif, akan diapakan ''binatang'' itu masih belum ada pembicaraan. Melarangnya sama sekali kelihatannya sulit, mengingat sudah dibuktikan bahwa dengan derivatif hidup ini bisa lebih hidup. Tapi juga sudah dibuktikan bahwa derivatif membuat kekacauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kelak derivatif cukup dibatasi, akan menjadi perdebatan seru pembatasan itu sampai pada derivatif keturunan berapa. Sekarang ini derivatif mungkin sudah sampai 13 keturunan. Nah, apakah akan dibatasi sampai lima keturunan saja? Misalnya, swaps masih diperbolehkan. Tapi, anaknya, CDS (credit default swaps), mungkin sudah tidak boleh. Apalagi cucunya yang bernama credit default option, atau cicitnya yang disebut credit default swaption, atau cicit-cicit berikutnya lagi. Saya kira, sekian keturunan dari derivatif pasti akan dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kebangkitan hari pertama pasar modal Senin lalu tidak langsung diikuti oleh kebangkitan lebih lanjut di hari-hari berikutnya, antara lain karena soal yang mendasari krisis itu sendiri belum diselesaikan. Semua memang masih sibuk melakukan PPPK (pertolongan pertama pada kecelakaan). Yang penting pasar modal dan perbankan selamat dulu. Terutama perbankan. Usaha ini kelihatannya berhasil. Namun, untuk bisa memulihkan ke keadaan semula, tentu masih harus menunggu diselesaikannya pengaturan derivatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengatur derivatif itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini tidak ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis yang menyangkut USD 600 triliun ini (bandingkan dengan GDP Amerika yang hanya USD 15 triliun) diatur oleh pelaku derivatif itu sendiri. Mereka membentuk persatuan pelaku derivatif. Namanya Asosiasi Swaps dan Derivatif Internasional. Asosiasi itulah yang mengatur segala sesuatu tentang bisnis ini. Mulai aturannya hingga format-format kontraknya. Tidak ada pemerintah mana pun yang mampu mencampurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, korban derivatif ini luar biasa banyaknya. Mulai perorangan, perusahaan, hingga lembaga keuangan sendiri. Termasuk yang menjadi berita besar awal tahun ini: Societe General rugi USD 7,2 miliar juga oleh derivatif. Bahkan, beberapa tahun lalu sebuah pemda di Amerika, kabupaten terkenal di California bernama Orange County, juga menyatakan diri bankrut sebagai korban derivatif. Di sana pemda memang diperbolehkan mengeluarkan obligasi untuk pembangunan daerahnya. Tapi, dalam kasus Orange County ini, dana daerah dimainkan di derivatif. Kalau berhasil sih, 30 persen APBD-nya akan datang dari hasil derivatif itu. Tapi, bendaharawan kota itu salah hitung. Lalu, kota itu pun dinyatakan bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang kira-kira akan ambil inisiatif untuk mengatur semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah AS? Bukan urusannya. Bank Dunia? Bukan bidangnya. Bank sentral masing-masing negara? Juga bukan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penemu logaritma, geometri, aritmatika, Al Khawarizmi, Al Jabr, Girolamo Cardano, barangkali, harus bangkit dulu dari kubur mereka untuk merundingkannya. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-1410544270141584882?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/1410544270141584882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=1410544270141584882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1410544270141584882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1410544270141584882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/10/dahlan-iskan-mengapa-tidak-langsung.html' title='Dahlan Iskan : Mengapa Tidak Langsung Bangkit'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-6264850479419069226</id><published>2008-10-14T02:41:00.000+02:00</published><updated>2008-10-14T02:42:24.916+02:00</updated><title type='text'>Dahlan Iskan : Benar-Benar Senin yang Melegakan</title><content type='html'>DUA jam kemarin pagi adalah dua jam yang paling menegangkan bagi siapa pun yang tidak menginginkan Indonesia terseret dalam krisis keuangan dunia. Senin kemarin menjadi hari yang penuh harap-harap cemas, karena merupakan hari kerja pertama setelah libur lima hari (bagi bursa saham) dan libur dua hari bagi bank nasional.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak malam sebelumnya, dua pertanyaan besar terus mencemaskan: 1). Apakah ketika bank mulai buka pada pukul 08.00 terjadi rush atau tidak? 2). Ketika bursa saham mulai buka, terjadi kemerosotan indeks secara drastis atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja terjadi rush, kacaulah perekonomian kita. Demikian juga, kalau terjadi guncangan besar di lantai bursa, paniklah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua-duanya sangat melegakan. Begitu melewati pukul 10.00 WIB kemarin semua orang seperti bernapas panjang -lega. Semua bank aman dari gejala rush. Lantai bursa juga hanya turun beberapa puluh poin, lalu menguat di sore hari dan ditutup dengan posisi positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar saham dan pasar Tanah Abang ternyata tidak perlu harus dikorbankan salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus berterima kasih atas kesigapan dan keseriusan pemerintah menjaga perekonomian dari imbas krisis di Amerika. Saya dengar tim ekonomi, termasuk tim pasar modal, harus sudah bekerja pukul lima pagi dan baru pulang tengah malam. Tapi, memang itulah yang harus dikerjakan agar selamat dari badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, penjaminan terhadap bank jauh melebihi yang diinginkan banyak orang. Saya hanya mengusulkan bahwa yang penting ada. Ini pun sekadar untuk menenteramkan masyarakat. Sebab, jaminan itu pada kenyataannya tidak akan dipakai. Para pengusaha memang minta jaminan sampai Rp 1 miliar. Menurut saya, itu sudah sangat tinggi. Pemerintah ternyata justru menjamin sampai Rp 2 miliar. Sekali lagi, Rp 1 miliar atau Rp 10 miliar toh hanya jaminan. Di sini pemerintah sangat "cerdas" menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aman dari bahaya rush, perbankan memang masih perlu satu senjata lagi: likuiditas. Kini saatnya bank perlu diberi pinjaman. Tentu pinjaman yang sifatnya hanya untuk menggantikan sumber dana "satu malam". Dana "satu malam" itu biasanya mereka atasi sendiri dengan apa yang disebut "pinjaman antarbank". Setiap sore bank selalu tutup buku. Dari sini akan diketahui mana bank yang "kalah kliring" dan mana yang "surplus". Yang kalah kliring biasanya meminjam uang ke bank yang surplus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dalam keadaan krisis dunia, semua bank hanya memikirkan dirinya sendiri. Bukan hanya bank, setiap perusahaan harus mengambil sikap aman untuk dirinya sendiri dulu. Bahkan, perorangan pun akan mengambil sikap serupa. Maka dalam situasi seperti ini sama sekali jangan berusaha mencari pinjaman. Semua orang, semua pihak "mengunci" pintu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan? Sampai rasa saling percaya itu tumbuh kembali. Selama masa saling tidak percaya itulah pemerintah diminta menjadi "terminal terakhir". Di bidang ini pun langkah pemerintah sangat memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang bursa, ada dua kiat penting yang dilakukan otoritas bursa. Menjelang dibuka kemarin, apa yang selama ini disebut "pre opening market" ditiadakan. Kapan diperbolehkan lagi masih belum diputuskan. Masih harus menunggu situasi menjadi stabil dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pre opening market itu memang bisa mengguncangkan. Waktu pre opening market hanya sekitar lima menit sebelum bursa dibuka. Di situlah dilakukan negosiasi pembelian dan penjualan secara blok (pembelian saham dalam jumlah besar). Pelakunya biasanya para broker saham, baik yang terafiliasi dengan emiten maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan pre opening market adalah tidak terbukanya harga saham, justru sebelum pasar dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua yang juga hebat adalah ditindaknya pelaku short selling yang gagal serah atau gagal bayar. Short selling dalam praktiknya adalah menjual saham di pagi hari lalu membelinya kembali di sore hari. Atau sebaliknya. Praktik itu sendiri sampai sekarang secara legal masih sah, tapi akan menjadi pelanggaran kalau ternyata pelakunya gagal menyerahkan saham atau gagal membayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin kemarin benar-benar hari yang melegakan dan memberi harapan. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-6264850479419069226?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/6264850479419069226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=6264850479419069226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6264850479419069226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6264850479419069226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/10/dahlan-iskan-benar-benar-senin-yang.html' title='Dahlan Iskan : Benar-Benar Senin yang Melegakan'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-4459484776271222103</id><published>2008-10-11T10:03:00.000+02:00</published><updated>2008-10-11T10:04:22.867+02:00</updated><title type='text'>Cito! Cepat Selamatkan Dulu Bank!</title><content type='html'>Oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh negara industri terbesar dunia berkumpul hari ini untuk mencari jalan keluar dari krisis moneter yang gawat ini. Tapi, para ahli sangat pesimistis mereka bisa menemukan jalan itu. Sudah begitu banyak masing-masing pemerintah menciptakan paket penyelamatan. Semuanya tidak bisa meredam kemerosotan pasar modal.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita di Indonesia, harapan terbesar adalah jangan sampai unsur-unsur di dalam pemerintah berjalan sendiri-sendiri. Apalagi bertengkar. Kita semua tahu bahwa jumlah ahli ekonomi kita bukan hanya sangat banyak, tapi juga aliran ekonomi mereka berbeda-beda. Mulai dari yang beraliran konservatif sampai yang populis. Belum lagi yang menganut aliran sempalan. Masing-masing punya dasar pemikiran sendiri, merasa benar sendiri, dan saling bersikukuh mempertahankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana krisis seperti ini, satu komando sangat diperlukan. Sampai hari ini, saya cukup bangga karena tidak terjadi perbedaan pendapat di antara elite pemerintah yang sampai mencuat ke media. Memang ada desas-desus tentang siapa yang menginginkan Bank Indonesia harus segera intervensi (untuk menstabilkan rupiah) dan siapa yang menentang. Tapi, tidak menjadi perang di bawah permukaan -apalagi di atasnya. Politisi juga cukup dewasa untuk tidak menjadikan masalah krisis sebagai bahan mencari popularitas. Sebagian mungkin memang karena tidak paham akar persoalannya yang rumit, sebagian karena rakyat juga sudah sangat dewasa. Politisi yang memanfaatkan krisis ini untuk popularitasnya justru akan dicela rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amati rakyat di semua negara memang sangat kompak untuk membela negara masing-masing, lepas apakah pemerintahnya dari partai yang mereka dukung atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, pemerintah pertama-tama harus kompak dalam menyelamatkan sistem perbankan nasional kita. Nasabah dan rakyat harus ditenangkan dengan policy yang jelas dan tegas. Yang terpenting, antara lain, adalah memberikan penjaminan deposito dan tabungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya penjaminan itu tidak akan berbuntut panjang seperti saat krisis dulu. Sebab, perbankan nasional kita sekarang sudah sangat dewasa. Semua negara melakukan langkah ini meski ahli ekonomi yang menganut aliran konservatif tidak akan setuju. Teoretis, sebenarnya tidak perlu ada rush. Tapi, ketidakpercayaan masyarakat pada sistem keuangan hari-hari ini bisa membuat bank yang lagi bersaing saling menyebarkan isu rush. Yang mula-mula hanya isu bisa terjadi sungguhan. Ini sangat membahayakan sistem perbankan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sistem perbankan ambruk, ekonomi akan runtuh. Rakyat akan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor satukan penyelamatan perbankan nasional kita. Gunakan semua dana penjaminan yang selama ini dikumpulkan oleh bank di rekening khusus penjaminan itu. Maksimumkan upaya ini, mumpung ini hari Sabtu. Umumkan pagi ini juga bahwa semua deposito dan tabungan dijamin pemerintah. Jangan terlambat! Kita lagi bersaing dengan kecepatan beredarnya SMS dan telepon seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini persoalan dunia yang kompleksnya bukan main. Perusahaan yang terlibat derivatif lagi bertumbangan. Cobalah kita bayangkan perusahaan yang enam bulan lalu membeli minyak dengan harga USD 130 per barel. Tentu, hari ini, perusahaan tersebut belum menerima minyaknya karena dua hal. Pertama, harga itu memang untuk penyerahan minyak enam bulan kemudian. Kedua, tujuan pembeli minyak itu memang bukan untuk memiliki minyak, tapi hanya untuk menjual "hak" atas minyak itu saja. Yang membeli "hak" itu pun hanya ingin menjual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Yang sudah dapat harga lebih tinggi itu pun masih ingin menjual lagi ke harga yang lebih tinggi. Begitu seterusnya. Minyak yang mungkin berjumlah 1 juta barel itu seolah-olah sudah menjadi 10 juta barel di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triliunan dolar derivatif yang menyangkut minyak ini akan memakan korban luar biasa besar. Sudah akan mengalahkan nilai kredit macet subprime mortgage yang mengawali krisis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu yang lalu, harga minyak tinggal 100 dolar per barel. Anda bayangkan berapa besar kerugian perusahaan yang membeli minyak dengan harga 130 dolar itu. Membelinya pasti dengan kredit. Kini, pasti kreditnya macet. Kredit yang macet bukan sebesar harga 1 juta barel, mungkin sampai lebih 10 juta barel. Sebab, minyak tersebut sudah diderivatifkan: future, hedging, option, equity swap, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dengan harga minyak kemarin menjadi serendah 80 dolar/barel, tingkat kemacetan pasti kian luas lagi. Maka, kinilah saatnya harga minyak akan menjadi normal sewajarnya lagi, sekitar USD 60 atau 70 dolar per barel. Kenapa harga ini normal? Sebab, biaya produksi minyak itu hanya sekitar 35 dolar per barel. Ditambah macam-macam, termasuk mahalnya investasi, jatuhnya sekitar 50 per barel. Maka, laba 30 persen adalah bisnis yang wajar. Tapi, dengan harga minyak 140 dolar per barel dan dengan biaya produksi yang tetap, bisnis ini bisa mencapai laba 300 persen. Kata "rakus" saya kira kurang kasar. Tentu ada yang murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran seperti itulah yang juga terjadi di bisnis jasa keuangan. Semua pedagang di Pintu Kecil Jakarta atau Kembang Jepun di Surabaya tentu tahu bahwa laba normal bisnis jasa itu sekitar 2,5 persen. Mengapa? Bisnis jasa itu tidak perlu modal besar dan risikonya kecil. Wajar kalau labanya lebih kecil. Yang penting volumenya sangat besar dan perputarannya cepat. Memang sesekali bisnis jasa bisa dapat laba 30 persen, tapi sifatnya harus hanya "sesekali". Misalnya kalau pas lagi ada nasib baik. Satu atau dua hari. Setelah itu akan normal lagi ke laba 2,5 persen. Bahkan, kadang, laba 0,5 persen pun sering dijalani asal cash flow-nya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, coba perhatikan perusahaan-perusahaan jasa keuangan dalam 10 tahun terakhir ini. Labanya bisa 30 persen. Bahkan bisa 60 persen! Ini juga rakus. Total sedunia, laba jasa keuangan ini menguasai 40 persen dari laba seluruh sektor usaha. Sedang sektor industri kurang dari 20 persen. Padahal, laba sektor industrilah yang seharusnya lebih tinggi. Sunnatullah-nya harus begitu. Sebab, di sektor industrilah orang harus benar-benar bekerja: tanam modal, membeli bahan baku, menjual bahan jadi, mengurus buruh, dan seterusnya. Benar-benar bekerja mengeluarkan keringat. Bagaimana bisa laba industri kalah oleh laba sektor jasa? Tentu ada yang murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia secara alamiah akan kembali ke situasi 12 atau 15 tahun yang lalu. Bagi kita, 12 tahun yang lalu tidak terlalu jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal sistem perbankan kita diselamatkan lebih dulu! Hari ini juga! Ibarat seorang dokter yang kedatangan pasien gawat, sang dokter akan langsung menulis di resepnya: cito! Bukan main urgennya. Seumpama di apotek ada antrean panjang pun, pemegang resep cito! harus langsung dilayani dulu. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-4459484776271222103?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/4459484776271222103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=4459484776271222103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4459484776271222103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4459484776271222103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/10/cito-cepat-selamatkan-dulu-bank.html' title='Cito! Cepat Selamatkan Dulu Bank!'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-6086344072116139208</id><published>2008-10-11T03:14:00.000+02:00</published><updated>2008-10-11T03:15:13.478+02:00</updated><title type='text'>Sebuah Kuburan Keruwetan</title><content type='html'>Di kuburan besar itu tidak ada penjelasan siapa yang dimakamkan ramai-ramai di situ. Di tiap batu nisannya hanya tertulis kata-kata begini: penyebab kematiannya adalah keruwetan. Oh, tidak sulit menebak kuburan siapa gerangan itu: Lehman Brothers dan kawan-kawan! Dan, keruwetan yang menyebabkan tewasnya berbagai perusahaan terbesar di dunia itu adalah sebuah urusan yang, menurut Warren Buffett, bernama "racun derivatif".&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun itu terbuat dari ramuan "kecerdasan, gairah, dan kerakusan". Unsur-unsur dalam ramuan itu, misalnya, commercial papers, mortgage-backed securities, short selling, hedging, over the counter, credit default swaps, equity swaps, interest swaps, margin trading, futures, forward, option, dan banyak lagi. Kalau toh bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, arti dari tiap-tiap istilah keuangan itu tetap saja ruwet. Seruwet memahami definisi dan peraturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampangnya: semua itu adalah anak-cucu dari sistem perbankan yang merasa tidak cukup lagi kalau hanya mendapat keuntungan dari menerima tabungan dan memberi pinjaman. Harus diciptakan produk-produk perbankan yang baru. Itulah derivatif. Yang menciptakannya harus cerdas, bergairah, dan rakus. Yang menjalankannya harus bergairah, rakus, dan cerdas. Yang memilikinya tidak harus cerdas, tapi tetap harus rakus dan bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya teman pengusaha besar yang asalnya sangat miskin. Dia lima bersaudara. Saudara tertua kerja mati-matian membanting tulang secara fisik. Sampai harus bertani dan kemudian berkebun sendiri. Lama-lama si sulung itu menjadi pengusaha besar hasil bumi. Dia tidak ingin adiknya tidak sekolah tinggi seperti dirinya. Karena itu, adiknya yang terkecil disekolahkan ke Amerika. Sekolah keuangan. Maksudnya, agar perusahaan keluarga yang dikelola secara tradisional itu kelak bisa jadi perusahaan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bungsu sekolah dengan tekun dan jadi ahli keuangan. Ketika pulang, dia merasa perusahaan yang dirintis kakaknya itu harus dibuat modern. Sistem keuangannya harus secanggih di AS, terutama struktur pendanaannya. Si sulung merasa bodoh dan karena itu menyerahkan saja semuanya kepada si bungsu. Terjadilah krismon. Struktur keuangannya ternyata rapuh. Perusahaan itu mengalami kesulitan yang luar biasa. "Pak Dahlan, gara-gara adik, sekarang saya harus kembali bertani lagi," katanya saat krismon masih berlangsung. Syukurlah kini dia sudah jaya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem keuangan modern memang luar biasa variasinya. Apalagi mendapat dukungan sistem komputer. Perdagangan derivatif kian lama kian membesar. Tentu semuanya di atas kertas, atau di layar komputer. Meski namanya jual-beli, yang berpindah tangan bukan barang atau uang, melainkan angka-angka. Bertukarnya juga sangat kilat. Antarnegara sekalipun bisa secepat kilat. Kalau menanam tebu memerlukan 16 bulan, menanam derivatif hanya dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun lalu, Warren Buffett, sudah mengingatkan secara terbuka bahaya perdagangan derivatif ini. "Derivatif adalah senjata pemusnah masal keuangan," katanya. Waktu itu istilah senjata pemusnah masal lagi top-topnya sebagai alasan Presiden Bush untuk menyerang Iraq dan menangkap Saddam Hussein. "Saya tidak tahu kapan meledak, tapi suatu hari kelak pasti meledak," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derivatif ternyata meledak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warren Buffett adalah orang terkaya di dunia saat ini, mengalahkan Bill Gate. Dialah chairman Berkshire Hathaway yang memiliki bisnis ritel terbesar di dunia: Wal-mart. Dia punya pengalaman pahit membeli perusahaan yang rupanya sudah digelembungkan melalui berbagai perdagangan derivatif. Mau dia jual lagi tidak laku. Maka dia harus membersihkan "lemak dan kolesterol" dari perusahaan itu selama lima tahun dengan kerugian yang sangat besar. Dari situ dia menyimpulkan bahwa derivatif pasti akan meledak jadi bom keuangan. Bahkan, dalam lima tahun setelah dia ucapkan, bom itu sudah lima kali lipat besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subprime (mortgage) ternyata hanya satu bagian kecil dari penyebab kekacauan keuangan sekarang ini. Volume uang yang terkait dengan derivatif ini jauh lebih besar daripada perkiraan semula yang hanya USD 15 triliun. (Dalam rupiah harus ditulis begini: Rp 141.000.000.000.000.000, dengan asumsi kurs Rp 9.400 per dolar AS). Bisa jadi transaksi derivatif ini mencapai USD 516 triliun. Angka ini dikeluarkan oleh "ketuanya" bank-bank sentral seluruh dunia yang disebut Bank of International Settlement (BIS) yang berpusat di Basel, Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar dan ruwetnya, sampai-sampai menurut Buffett, pemerintah mana pun, termasuk USA, tidak bisa lagi mengontrol perdagangan derivatif itu. "Bahkan, hanya untuk memonitor pun sudah tidak mampu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derivatif ini sebenarnya sudah sulit dibedakan dengan perjudian. Dalam perdagangan saham murni, meski ada unsur spekulasinya, masih bisa dianalisis. Tapi, dalam perdagangan derivatif yang bisa menganalisis hanya para pelaku sistem itu. Pemilik uang sulit memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya teman baik yang juga penggemar Formula One. Sukanya keliling dunia. Dan memotret. Dia pernah bekerja keras selama 20 tahun untuk mengumpulkan uang sampai Rp 40 miliar. Uang itu dipercayakan kepada satu bank di Singapura untuk diputar. Masuklah ke mesin derivatif. Dalam hitungan detik, uang itu amblas. Di meja judi pun tidak akan secepat itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ini kebalikan dari Anda," katanya menghibur diri. "Kalau Anda, sakit hati dulu lalu mengeluarkan uang. Kalau saya, mengeluarkan uang dulu, lalu sakit hati," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit orang atau perusahaan yang punya jalan hidup seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak gampang memahami rumus derivatif ini. Saya biasanya menghindar saja, daripada pusing. Kelihatannya memang ndeso, bodoh, dan tidak modern, tapi saya memang benar-benar sulit memahami rumusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, rumus itu ternyata memang tidak pernah ada. Kesalahan pokok sistem derivatif adalah tidak adanya kepastian apakah harga saham, uang, bunga, margin, aset, dan seterusnya itu bisa diperkirakan untuk jangka 3 atau 5 atau 10 tahun. Bahkan, tidak bisa diketahui apakah pasarnya itu memang ada. Artinya, kalau satu saham yang dibeli itu kini harganya Rp 1 juta, lalu diperkirakan 5 tahun lagi menjadi Rp 10 juta, maka pertanyaannya adalah: apakah benar lima tahun kemudian jadi Rp 10 juta? Kalau toh "ya", apakah ada pembelinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kepastian itu memang tidak ada, digunakanlah berbagai asumsi. Sekian banyak asumsi lantas dijadikan satu menjadi "model". Variasi dari gabungan asumsi itu melahirkan berbagai model. Belakangan jadilah "model' itu seperti fakta kebenaran. Yang semula hanya "model" lantas seperti "pasar yang sesungguhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, sebelum transaksi, selalu angka-angkanya dimasukkan begitu saja ke dalam model di komputer. Komputer yang akan menganalisis. Lalu keluarlah angka-angka akhir: berapa harga saham atau uang itu lima tahun ke depan. Nilai itulah yang kemudian dianggap sebagai kekayaan riil saat ini. Termasuk bisa menjualnya atau menjaminkannya untuk pinjam uang. Jaminan itu lantas dijaminkan lagi, dijaminkan lagi, dijaminkan lagi.... Jadilah, pasar derivatif menjadi sebesar USD 516 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa besarnya angka itu bisa dilihat dari data BIS berikut ini. Nilai saham dan bond (surat utang atau obligasi) di seluruh dunia hanyalah USD 100 triliun. Total nilai realestat di seluruh dunia (yang di pasar modal) adalah USD 75 triliun. GDP Amerika adalah USD 15 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan diingat-ingat tulisan ini. Pertama, meski sudah disederhanakan penulisannya, tetap saja ruwet. Kedua, daripada takut sendiri. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-6086344072116139208?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/6086344072116139208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=6086344072116139208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6086344072116139208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6086344072116139208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/10/sebuah-kuburan-keruwetan.html' title='Sebuah Kuburan Keruwetan'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-4962699022310273044</id><published>2008-10-10T16:36:00.000+02:00</published><updated>2008-10-10T16:50:46.952+02:00</updated><title type='text'>Saatnya Indonesia Nyalip di Tikungan</title><content type='html'>Oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat sekali langkah pemerintah Indonesia menghentikan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kemarin. Terlambat sedikit, kita bisa lebih kacau. Inilah saatnya kita mendahulukan nasib bangsa sendiri. Kita tahu, perusahaan asing lagi perlu uang untuk menutup lubang mereka yang dalam di negeri masing-masing. Karena itu, mereka perlu uang cepat. Salah satu caranya adalah menjual apa saja yang dimiliki, termasuk yang di Indonesia. Dan, yang paling cepat bisa dijual adalah saham di bursa.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking banyaknya pihak yang mau menjual saham itulah yang mengakibatkan harga saham jatuh 10 persen kemarin. Mereka berani menjual murah, menjual rugi, asal bisa segera mendapat uang cash. Sebenarnya sekaranglah saatnya membeli kembali saham Indosat, Telkomsel, atau apa pun, tapi kita belum cukup kaya untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutupan sementara bursa itu juga penting untuk mengamankan perusahaan-perusahaan nasional kita. Yakni, perusahaan yang terlibat utang besar di luar negeri yang jaminannya berupa saham. Misalnya, Bumi Resources dan enam perusahaan milik Bakrie Group lainnya. Termasuk kebun sawitnya yang besar. Kalau harga sahamnya terus merosot, nilai jaminan utangnya langsung tidak cukup. Dalam keadaan seperti ini sangat mungkin terjadi hostile take over! Sangat bisa terjadi, tiba-tiba saja tambang batu baranya yang begitu besar disita dan menjadi milik asing. Demikian juga perkebunan sawitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bursa tidak perlu cepat-cepat dibuka kembali. Apalagi, kalau itu hanya karena tekanan asing. Harus dihitung benar untung ruginya bagi kepentingan nasional. Memang Bumi Resources adalah milik Bakrie, tapi batu baranya dari bumi Indonesia (Kaltim). Kita juga berkepentingan mengusahakan Bakrie agar tetap jaya -antara lain agar bisa menuntaskan kasus Lapindo di Sidoarjo. Apalagi, Bakrie pernah jadi contoh perusahaan yang hancur oleh banyaknya utang saat krisis moneter 1997 yang tiba-tiba mampu bangkit menjadi orang terkaya di Indonesia. Jangan sampai kini menjadi korban hostile take over asing akibat tidak mampu membayar utang! Nilai saham Bakrie kini memang tinggal 20 persennya. Sangat mudah bagi asing untuk mengambil secara hostile!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini negara yang paling mempertuhankan pasar bebas pun hanya berpikir menyelamatkan negara masing-masing. Apalagi, negara yang masih miskin seperti kita. Saya cukup bangga atas ketegasan dan kecepatan pemerintah mengambil langkah ini. Penduduk kita cukup besar untuk bisa menjadi pasar kita sendiri. Kita masih bisa menanam jagung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemarin memang baru Rusia dan Indonesia yang mengambil langkah menghentikan perdagangan saham. Islandia (Iceland) sudah lebih dulu membuat keputusan mem-peg mata uangnya ke dolar karena terjun bebas. Kemarin sore WIB, Inggris membuat keputusan yang lebih konsepsional daripada Amerika. Delapan bank raksasa direkapitalisasi Rp 700 triliun dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya, harus menjaga kelangsungan fungsi utama bank, termasuk memberi pinjaman kepada pengusaha yang bergerak di sektor riil. Di dalamnya termasuk bank-bank kelas dunia, seperti HSBC, RBS, dan Standard Chartered. Inggris yang dulu pelopor swastanisasi, kini di arah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini jalan keluar yang tujuannya memulihkan kepercayaan, sekaligus memperkukuh sistem perbankan," ujar Perdana Menteri Gordon Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Brown, dalam mengatasi kesulitan yang begitu serius, jalan keluarnya memang harus komprehensif. Juga harus kreatif dan tidak sekadar dogmatis. Menaikkan suku bunga seperti yang dilakukan Bank Indonesia, menurut saya, termasuk yang hanya dogmatis dan kurang kreatif. Yakni, satu dogma bahwa untuk menahan orang agar tidak ramai-ramai menukarkan uang ke dolar haruslah memberi rangsangan kepada pemegang rupiah. Ya, menaikkan suku bunga tadi. Tapi, dampak yang lain sangat berat. Untung naiknya hanya kecil (25 basis poin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya batu bara bermiliar ton dan hasil bumi lain. Ini yang harus diamankan lewat kebijaksanaan nasional. Mestinya, masih lebih baik nasib kita yang memiliki hasil bumi tersebut daripada negara yang hanya punya kertas saham atau commercial paper dengan nilai yang hancur saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tidak punya cadangan saham di mana-mana. Karena itu, jangan pula yang masih kita punya itu hilang. Saatnya nasionalisme dipertahankan. Sambil lihat-lihat perkembangan dunia. Kalau kita pintar, kita bisa menyalip di tikungan!(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-4962699022310273044?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/4962699022310273044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=4962699022310273044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4962699022310273044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4962699022310273044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/10/saatnya-indonesia-nyalip-di-tikungan.html' title='Saatnya Indonesia Nyalip di Tikungan'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-195801786758043027</id><published>2008-09-28T07:10:00.001+02:00</published><updated>2008-09-28T07:12:39.191+02:00</updated><title type='text'>Jluntrungan Krisis Subprime di Amerika Serikat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalau Langit Masih Kurang Tinggi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Dahlan Iskan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya ''menceritakan'' secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari 60 tahun cara ''membesarkan'' perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu belum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ''Deregulasi Kontrol Moneter''. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keluarnya ''jalan baru'' pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi ''jalan baru'' yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ''mortgage'' berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ''para pelaku bisnis keuangan'' sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage-kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ''bank jenis lain'' yang disebut investment banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah investment banking itu bank?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ''hanya mirip'' bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam ''deposito'' dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ''personal banking''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang ''menabung''-kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-195801786758043027?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/195801786758043027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=195801786758043027' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/195801786758043027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/195801786758043027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/jluntrungan-krisis-subprime-di-amerika.html' title='Jluntrungan Krisis Subprime di Amerika Serikat'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-378946795603580177</id><published>2008-09-27T19:52:00.002+02:00</published><updated>2008-09-27T19:55:43.654+02:00</updated><title type='text'>Sebelum Kamu Ceraikan, Bopong Aku Dulu...!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah kisah dari seorang sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening:Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkimpoian kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew hadir dalam kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. "Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis. " Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV ber-sama2. Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Walaupun kelihatan sedikit curiga, Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah dari seorang sahabat&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya," Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku serius". Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkimpoian kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu" Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkimpoiannya diakhiri dengan suasana romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia dipintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar,hati2 kalau kamu lewat sana ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra, seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan Dew menjadi samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum, tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit. Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-378946795603580177?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/378946795603580177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=378946795603580177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/378946795603580177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/378946795603580177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/sebelum-kamu-ceraikan-bopong-aku-dulu.html' title='Sebelum Kamu Ceraikan, Bopong Aku Dulu...!'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-3260304470117364614</id><published>2008-09-27T19:47:00.000+02:00</published><updated>2008-09-27T19:48:40.630+02:00</updated><title type='text'>Kisah tukang kayu</title><content type='html'>Seorang tukang kayu tua bermaksud pension dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya ”hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan, kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula, kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup dengan melakukan segalanya sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-3260304470117364614?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/3260304470117364614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=3260304470117364614' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/3260304470117364614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/3260304470117364614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/kisah-tukang-kayu.html' title='Kisah tukang kayu'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-311542879306672067</id><published>2008-09-27T16:41:00.001+02:00</published><updated>2008-09-27T16:44:07.411+02:00</updated><title type='text'>Melihat Mausoleum Attaturk, Monumen Agung Turki Modern (2-Habis)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SN5Gr0TqbPI/AAAAAAAAADI/Y9kHs1Q2neM/s1600-h/26417large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SN5Gr0TqbPI/AAAAAAAAADI/Y9kHs1Q2neM/s200/26417large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250711934150012146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masih Jadi Gambar Wajib di Dinding Sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustafa Kemal Attaturk dikenal sebagai bapak Turki modern dan menetapkan fondasi sekulerisme (laiklik). Kematiannya diacarakan dengan segenap keagungan. Jenazahnya dua kali ''dimakamkan''. Bagaimana ritual dan upacaranya?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETIAP 10 November pukul 09.05, aktivitas terhenti di Turki. Setidaknya, pada jam itu, warga Turki diinstruksi oleh negara untuk mengheningkan cipta. Pada tanggal dan jam itulah, Mustafa Kemal Attaturk meninggal pada 1938. Setiap 10 November bagi bangsa Turki berarti ''hari (wafatnya) pahlawan''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden pertama sejak kemerdekaan pada 1923 itu berpulang setelah kesehatannya memburuk. Bapak (atta) bangsa Turki itu menderita sirosis hati. Sejak itulah, bangsa Turki menjadi "yatim'', tanpa bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attaturk meninggal tanpa ahli waris langsung. Pemimpin perang kemerdekaan yang diakui kehebatannya itu pernah menikahi Latife Usakligil. Tetapi, mereka cerai tiga tahun kemudian. Tokoh yang perokok itu mengangkat delapan anak untuk diadopsi. Di antara mereka, yang tujuh perempuan. Misalnya, Sabiha Gokcen yang menjadi pilot tempur pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh kelahiran 19 Mei 1881 itu meninggal di Istanbul, di Istana Dolmabache. Istana ini tempatnya istirahat sejak kesehatannya menurun setahun sebelumnya. Lalu, jenazah tokoh tersebut disalatkan (funeral prayer) oleh pemimpin kota Prof Dr Mehmet Yaftay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Attaturk di usia ke-57 itu dilayat oleh perwakilan khusus 17 negara, selain rakyatnya sendiri tentunya. Sembilan di antara negara itu mengirimkan detasemen tentara untuk upacara pemakaman. Dari Istanbul, jenazah Attaturk dibawa ke Ankara dengan kereta api. Seakan itu mengenang Attaturk sebagai pelopor jaringan perkeretaapian Turki. Semasa pemerintahannya, dibangun 3.208 km jalan kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Attaturk dibalsam oleh Prof Dr Lutfi Aksu. Perhentian pertama jenazah tokoh yang jadi sampul majalah TIME edisi 24 Maret 1923 itu adalah di Museum Etnografi Ankara. Di sanalah jenazahnya diistirahatkan. Dikerudungi bendera Turki, bulan sabit dan bintang putih dengan latar belakang merah. Tentara menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang wajahnya digambarkan di semua pecahan uang Turki itu berada di Museum Etnografi selama 15 tahun. Pemerintah Turki menyiapkan mausoleum yang megah. Diperlombakanlah arsitektur untuk pemakaman agung itu. Arsitek luar negeri juga boleh ikut. Ternyata, yang menang arsitek Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski selanjutnya bangunan mausoleum (anitkabir) siap, peti mati Attaturk tidak langsung dipindah. Peti mati itu dibuka. Ternyata, jenazahnya masih utuh. Itu berarti pembalsamannya sukses. Untuk memakamkannya kembali, dilakukan proses sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjelasan di mausoleum Attaturk, jenazah Attaturk dikafani secara Islam. Kemudian dikuburkan di ruang basement bangunan utama mausoleum. Jenazahnya dihadapkan ke Kakbah di Makkah. Makamnya dikelilingi segi delapan lambang bangsa Seljuk. Ruang dihiasi dengan arsitektur ala Ottoman. Seljuk dan Ottoman adalah bagian dari sejarah kejayaan bangsa Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah untuk menimbunnya diambilkan dari seluruh provinsi. Kini Turki punya 81 provinsi. Selain itu, tanah juga diambilkan dari rumah tempat kelahiran Attaturk di Salonika (Tessaloniki). Bahkan, sejumput tanah dari pekuburan tentara Turki di Korsel juga menimbun jenazah Attaturk. Begitu pula tanah dari makam tokoh Turki Suleiman Shah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah lama wafat -70 tahun lalu-, wajah Attaturk tetap yang paling mudah dijumpai di Turki, terutama Ankara. Instansi militer termasuk yang paling semangat memasang tokoh pencetus laiklik (sekulerisme) sebagai fondasi Turki modern itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seluruh instansi pemerintah, kantor partai, kantor anggota parlemen, sekolah, buku sekolah, wajah Attaturk menjadi semacam gambar wajib. Di hari-hari yang dianggap penting, instansi pemerintah dan BUMN memasang gambarnya besar-besar di dinding gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung-patung Attaturk juga ditemui di banyak kawasan di Turki. Termasuk di kawasan Aksehir, kota kecil sekitar empat jam dari Ankara, di Provinsi Konya. Kota ini adalah kelahiran Nasruddin Hoja atau Nasrettin Hoca dalam bahasa Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Pos melihat dua patung utama di kota itu, yakni patung Attaturk dengan seragam tentara. Tak jauh dari itu, ada patung Nasrettin Hoca, dengan turban dan berjanggut naik keledai. Semasa hidup, Nasrettin Hoca dikenal sebagai sufi yang sangat lucu dan bisa berkelit dari segala kesulitan dengan logikanya yang tidak terduga. Hoca adalah Abunawas ala Turki. Kisah Hoca di Turki menjadi sepopuler ''kancil mencuri ketimun'' di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan terus ''menghidupkannya'' lewat ajaran-ajarannya, pemerintah Turki juga membuat undang-undang untuk melindungi kehormatan Attaturk. Pada 1981, parlemen mengeluarkan UU nomor 5816 yang menyatakan melanggar hukum bagi barangsiapa yang melecehkan atau menyerang objek yang merepresentasikan Attaturk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tokoh besar, kehadiran wajah Attaturk di mana-mana tidak selalu membuat orang Turki gembira. Kadang-kadang semakin jauh dari Ankara, yang berarti juga makin jauh dari pusat kekuasaan, pengaruh itu berkurang. Seperti dua warga Konya yang bereaksi menggeleng ketika diacungkan jempol kepada wajah Attaturk di uang yeni Turkish lira (YTL, baca yetele). Konya adalah kota tempat makam sufi besar Mavlana Celalettin Rumi (Jalaluddin Rumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attaturk, yang pendiri Turki, mantan PM, mantan ketua parlemen, dan mantan presiden itu, tetaplah tokoh modern yang tidak tertandingi daya tariknya di Turki. Mausoleumnya yang megah itu menjadi salah satu jujugan turis ke Ankara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kebanyakan yang datang ke sana turis lokal, terutama anak sekolah dan juga kadet militer. Tapi, orang umum juga banyak, bahkan turis asing. Itu bisa dilihat dari buku komentar yang disediakan di pintu keluar. Banyak turis Eropa yang menuliskan kesannya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang orang akan terus berdatangan ke mausoleum Attaturk. Di sanalah bangsa Turki memang benar-benar ''mikul dhuwur, mendhem megah'' kepada bapak bangsanya. (habis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-311542879306672067?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/311542879306672067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=311542879306672067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/311542879306672067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/311542879306672067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/melihat-mausoleum-attaturk-monumen_27.html' title='Melihat Mausoleum Attaturk, Monumen Agung Turki Modern (2-Habis)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SN5Gr0TqbPI/AAAAAAAAADI/Y9kHs1Q2neM/s72-c/26417large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-8483021893456042810</id><published>2008-09-26T06:23:00.000+02:00</published><updated>2008-09-26T06:24:59.874+02:00</updated><title type='text'>Melihat Mausoleum Attaturk, Monumen Agung Turki Modern (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agungkan Bapak Turki, tapi Beri Tempat Kenang Imam Susu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah bisa dikisahkan dengan memikat. Salah satu yang piawai meengemas sejarah bangsa adalah Turki. Jantungnya ada di mausoleum Mustafa Kemal Attaturk, sang bapak Turki. Berikut laporan dari tempat yang diziarahi jutaan orang itu.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROHMAN BUDIJANTO, Ankara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK ada tempat sebagus Rasateppe untuk bisa melihat seluruh Ankara. Dari tempat yang berarti ''bukit pengamatan'' inilah bisa dilihat seantero ibu kota Turki ini. Tapi, tentu bukan itu sebabnya kalau tempat tersebut tahun lalu dikunjungi lebih dari 11 juta orang. Di sanalah bangsa Turki membaringkan jasad Mustafa Kemal Attaturk dalam sebuah bangunan sangat megah mausoleum (anitkabir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemegahan tempat itu bisa dirasakan mulai jalan masuk yang lebar, sepanjang 262 meter. Di kiri kanannya terdapat 12 pasang patung singa. Pengukirannya dengan gaya zaman perunggu Hitti. Setelah jalan singa itu, tibalah di lapangan luas berlantai batu sepanjang 129 meter dan lebar 84 meter atau sekitar satu hektare. Sebanyak 15 ribu orang bisa berkumpul di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan itu dikelilingi bangunan bertiang balok-balok sangat tinggi. Megah, mirip kemegahan kompleks bangunan Romawi atau Yunani di masa kejayaannya. Bangunan utamanya, tentu, tempat jenazah Attaturk dibaringkan. Selebihnya bangunan pendukung dan koridor bagi pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sudut dan ruang di mausoleum, yang sekaligus museum perjuangan kemerdekaan Turki, dijaga ketat. Puluhan penjaga berpostur tegap dan nyaris sama tingginya. Mereka berjas hitam dan menenteng walkie talkie. Meski berwajah serius, mereka cukup tanggap ketika ditanya pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di gerbang utama anitkabir ada tentara berdiri tegak. Mereka masing-masing berpasangan, berdiri di kiri kanan pintu masuk. Mereka bersenjatakan senapan mengilap. Posturnya lebih tinggi daripada penjaga rata-rata karena mereka polisi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mereka bisa menjadi ''atraksi'' tambahan bagi pengunjung. Sebab, setiap 15 menit mereka berganti posisi. Banyak pengunjung menoleh ketika terdengar suara ''prok!'', yakni entakan pertama dan terakhir mereka. Banyak pengunjung tersenyum. Kadang para penjaga juga ikut mesem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu kubur Attaturk tak bisa dilihat langsung. Bangunan utama itu diwakili sarkofagus berupa kotak batu 40 ton. Mirip peti mati, tapi lebih besar. Di depannya ada lingkaran tempat menempatkan karangan bunga mawar. Yang atas bunga merah, yang bawah bunga putih. Ketika diraba, ternyata bunga plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu kubur Attaturk, yang berada di ruang segi delapan di bawah sarkofagus itu, bisa dilihat lewat televisi layar datar di ruang museum. Kuburan itu berupa persegi panjang biasa. Tanpa nisan. Sekelilingnya ada pagar berbentuk segi delapan, simbol kejayaan Ottoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari sarkofagus di balai kehormatan yang sunyi itu, pengunjung masuk ke ruang museum dan diorama. Balai kehormatan itu adalah tempat terakhir boleh memotret. Di museum, gambar pertama di kotak kaca benda-benda memorial Attaturk adalah foto ayah ibunya. Ayahnya berkopiah Turki, ibunya berkerudung. Ini agak ironis karena jilbab saat ini menjadi persoalan dalam sekularisme Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Attaturk sendiri juga berjilbab. Tapi, tak ada fotonya di museum itu. Dia bisa dilihat di situs milik Merve Kavakci, wanita yang juga politikus Turki. Dia adalah anggota parlemen yang kemudian diteriaki, diusir, dan digelandang keluar dari gedung parlemen saat akan dilantik. Gara-garanya, dia berjilbab seperti 60 persen wanita Turki. Dia dianggap melanggar aturan sekularisme yang melarang wanita berjilbab berada di gedung pemerintah. Kini dia hijrah ke Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemari-lemari pajang berikutnya berisi benda-benda kenangan semasa hidup Attaturk. Ada pedang hadiah dari negara-negara lain, termasuk katana (pedang samurai) dari pangeran Jepang. Di antara koleksi senjata apinya, ada tongkat alat bantu jalan yang tenyata senapan (cane rifle). Lalu ada koleksi pecut, alat makan, drink set, uang Turki lama, alat merokok, buku catatan bertuliskan Arab, dan alat cukur. Juga ada alat fitnes kuno dari kayu dan rantai. Ada juga koleksi Attaturk dari putri angkatnya. Sabiha Gokcen memberinya pistol koboi Smith &amp; Wesson buatan 1887. Sedangkan Rukiye Erkim mempersembahkan Alquran mini yang bisa jadi liontin kalung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak koleksi lain yang menandai perjalanan politik Attaturk. Di antaranya pelat alfabet huruf Latin yang diterima dari parlemen Turki pada 1 November 1928. Ini penanda perubahan abjad Turki, yang semula abjad Arab diganti huruf Latin. Attaturk sendiri sebelumnya menulis dengan huruf Arab, seperti terlihat di buku catatan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga disimpan adalah seragam militer Attaturk, pakaian biasa, syal, bahkan piyamanya. Agar bisa lebih menghidupkan suasana, ada kotak kaca yang di dalamnya terdapat manekin Attaturk sedang duduk di meja kerja. Wajahnya yang tegas bermata biru itu menatap pengunjung. Dia berjas lengkap hitam dan rambutnya yang pirang tersisir rapi ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat ''kantor'' Attaturk ini ada sosok anjing. Ternyata anjing berbulu cokelat muda itu anjing kesayangan Attaturk yang diawetkan. Dia bernama Fox. Saat ini ada televisi Turki bernama Fox. Televisi ini, seperti pernah diceritakan, tak banyak mengekspos Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat ruang memorabilia Attaturk itu terdengar dari ruang sebelah suasana perang. Ramai sekali. Seperti suara perang dari gedung bioskop. Ternyata di sanalah terletak diorama perang kemerdekaan Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diorama itu dibuat sangat cermat. Di bagian depan ada patung-patung tentara yang sedang perang atau meninggal, berikut patung senjata, parit perlindungan, meriam. Suasananya mirip perang. Di latar belakang berupa lukisan yang ''meneruskan'' patung-patung adegan perang itu. Lukisan itu berupa ledakan, kapal tenggelam, dan tentara di sekoci pengaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang laut di front Cannakkale pada 1914-1915 memang menjadi salah satu perang penting kemerdekaan Turki. Saat itu Attaturk menjadi komandan. Saat itu bangsa Turki dikeroyok bangsa imperialis, yakni Prancis, Inggris, Rusia, Australia, Belanda, Italia, dan Yunani. Turki diserang dari laut dan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dikenang di museum itu juga dari perlawanan di pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attaturk memimpin dengan mengobarkan semangat ''Ya istiklal, ya oklum''. Artinya, merdeka atau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran ini, selain memoncerkan nama Attaturk, juga melahirkan kepahlawanan Kopral Seyit. Tentara berpangkat rendah itu menjadi regu pengisi peluru meriam antikapal laut. Di tengah serangan dari armada kapal perang, pos Seyit ikut kena bom. Seluruh regu pengisi peluru tewas, kecuali Seyit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Seyit ternyata tidak menyerah. Dia mengangkat peluru dan memasukkannya sendiri. Padahal, beratnya 275 kilogram. Di diorama ada patung Seyit mengangkat peluru dengan kedua tangan di belakang punggungnya. Wajahnya meringis. Tapi, upayanya tak sia-sia. Dia berhasil mengangkat empat peluru. Dan, empat tembakan peluru itu menenggelamkan kapal perang andalan The Ocean milik Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengenang perang dari front Attaturk, museum menggambarkan perjuangan di pedalaman. Dikisahkan ada Imam Sutcu (Imam Susu) 1884-1922. Sosok dari wilayah di dekat Syria itu dijuluki begitu, karena selain menjadi imam masjid Uzun Oluk, dia pengantar susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya jadi pengantar atau penikmat susu, tentu dia tak akan jadi pahlawan. Karena marah melihat tentara Armenia yang berada di militer Prancis melecehkan perempuan muslim, dibunuhlah salah satu di antara mereka. Dia lalu diburu, tapi bisa mengobarkan perlawanan. Akhirnya setelah penjajah pergi, dia menjadi militer. Saat ditugasi menyiapkan salvo meriam untuk pelantikan pimpinan kota, ternyata mesiu itu meledak duluan. Sang Imam Susu tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sejarah di Mausoleum Attaturk memang seru. Setidaknya cara menceritakannya sangat menawan. (bersambung) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-8483021893456042810?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/8483021893456042810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=8483021893456042810' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/8483021893456042810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/8483021893456042810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/melihat-mausoleum-attaturk-monumen.html' title='Melihat Mausoleum Attaturk, Monumen Agung Turki Modern (1)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-952782082818814217</id><published>2008-09-25T17:00:00.000+02:00</published><updated>2008-09-25T17:02:04.882+02:00</updated><title type='text'>Mengikuti Penjemputan Airbus Pertama AirAsia Indonesia di Toulouse, Prancis (2-Habis)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tidur Pulas setelah Take-off dan Landing Pertama Sukses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 16 jam, Airbus A320 pertama AirAsia Indonesia sukses terbang dari Bandar Udara Blagnac Toulouse menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kondisi pesawat yang masih gres tak menghilangkan ketegangan selama perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Sholahuddin, Toulouse, Prancis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBEDA saat kali pertama menginjakkan kaki di Toulouse yang begitu dingin, sore itu cuaca tampak bersahabat ketika Jawa Pos akan meninggalkan kota itu. Udara terasa sangat sejuk di Bandara Blagnac. Mendongak ke angkasa, terlihat banyak guratan apik bekas lintasan pesawat. Menyerupai lukisan tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Nah, itu pesawat kita,'' kata CEO AirAsia Indonesia Darmadi setelah pemeriksaan di bandara beres. Tampaknya, dia juga sudah tidak sabar ingin segera membawa pulang pesawat barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan karpet merah menyambut. Semerbak bau khas barang baru terasa begitu menembus hidung saat rombongan memasuki pesawat. Bunyi pesawat juga sudah terdengar meraung-raung, seolah ikut-ikutan tidak sabar segera terbang menembus angkasa menuju langit Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah kuyu karena cukup padatnya agenda selama di Toulouse sontak berubah semringah. Namun, bukan berarti tidak ada perasaan cemas. Karena itu, bergegas Darmadi mengajak seluruh awak pesawat berdoa. ''Mari berdoa, semoga selama perjalanan kita aman tanpa ada halangan apa pun,'' ujar Darmadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memimpin doa adalah Kapten Didik Setiawan, salah seorang pilot yang menerbangkan pesawat itu. Sesaat suasana berubah hening. Tangan-tangan menengadah, wajah menunduk, mulut melafalkan doa. Setelah itu, para awak pesawat berhamburan memilih tempat duduk. Terserah mau duduk di mana saja, tinggal pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.00 waktu setempat, burung besi itu mulai bergerak. Semula pelan, lalu makin kencang. Pesawat pun mendongak ke udara, menerbangi Bandar Udara Blagnac. Seluruh awak masih tetap berdiam diri di tempat duduk masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berselang lama, gerak pesawat terasa sudah stabil. Suaranya juga tidak lagi mendesing keras. Tanpa ada yang mengomando, tiba-tiba tepuk tangan bergemuruh. Suasana yang semula sepi berubah riuh. Tubuh yang kaku terpaku safety belt pun mulai melepaskan diri. ''Selamat. Take-off pertama berhasil,'' teriak beberapa awak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, keceriaan setelah take-off pertama berhasil dengan mulus itu bukan lantas membuat perasaan cemas hilang begitu saja. Sebab, perjalanan Toulouse ke Jakarta masih sangat panjang. Ada tiga rute yang dilewati, yaitu Toulouse-Sarjah (UEA) sekitar 6 jam, Sarjah-Bangkok (7 jam), Bangkok-Jakarta (3 jam). Tiba di Jakarta diperkirakan pukul 16.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, suara Kapten Didik dari kokpit terdengar sedikit memberikan ''hiburan''. Dia mengatakan, pesawat ini bertekonologi tinggi dan dinobatkan sebagai best selling aircraft passenger pada 2003, serta merupakan pesawat komersial pertama yang menggunakan teknologi digital fly by wire. ''Kontrol pesawat menggunakan signal computer, tentunya hal ini sangat berbeda dengan pendahulunya yang masih menggunakan kabel mekanikal,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat penjelasan itu, perasaan yang masih disaput waswas mulai lega. Alunan instrumental yang terdengar pelan di sudut-sudut kabin membuat suasana mencair. Para awak pun mulai merasakan kantuk. Dan, pesawat sebentar lagi bakal landing di Sarjah. Kembali perasaan deg-degan muncul. Maklum, inilah landing pertama pesawat baru itu. Jika take-off pertama sukses, bagaimana landing-nya? Penerangan pesawat yang semula terang berubah menjadi temaram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian pesawat mendarat mulus sekali. Tidak ada entakan keras. Lagi-lagi tepuk tangan bergemuruh, mensyukuri landing yang juga berlangsung aman. Karena take-off dan landing pertama tidak ada masalah, perasaan deg-degan itu pun praktis sirna. Sebagian besar penumpang pun bisa tertidur pulas. Perjalanan dari Sarjah ke Bangkok, kemudian dilanjutkan ke Jakarta pun terasa singkat dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 16.15 WIB, pesawat A320 baru itu akhirnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Ratusan pegawai AirAsia menyambut kedatangan pesawat baru itu. Bentangan tulisan selamat datang dan 1st Airbus A320 terpampang besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Darmadi dan beberapa petinggi AirAsia Indonesia yang lain tampak berkaca-kaca. Suasana berubah haru. Kalungan bunga pun dipasangkan kepada sejumlah petinggi maskapai penerbangan yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia, itu.(*/kim) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-952782082818814217?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/952782082818814217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=952782082818814217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/952782082818814217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/952782082818814217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/mengikuti-penjemputan-airbus-pertama.html' title='Mengikuti Penjemputan Airbus Pertama AirAsia Indonesia di Toulouse, Prancis (2-Habis)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-1633930475373712212</id><published>2008-09-23T16:07:00.000+02:00</published><updated>2008-09-23T16:08:57.769+02:00</updated><title type='text'>Mengikuti Penjemputan Pesawat Airbus Pertama AirAsia Indonesia dari Toulouse Prancis (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pabrik Mirip Kampus, Produksi 34 Pesawat Tiap Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia terus memodernisasi armada pesawatnya. Pada 17 September 2008, perusahaan di bawah AirAsia Grup itu mendatangkan Airbus A320 baru dari kota penerbangan Toulouse, Prancis. Pembelian itu menjadi tonggak awal pergantian seluruh armada lama.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Sholahuddin, Toulouse, Prancis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pilot Air France memberikan informasi bahwa pesawat akan mendarat di Bandara Paris Charles de Gaulle setelah terbang 12 jam lebih dari Singapura, rasa penat di tubuh berangsur-angsur pergi. Bersama dua media nasional dari Indonesia, Jawa Pos menjejakkan kaki di bandara peringkat pertama dalam pergerakan pesawat di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi melihat langsung Toulouse sebagai pusat penerbangan di Eropa itu kini tinggal selangkah. Sayang, ayunan cepat kaki selepas transit di bandara Paris untuk melanjutkan penerbangan, tersendat. Pagi itu, pesawat Air France tujuan Toulouse terlambat. Seharusnya berangkat pukul 10.25, pesawat baru berangkat sekitar 20 menit kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak Paris ke Toulouse sekitar 600 km. Setelah lebih dari satu jam terbang, udara Kota Toulouse mulai tercium. Kota ini adalah sebuah kota di barat daya Prancis di tepi Sungai Garonne. Di tengah jarak antara Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Dengan populasi penduduk lebih dari satu juta jiwa, Toulouse adalah kota terbesar kedua di Prancis Selatan. Kota ini termasuk salah satu yang tumbuh paling pesat di Eropa. Di sinilah markas Airbus berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari Bandara Blagnac Toulouse, udara dingin terasa menusuk kulit. Suhu udara saat itu diperkirakan 10 derajat Celsius. Padahal, waktu itu tengah hari. Bisa dibayangkan, betapa tubuh makin dibuat menggigil kalau malam atau dini hari. ''Alhamdulillah, akhirnya datang juga,'' kata Darmadi, CEO AirAsia Indonesia, berucap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya beristirahat semalam, esok harinya mobil penjemputan membawa Jawa Pos memasuki areal bertuliskan Airbus An EADS Company Campus 1. ''Selamat datang di Kota Toulouse,'' kata Sonia Cambarrat, manpower on behalf Airbus Press Officer Communications, menyambut dengan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi disebut kampus karena suasana di pabrik Airbus itu mirip kampus. Para pegawai berpakaian rapi, berjas, berdasi, dan menenteng tas. Gedung-gedung juga dibangun apik mirip kampus modern. Warna luar gedung juga terlihat seragam. Putih metalik. Belum jenak mengagumi, rombongan media dibawa ke press room. Selama satu jam diterima banyak penjelasan tentang bisnis Airbus yang disampaikan Paula Carnelly, senior marketing analyst - A320 Family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airbus merupakan perusahaan di bawah hukum Prancis dan dimiliki EADS (Euorpean Aeronautic Defence and Space Company). Airbus mempekerjakan sekitar 55.000 karyawan di seluruh dunia. Khusus perakitan final tidak hanya di Toulouse. Perakitan final pesawat juga dilaksanakan di Hamburg, Jerman. Perusahaan itu memiliki beberapa kantor regional di banyak negara. Di antaranya di Kuala Lumpur. Selain itu, ada empat lokasi training center, lima spare center, dan 160 lokasi service office.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Paula banyak menjelaskan kelebihan pesawat A320. Maklum, pesawat jenis itulah yang dibeli kali pertama oleh AirAsia Indonesia. Secara bertahap A320 akan menggantikan pesawat lama milik maskapai di bawah bendera AirAsia Grup itu. Pembelian pesawat A320 oleh AirAsia Indonesia itu sekaligus menandai pergantian ke-50 pesawat milik AirAsia, dari jumlah pemesanan 175 pesawat A320.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paula memaparkan, pesawat A320 Family saat ini mendominasi Asia Pasifik. Hingga Maret 2008, order A320 telah mengungguli pesawat jenis Boeing 737 NG sejak peluncuran pada Maret 1993. Order Airbus berada di kisaran 58 persen, sedangkan Boeing baru 42 persen. Jumlah order A320 mencapai 1.580 pesawat dari 41 operator dan 812 pesawat sudah beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paula, bukan tanpa alasan A320 dipilih banyak maskapai. Sejumlah keunggulan Airbus A320, antara lain, ramah lingkungan yang mampu meminimalkan pembakaran mesin, mengurangi emisi, dan efek kebisingan di kelasnya. Dibanding Boeing 737-300 seri lama, bahan bakar Airbus A320 lebih rendah 1.227 galon per tahun, pembuangan gas CO2 lebih kecil 3.866 ton per tahun, serta menyelamatkan 351.454 batang pohon per tahun. ''Produk kami mendukung lingkungan yang sehat,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paula mengatakan, bagi maskapai penerbangan ada sejumlah keuntungan jika menggunakan A320 tersebut. Digambarkan, jika memiliki 20 pesawat jenis ini, suatu maskapai bisa menghemat biaya operasional USD 14 juta per tahun, biaya perawatan USD 9 juta per tahun, dan pengiritan bahan bakar USD 5 juta per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu. Penumpang juga menerima kenyamanan lebih. Kabin pesawat, misalnya. Pesawat jenis A320 merupakan yang terluas di kelasnya. Desain interior juga makin futuristik. ''Ukuran dan bentuk kabin yang luar biasa ini memungkinkan tempat penyimpanan barang lebih luas, sehingga penumpang dapat naik dan turun dari pesawat lebih cepat dan nyaman,'' kata Paula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marie-Angie Plancq, airline markerting director Airbus, menambahkan, rata-rata produksi pesawat A320 setiap bulan terus bertambah. Pada tahun ini jumlah produksi sudah mencapai 34 pesawat per bulan. Pada 2010 nanti diharapkan produksi menembus 40 pesawat. ''Ke depan kami menginvestasikan rata-rata produksi 40 pesawat setiap bulan,'' katanya. Sampai Agustus 2008, lanjut dia, jumlah order A320 mencapai 6.300, sudah terkirim 3.600, dan dalam pengerjaan 2.700 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan Boeing dan Airbus pada tahun-tahun belakangan ini makin tampak. Kemunculan Airbus A320 yang dilengkapi teknologi tinggi itu menjadi saingan baru Boeing 737. Untuk mengimbangi A320, pada 1993 Boeing mengembangkan jenis 737 - next generation (NG). Dalam pengembangan NG, perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik baru, dan mendesain ulang mesin pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini Boeing masih disebut raja penerbangan di dunia. Pesawat-pesawat keluaran perusahaan yang berdiri pada 1918 di Seattle, Washington, Amerika Serikat, itu merajai angkasa. Kebanyakan pesawat yang digunakan perusahaan penerbangan di Indonesia juga jenis Boeing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring perjalanan waktu, bukan tidak mungkin perusahaan penerbangan yang bakal menggunakan Airbus terus bertambah. Di Indonesia, misalnya. Selain AirAsia Indonesia, beberapa perusahaan penerbangan kini mulai berpaling dari Boeing dan secara bertahap mengganti armadanya dengan Airbus. (bersambung/kim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-1633930475373712212?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/1633930475373712212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=1633930475373712212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1633930475373712212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1633930475373712212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/mengikuti-penjemputan-pesawat-airbus.html' title='Mengikuti Penjemputan Pesawat Airbus Pertama AirAsia Indonesia dari Toulouse Prancis (1)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-3400411576508501495</id><published>2008-09-22T13:32:00.001+02:00</published><updated>2008-09-22T13:34:16.813+02:00</updated><title type='text'>Menghormati Orang Tidak Berpuasa di Negara Turki (3-Habis)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNeCrhhvMlI/AAAAAAAAACg/OB9MepIQWLs/s1600-h/25506large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNeCrhhvMlI/AAAAAAAAACg/OB9MepIQWLs/s200/25506large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248807574969463378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tak Ada Job untuk Pelawak dan Artis di Siaran Ramazan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Turki juga bebas membuat siaran Ramadan atau tetap ''tidak puasa''. Perbedaan itu cukup kentara. Dan, siaran-siaran agama di Turki sangat berbeda dengan di Indonesia yang sangat banyak bercanda itu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROHMAN BUDIJANTO, Ankara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TELEVISI Turki juga sangat kentara mana yang ''puasa'' dan mana yang tidak. Kebanyakan televisi memang membuat acara khusus Ramazan. Baik menjelang iftar (buka) maupun sahur. Baik yang siaran canli (langsung) maupun tidak. Tapi, ada juga yang tidak segan tak menyinggung sedikit pun soal Ramadan dalam acaranya. Tapi, kaum muslim taat Turki pasti bersyukur karena lebih banyak televisi yang punya acara khusus Ramazan. Dan, setiap televisi Turki yang dipantau di Ankara berwawasan ''NKRT'' alias Negara Kesatuan Republik Turki. Bukan televisi lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, televisi memaparkan daftar jadwal buka dan sahur, meliputi seluruh wilayah-wilayah utama Turki. Wilayah Turki yang merentang sekitar 1.500 km dari timur (Iqdir di dekat Armenia) sampai ke barat (Edirne, dekat Yunani) menjadikan ada cukup signifikan selisih waktu dari satu kota ke kota lain. Informasi itu penting bagi orang buka puasa dan sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Star TV saat acara Sahur Ozel dini hari kemarin, misalnya. Saat Nihat Hatipoglu, sang ulama, memberikan ceramah dan menjawab wawasan keagamaan, di pinggir layar televisi ada daftar kota-kota berikut saat imsak atau subuh tiba. Ketika, misalnya, kota Batman imsak pukul 04.28 dan sudah tiba, warna kotanya dari hijau menjadi merah. Untuk Ankara, waktu imsak pukul 05.03.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun ketika iftar atau buka tiba. Daftar kota yang sudah memasuki saat berbuka puasa -rata-rata hampir pukul 19.00- berubah menjadi hijau. Lalu, ketika semua sudah masuk magrib, televisi menyerukan azan. Yang unik, selain ada yang menyajikan dengan utuh, ada azan yang diedit. Misalnya, di TRT TV. Begitu kota terakhir tiba saat magrib, terdengarlah alunan azan yang sangat merdu dan mendayu. Ternyata suara azan yang indah itu tak bisa dinikmati utuh. Dari Allahu Akbar... ternyata langsung diedit ke bait terakhir, yakni Laa ilaha ilallah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu bukan karena TRT televisi sekuler. Televisi itu justru sangat banyak mengekspos acara Islam saat puasa sekarang ini. Baik berupa ceramah agama maupun acara musik religius. Azan yang dipersingkat itu, rupanya, demi efisiensi waktu. Sebab, setelah azan dilanjutkan acara agama lagi. Yang penting warga muslim tahu bahwa seluruh Turki sudah magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan dengan acara-acara Ramadan di Indonesia, semua acara puasa di televisi Turki berpenampilan serius. Pelawak dan artis, kecuali pemusik religius, tak dapat tempat di acara Ramazan. Tak ada tawa, canda, dan kuis-kuis agama sepele seperti yang mewabah di Indonesia saat puasa. Misalnya, acara yang diasuh ulama Nihat Hatipoglu berupa tanya jawab dan wawasan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ulama terlihat tak pernah tertawa lebar meski wajahnya ramah dan tampak bijak dengan rambut putihnya. Bahkan, sepanjang acara, agamawan yang juga dokter itu tak menatap kamera, tetapi menatap tiga pria di depannya. Mereka adalah penyanyi religius yang setiap jeda menyelingi dengan lagu religius. Di sela itu, rupanya, dimanfaatkan sang ulama makan sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama serius Nihat Hatipoglu itu, rupanya, cocok dengan selera orang Turki. Sebab, saat acara sahur, ternyata ada dua televisi yang menyiarkan acaranya. Tentu yang satu canli (live), yang lain rekaman. Nihat dengan kalem melayani pertanyaan agama, misalnya tayamum atau zakat. Nihat sesekali mengutip Hadis Hz (Hazrat) Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dibayangkan ulama dan penampil di acara Ramazan televisi Turki berpakaian baju koko atau gamis dan berpeci haji, yang telanjur dianggap pakaian muslim itu. Mereka mirip orang Eropa, yakni berjas, berdasi, tanpa penutup kepala. Tak berbeda dengan penampilan banker atau pengacara di Indonesia. Begitu pula pendukung acara, termasuk penabuh rebana. Semua berjas dan berdasi. Bahkan, seni tasawuf yang dilakukan lima penampil di Flash TV dalam acara Sahur Vakti, mereka berkemeja, celana, dan sepatu hitam-hitam tapi... berdasi. Hitam pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara-acara buka dan sahur di televisi juga dihadiri penonton di studio. Penampilan mereka pun tidak direkayasa. Kalau di televisi Indonesia, untuk acara Ramadan, penontonnya pasti para perempuan berjilbab dan lelaki berpakaian ''muslim''. Tapi, di televisi Turki, penonton berpenampilan berbeda-beda. Laki-laki dan perempuan juga tak dipisahkan. Sesekali kamerawan televisi menyorot wanita cantik di antara penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton wanita banyak yang berjilbab, ada juga yang tak berjilbab. Jilbab perempuan Turki pun kelihatan lebih meriah, berwarna-warni. Kebanyakan jilbab itu jadi berbentuk ''keong'' karena di belakang ujung kepala ada gulungan rambut yang harus ditutupi. Orang Turki biasanya berambut tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain televisi, koran-koran Turki juga banyak yang menyambut Ramadan dengan halaman khusus. Dua koran penting Turki, Takvim dan Sozcu menyediakan satu halaman khusus Ramazan. Selain kisah-kisah seputar puasa, ada juga daftar Iftar Sofrasi il Imsakiye untuk 81 kota. Ada juga kutipan Bir Hadis dan Bir Ayet. Yakni, kutipan sebuah Hadis Rasulullah SAW dan ayat Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menjadi ''agamis'', koran Takvim tetap memuat angka Loto (undian semacam SDSB) di halaman satu, di dekat logo. Sedangkan Sozcu memuat dengan cukup mencolok di halaman terakhir, yang berwarna, Miss Turkey European Union yang baru terpilih. Perempuan itu berbikini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan media di bulan Ramadan ini, ciri negara sekuler Turki tetap terlihat. Ada televisi yang benar-benar cuek terhadap bulan puasa. Fox TV, misalnya, ikut siaran ketika saat sahur tiba. Tetapi, televisi tersebut menyiarkan acara kuis semacam Who Want to be a Millionaire. Tentu saja acara itu penuh hura-hura dan bersifat entertainment murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau juga NTV. Televisi itu juga ''bangun'' ketika sahur. Tetapi, ketika televisi lain yang punya siaran Ramazan menyiarkan daftar imsakiyah kota-kota, NTV menyiarkan ramalan cuaca dari kota ke kota!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Turki sudah bertradisi memahami perbedaan tanpa dimasukkan hati. (habis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-3400411576508501495?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/3400411576508501495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=3400411576508501495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/3400411576508501495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/3400411576508501495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/menghormati-orang-tidak-berpuasa-di_22.html' title='Menghormati Orang Tidak Berpuasa di Negara Turki (3-Habis)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNeCrhhvMlI/AAAAAAAAACg/OB9MepIQWLs/s72-c/25506large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-1617170789777168264</id><published>2008-09-21T06:29:00.002+02:00</published><updated>2008-09-21T06:42:49.679+02:00</updated><title type='text'>Menghormati Orang Tidak Berpuasa di Negara Turki (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNXQwwQwcqI/AAAAAAAAACY/-Igca8-LIkQ/s1600-h/25241large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNXQwwQwcqI/AAAAAAAAACY/-Igca8-LIkQ/s200/25241large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248330476777665186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tak Ikut Makan Bukan karena Takut Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekulerisme benar-benar dijunjung tinggi oleh warga Turki. Saat Ramadan seperti sekarang, berpuasa atau tidak, menjadi wilayah privat yang tak tersentuh siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROHMAN BUDIJANTO, Ankara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI negara muslim sekuler ala Turki, ''negara'' benar-benar tidak puasa. Ketika pertemuan antara delegasi Indonesia dan Turki, suasana itu kentara. Pertemuan di gedung kementerian kehakiman di Attaturk Boulevard, pusat Ankara (18/9), itu berlangsung seperti hari-hari biasa. Di luar ruangan, disediakan meja snack dan kopi. Banyak wartawan dan pejabat Turki yang menikmati sajian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 30 delegasi Indonesia, yang dipimpin Menteri Perdagangan Marie Pangestu, tak terlihat ikut makan-makan di sana. Karena terbiasa dengan suasana Ramadan di Indonesia, rupanya, mereka pilih menahan diri. Tak nyaman rasanya makan-makan saat Ramadan. Lagipula, pejabat-pejabat Indonesia memang banyak yang terus berpuasa meski musafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana itu terbawa saat undangan dinner yang ditepatkan dengan saat buka puasa pada sore harinya. Acara buka puasa itu berlangsung di restoran elite Ciragan, di pinggiran Ankara, yang ruangannya sangat penuh. Ruangan seluas lapangan tenis itu terisi beberapa meja besar, kebanyakan kelompok pelanggan umum. Ratusan orang buka puasa di ruangan yang diwarnai live music ''gambus'' Turki yang merintih mendayu-dayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara undangan dari Menteri Kehakiman Mehmet Ali Sahin itu berlangsung di meja besar untuk 30 orang. Suasana sebenarnya kurang privat untuk acara kenegaraan seperti itu. Ruangan acara pejabat tinggi itu tidak disekat dari meja-meja lain. Pejabat tak bisa minta keistimewaan berlebihan. Karena itu, suara di ruangan mirip dengung dari koloni lebah diiringi denting gelas dan alat makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika azan berkumandang, disajikanlah makanan. Mulai porsi besar salad, aneka menu daging sapi dan kambing, roti, hingga makanan penutup berupa kue-kue basah yang sangat manis. Terlihat delegasi Indonesia tidak banyak yang bisa menghabiskan makanan sebanyak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan, tak ada acara salat Magrib. Acara ngobrol-ngobrol jalan terus. Sejam kemudian acara ditutup dengan pidato singkat kedua menteri. Penerjemah sampai teriak-teriak untuk mengatasi suara riuh di ruangan. Begitulah, acara buka puasa itu benar-benar diisi dengan makan-makan saja, tidak ''dicampur'' acara salat Magrib seperti lazimnya undangan buka puasa bersama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, acara buka puasa bersama yang mirip di Indonesia juga ada. Kalau penyelenggaranya pejabat yang ''santri'', pasti acaranya diselingi salat Magrib setelah makan minum ringan untuk ''resmi'' mengakhiri puasa. Pejabat Indonesia pernah diundang ke acara semacam itu di markas AK Parti (Partai Keadilan dan Pembangunan). Undangan datang dari Recep (Rajab) Tayip Erdogan. Ketua partai itu sekaligus sekarang PM Turki. Pimpinan lainnya, Abdullah Gul, kini presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu magrib, undangan diajak minum dan makan ''takjil''. Lalu, Erdogan turun ke lantai bawah tanah kantor partai berlantai delapan plus empat di bawah tanah itu. Di sana ada mescit (masjid), yang kalau di Indonesia musala, berukuran sekitar 10 x 6 meter. Tokoh yang pernah sekolah madrasah (imam hatip) di masa kecil itu lalu mengimami salat. Banyak undangan yang makmum. Setelah salat, mereka naik lagi ke ruang pertemuan untuk makan besar dan melanjutkan obrolan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula acara AK Parti untuk kaum tak berpunya di jalan-jalan. Biasanya tenda-tenda buka puasa dilengkapi karpet untuk salat Magrib. Partai itu memang punya citra paling dekat dengan rakyat sehari-hari sehingga berhasil memenangi suara mayoritas 45 persen, mengalahkan partai-partai yang lebih sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan AKP itu secara perlahan sebenarnya juga membuat kehidupan kaum muslim di Turki lebih berani mengekspresikan diri. Menurut informasi dari seorang pegawai Turki yang banyak bergaul dengan pejabat, musala kecil di kantor-kantor mulai muncul. ''Asal ada cukup banyak orang yang memanfaatkannya, bisa dibuat ruang kecil menjadi mescit. Kalau satu dua orang, nggak bisa,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika negara sejak merdeka 1923 sangat menjaga hak-hak sekuler, kini pejabat tinggi lebih peka kepada orang puasa. Mereka memang tak bisa menghilangkan snack dari acara resmi. Tapi, kalaupun ada menteri yang tak puasa, dia tak ikut makan di hadapan umum. Bukan takut kepada Tuhan. ''(Tapi) takut kamera televisi,'' kata seorang warga asing yang lama tinggal di Turki. Rasanya memang sungkan, kalau PM dan presidennya ''santri'' dan puasa, menterinya terlihat makan di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sulit tertembus adalah sekolah. Pada hari Jumat, jadwal sekolah tak dihentikan ketika waktu salat Jumat tiba, kecuali di madrasah. Karena itu, kata warga Turki yang taat beragama tadi, seorang murid kadang harus lari dari sekolah untuk menunaikan kewajiban salat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interpretasi ajaran Attaturk tentang sekularisme di Turki memang kadang-kadang kurang luwes. Kasus mutakhir adalah polemik upaya menghapuskan larangan berjilbab di kantor-kantor pemerintah, termasuk universitas negeri. Pemerintahan Gul kini juga dipersoalkan lagi oleh kaum oposan karena mengangkat rektor-rektor universitas yang lebih ''santri''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pemerintah di Turki sangat legitimated karena dipilih rakyat, mereka bisa kalah kuat dari penjaga sekularisme. Militer Turki diberi ''dwifungsi''. Selain sebagai alat negara, militer punya semacam hak veto menjaga garis nasionalisme sekuler dan stabilitas. Tiga kali militer Turki kudeta. Yang terakhir, pada 1981, kudeta karena tidak muncul pemerintahan kuat dari pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi militer Turki itu sangat kentara di pusat Ankara. Di Attaturk Boulevard, sekitar empat kilometer di kiri dan kanan jalan didominasi markas militer. Baik mabes AD, AL, maupun AU. Papan militer itu, tampaknya, menjadi satu-satunya papan pengumuman yang bisa dipahami orang asing di pusat Ankara adalah papan peringatan markas militer. Ada bahasa Turki dan bahasa Inggris di papan-papan yang berwarna merah bertulisan hitam dan bergambar tentara menenteng senjata tersebut. Tulisannya: Daerah markas militer, dilarang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papan berukuran sebesar koran itu dipasang di pagar markas. Pagar setinggi 3 meter itu berupa teralis dengan jarak 5 cm dari batang-batang baja berukuran jari tangan. Kadang tak bisa diintip suasana di markas militer itu karena dilapisi penutup fiberglass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mencolok lagi, gambar-gambar Attaturk dan bendera Turki dalam ukuran raksasa digantung di gedung-gedung tinggi markas militer itu. Kadang-kadang muka gedung seukuran Graha Pena, Surabaya, itu tertutup dari atas hingga bawah dengan bendera Turki dan wajah Attaturk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Attaturk berpenampilan Eropa juga dipasang di dalam kantor-kantor, termasuk kantor partai. Intensitas kemunculan gambar Attaturk itu tak ada bandingannya di Turki. Jauh melebihi intensitas pemasangan gambar Garuda Pancasila di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer Turki memang sangat menjaga pemisahan antara negara dan ''masjid''. Dan, suasana itu tecermin di kompleks besar markas militer tak tampak mencuat sebatang pun menara masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi kedua yang menjaga sekularisme adalah mahkamah konstitusi (MK). Konstitusi Turki memang menjadi dokumen dasar sekularisme. Mahkamah itu pernah membubarkan partai cikal bakal AK Parti, yakni Partai Refah, karena dianggap mempromosikan tercampurnya negara dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ternyata partai itu makin besar ketika mengadaptasikan diri dengan wajah garang mahkamah konstitusi. Hasilnya, dari partai kecil, kini berubah menjadi partai penguasa. AK Parti bersikap realistis. Prinsipnya lebih baik tetap hidup dan berbuat untuk kemaslahatan rakyat daripada mati meskipun gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata membesarnya partai ''santri'' itu ikut membuat institusi penjaga sekularisme juga lebih luwes. Dalam kasus AK Parti diadili karena mendorong amandemen larangan jilbab itu, keputusannya mencerminan garis moderat mahkamah konstitusi. Kalau dulu main hapus partai dan mem-black list para pengurusnya, keputusan soal itu berupa teguran dan penghentian bantuan negara untuk AK Parti. Keputusan tersebut diambil dengan hakim-hakim MK dengan selisih tipis, 7:6. Di antara 13 hakim MK, hanya dua yang diyakini dekat dengan AK Parti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli hukum menyebutkan, keputusan itu membuatkan kanal bagi arus dukungan kepada AK Parti yang besar, sembari mengatasi luberan aspirasi yang ''terlalu agama''. Bukan membuat bendungan yang kalau jebol jauh berisiko bagi stabilitas Turki dan kepercayaan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, rakyat merasa saat ini baik-baik saja karena ekonomi sedang bergairah. Saat ini pendapatan per kapitanya USD 12.888 atau lebih dari Rp 120 juta per tahun. Jadi, pendapatan warga Turki rata-rata Rp 10 juta per bulan. Tak ada tandingannya dengan delapan negara yang berbatasan dengan Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Sekularisme Turki juga beradaptasi. Militer juga tak komentar negatif atas putusan terbaru mahkamah konstitusi itu. Kini militer lebih sibuk mengatasi perlawanan kaum Kurdi di perbatasan dengan Iraq dan sesekali mengisyaratkan agar pemerintah lebih galak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisme dan semangat beragama di Turki terus interplay, beraksi dan bereaksi dengan lebih kalem. Tapi, kaum sekularis dan kaum yang lebih religius kini sedang bersama-sama konsentrasi menghadap ke satu fokus, yakni keanggotaan Uni Eropa. Itu kehamilan sangat lama yang dengan sabar ditunggu kelahirannya oleh bangsa yang menjadi pintu peradaban Timur dan Barat itu. (Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-1617170789777168264?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/1617170789777168264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=1617170789777168264' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1617170789777168264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1617170789777168264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/menghormati-orang-tidak-berpuasa-di_1506.html' title='Menghormati Orang Tidak Berpuasa di Negara Turki (2)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNXQwwQwcqI/AAAAAAAAACY/-Igca8-LIkQ/s72-c/25241large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-6716851498656735453</id><published>2008-09-20T14:39:00.004+02:00</published><updated>2008-09-20T14:43:56.992+02:00</updated><title type='text'>Menghormati Orang Tidak Berpuasa di Negara Turki (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNTv7MBESaI/AAAAAAAAACQ/b6imFZVBJbU/s1600-h/25190large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNTv7MBESaI/AAAAAAAAACQ/b6imFZVBJbU/s200/25190large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248083265910491554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Azan Maghrib Tiba, Kelab Malam Ikut Buka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di atas daratan yang menghubungkan Asia dan Eropa, Turki mampu memelihara tradisi toleransi beragama yang unik. Termasuk saat mengisi Ramadan seperti sekarang ini.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROHMAN BUDIJANTO, Ankara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TURKI boleh dikatakan paling santai dalam menghadapi Ramadan. Suasana di Ankara tetap sibuk. Tidak ada suasana lesu. Warganya tetap bergegas dalam berjalan di bawah mentari musim panas. Suhu berkisar 33 derajat Celcius di siang hari. Seharusnya cukup panas, tetapi angin sejuk Mediterania meredam panas itu. Meski begitu, tenggorokan gampang mengering, haus bukan kepalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pebisnis juga tidak terlalu gencar memanfaatkan momentum Ramadan ini. Tidak ada perang diskon di toko-toko. Memang ada satu-dua papan iklan berbau bulan puasa. Seperti di tepi Attaturk Boulevard, jalur nadi ibu kota Turki ini, ada papan iklan yang mengandung tulisan Ramazan, istilah bulan puasa dalam bahasa Turki. Kata-kata selebihnya murni bahasa Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan, ada salah satu papan iklan Vodafone yang menunjukkan tradisi sungkeman, mirip di Indonesia. Ternyata memang persis. Bedanya, di Turki tangan orang tua dicium, lalu disentuhkan ke dahi si anak. Tradisi itu bertahan di daerah-daerah. Di kota wujudnya berubah jadi salaman saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya kalau pulang akan mencium tangan orang tua saya. Meskipun ayah saya tak mau karena lebih suka disalami lalu dipeluk dan cium. Begitulah saya menunjukkan rasa hormat kepada orang tua. Ini khas Timur,'' kata Suat Kiniklioglu, anggota parlemen (milletvekili) dari Provinsi Cankiri, kepada Jawa Pos di kantornya kemarin (18/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski di ibu kota negara, tidak mudah bagi orang asing mengenali papan-papan komunikasi di Turki. Negara yang getol berupaya menjadi anggota Uni Eropa ini tidak mau repot-repot membuat papan nama bilingual atau multilingual. Di papan-papan komunikasi publik tidak ada penjelasan bahasa Inggris atau bahasa asing lain, kecuali di bandara. Begitu pula warganya; sulit diajak komunikasi bahasa asing. Sopir taksi yang mangkal di bandara, misalnya, hanya mengenali satu bahasa lain selain bahasa Turki, yakni ''bahasa isyarat''. Itu pun tidak ''fasih''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Ankara secara tersirat ingin kosmopolitan. Buktinya, banyak nama tokoh asing yang dijadikan nama jalan. Misalnya, John F. Kennedy, Cinnah (Mohammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan), atau Ziaur Rahman (bapak Bangladesh). Nama-nama tempat bangsa asing juga dipakai untuk nama jalan. Contohnya, Iran, Tahran (Teheran), Arjantin (Argentina), Kuveyt (Kuwait), Paris, Filistin (Palestina), dan Rabat. Tapi, orang asing-orang asing bisa tetap tidak at home di ibu kota berpenduduk 4 juta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan ''kosmopolit'' memang kental pada penampilan dan sikap warganya. Kebanyakan warga Turki berpenampilan seperti orang Eropa. Prinsip sekularisme Attaturk yang sudah berakar lebih dari 80 tahun telah membuat orang Turki tidak beda dengan penampilan orang di benua biru itu. Apalagi secara fisik mereka memang "Eropa''. Kecondongan itu ikut mewarnai suasana bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski 90 persen di antara 70 juta warga Turki musulman (muslim), mereka bebas mengekspresikan dirinya. Kedai dan kafe tetap buka seperti biasa. Ada yang sepi, ada juga yang penuh pelanggan. Tanpa perlu rasa risi, memasang tirai. Kehidupan malam pun tetap jalan. Pub-pub dan night club mulai menyalakan lampu hiasnya yang menggoda di pintu masuk begitu azan Magrib tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dibebaskan memilih ke surga atau ke tempat lain. Itu semua dianggap pilihan hidup masing-masing. Baik yang puasa maupun tidak puasa saling menghormati, setidaknya tidak saling mengusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ini juga tecermin di pesawat penerbangan domestik dari Istanbul ke Ankara pada pagi hari Selasa lalu. Ketika pramugari Turkish Airlines menyajikan sandwich besar, beberapa penumpang menolak, termasuk rombongan warga Turki yang baru pulang dari umrah Ramadan. Mereka mengekspresikan diri sedang puasa. Perempuan berpenampilan modern, tanpa jilbab, di sebelah kanan saya juga menolak, karena puasa. Dia lalu memilih tidur. Di sebelah kiri saya menerima, makan lahap, terus tidur lagi. Suasana ini tidak beda dengan di penerbangan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, meski sekuler, Turki tetap menunjukkan ciri Islam di fasilitas umum. Misal, di bandara Ankara, ada mescit (masjid dalam bahasa Turki) alias praying room. Tidak ada musala karena meski kecil di Turki tetap disebut mescit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula fasilitas kesehatan di bandara, yakni Iikyardim atau First Aid. Turki yang sekuler memilih lambang kesehatan itu dengan bulan sabit (crescent) karena mayoritas muslim, bukan palang (cross) seperti Indonesia. Itu disesuaikan dengan bendera Turki yang juga tetap bulan sabit berbintang (putih) dengan latar merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lain juga ada pada makanan di pesawat yang diberi penjelasan dengan kertas kecil dalam bahasa Turki dan bahasa Inggris, bahwa ''tidak mengandung babi''. Tapi, tetap disajikan wine atau minuman beralkohol, tapi penumpang bisa tidak memilih. Warga Turki sendiri banyak yang mengonsumsi alkohol dan di sana terkenal arak ''nasional'' bernama raki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski negeri itu sekuler, pemimpinnya, Presiden Abdullah Gul dan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, dikenal sebagai muslim yang taat. Erdogan adalah lulusan madrasah Imam Hatip. Ketua partai yang memerintah -AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi, Partai Keadilan dan Kesejahteraan)- ini tetap terbuka mengekspresikan ketaatannya sebagai muslim. Istrinya berjilbab, juga istri Gul. Partainya yang mayoritas di parlemen juga mengamandemen undang-undang larangan berjilbab di institusi publik. Namun, belakangan amandemen itu dinyatakan melanggar sekularisme oleh Mahkamah Konstitusi. Sanksinya, AKP ditegur dan dana bantuan negara untuk partai itu distop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Ramadan, PM yang mulai memerintah pada 2003 itu pernah pingsan saat puasa Ramadan. Mantan wali kota Istanbul kelahiran 1954 itu menderita hypoglycernia akibat kerja keras saat puasa Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih menghebohkan, saat dia dibawa ke rumah sakit, kunci mobil lapis baja tertinggal di dalam mobil yang membawanya itu. Akibatnya, Erdogan terkunci dalam keadaan tak sadarkan diri. Akhirnya, petugas mendapatkan palu dari lokasi proyek tidak jauh dari rumah sakit. Kaca antipeluru pun digodam untuk menyelamatkan sang perdana menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat beberapa hari, Erdogan pulih hingga kini. Dua hari lalu dia mengundang buka puasa bersama para diplomat asing. Momentum itu digunakannya untuk mengkritik Uni Eropa yang terus mengulur-ulur keanggotaan Turki. Perdana menteri yang ''santri'' itu tetap mewarnai puasanya dengan perjuangan menyejajarkan bangsanya dengan kemajuan Eropa. (el)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-6716851498656735453?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/6716851498656735453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=6716851498656735453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6716851498656735453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/6716851498656735453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/menghormati-orang-tidak-berpuasa-di.html' title='Menghormati Orang Tidak Berpuasa di Negara Turki (1)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SNTv7MBESaI/AAAAAAAAACQ/b6imFZVBJbU/s72-c/25190large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-2717772788502208482</id><published>2008-09-05T03:16:00.001+02:00</published><updated>2008-09-25T17:05:16.129+02:00</updated><title type='text'>Kunjungi Tanah Suci saat Lingkungan Masjidilharam Dirombak ( 2- Habis )</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lewat 13 Pintu Favorit Harus Siapkan Masker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megaproyek perluasan Masjidilharam yang dikerjakan nonstop tidak mengganggu aktivitas ibadah para jamaah umrah. Namun, tetap ada beberapa "kenyamanan" yang hilang dan tidak bisa dinikmati lagi seperti dulu. Berikut lanjutan laporan wartawan Jawa Pos SAMSUDIN ADLAWI dan ABDUL MUIS.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANGGILAN azan salat Asar terdengar dari menara Masjidilharam. Mendengar suara muazin itu, puluhan ribu jamaah umrah beranjak dari penginapan masing-masing. Di luar mereka harus melawan terik matahari akhir Agustus yang menyengat, ditambah debu jalanan hasil pembongkaran bangunan dan bukit sekitar Masjidilharam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki pelataran masjid, para jamaah dari berbagai bangsa itu berjalan cukup tertib. Tidak ada yang berebut meski kumandang azan sudah berganti iqamah yang menandakan salat berjamaah segera mulai. Beberapa orang memilih langsung membentangkan sajadah di pelataran dan tidak masuk masjid, takut terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah yang tidak membawa sajadah juga tak perlu bingung. Mereka bisa langsung berdiri dengan tumit di posisi saf (garis salat) sembari menata sandal dan sepatu di dekatnya. "Rasanya seperti salat di dalam kamar yang lantainya baru dipel pembantu," seloroh Bachtiar, jamaah asal Mojokerto, yang berangkat dengan BIA Travel Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sehari-hari sekitar Masjidilharam diguyur debu efek penghancuran gunung (Jabal) Umar yang bekerja nonstop, lantai di pelataran Masjidilharam tetap bersih dan tak berdebu. Begitu pula aktivitas perluasan di dalam masjid tidak sampai mengganggu kekhusyukan ibadah. Mereka tetap bisa salat sunah, membaca Alquran, tawaf, sai, tanpa terganggu oleh aktivitas para pekerja megaproyek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, di beberapa pintu masjid, para jamaah tidak bisa seenaknya masuk seperti bulan-bulan sebelumnya. Terutama pintu-pintu yang menghadap langsung ke Jabal Umar. Tercatat ada 13 pintu yang aksesnya agak terganggu. Yakni, pintu 12 hingga 24.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu-pintu yang terganggu akibat perluasan Masjidilharam itu bernama Quraisy, Afqodisiah, Oziz Thuwa, Umar Abdul Aziz, Murod, Hudaibah, Babussalam Jahid, Garoroh, Alfathah, Faruq Umar, Nadwah, Syamsiah, dan Alqudus. Jamaah kini tidak nyaman lewat pintu-pintu itu. Mereka harus siap menutup mulut dan hidung dengan masker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu pintu-pintu tersebut menjadi favorit jamaah, baik haji maupun umrah. Sebab, begitu keluar dari pintu-pintu itu jamaah langsung sampai di tempat belanja murah dan hotel murah. Keluar dari pintu Masjidilharam lalu naik tangga sudah masuk kawasan Pasar Seng. Jawa Pos yang mencoba lewat pintu Alfathah dan hendak ke Pasar Seng terpaksa balik arah. Sebab, selain tidak membawa masker, debu tebal beterbangan dari arah Jabal Umar dan bangunan hotel yang sedang dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula saat mau masuk salah satu dari 11 pintu yang ada di sisi kawasan menuju Aziziah, juga gagal. Tak satu pun dari pintu pertama, yakni Pintu Shafa, Babussalam, sampai Marwah yang buka. Pintu-pintu di kawasan tersebut ditutup total. Bahkan, area sai juga dibungkus rapat dengan terpal biru. Malah di tempat ini ada beberapa askar (petugas keamanan) yang berjaga-jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di area itu jamaah umrah juga sudah tidak bisa melihat lagi bangunan rumah yang konon jadi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lokasi bangunan itu amat dekat dengan Pasar Seng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking luasnya, areal Masjidilharam memiliki sedikitnya 94 pintu. Antara lain, pintu King Abdul Aziz yang menghadap perpustakaan dan Jabal Umar. Lalu, pintu Amir Fath yang menghadap persis pintu masuk Tower Zamzam Hotel. Pintu inilah yang menjadi andalan keluar masuknya para jamaah umrah menjelang bulan haji tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, akses yang masih terbuka adalah pintu Abbas, Bani Hasyim, Ali, Nabi, dan Bani Syaiban. Lalu pintu Arofah, Mina, Bilal, Abu Bakar, Umar, serta pintu Umrah yang menghubungkan jalan menuju Hotel Hilton dan Hotel At Darul Tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tidak ada debu yang mengganggu jamaah di luar masjid, debu-debu penghancuran bangunan hotel dan gunung tersebut tak sampai masuk area dalam masjid. Lantai masjid dan lantai terbuka di sekitar Hajar Aswad tempat tawaf tetap bersih mengkilat. Sesekali tenaga cleaning service tampak membersihkannya. Begitu pula kiswah (kain hitam yang dihiasi sulaman benang emas) yang membungkus Kakbah tetap tampak bersih dari debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap bersihnya areal di dalam masjid itu diduga tak lepas dari desain bangunan Masjidilharam. Konstruksinya seperti "benteng" mengelilingi Kakbah yang dilengkapi tujuh menara yang menjulang tinggi. Namun, alasan ini juga sulit diterima. Sebab, bangunan kubus yang menjadi kiblat umat Islam sedunia itu berada di lembah bukit Makkah paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan hamparan lantai di luar masjid yang juga tak kalah bersih? Padahal, iringan debu limbah proyek perluasan Masjidilharam seharusnya mudah mencium lantai yang terbuat dari batu granit itu. Apalagi, jarak proyek itu hanya selemparan batu dari Masjidilharam. Ditambah hawa kering dan embusan angin gurun yang cukup kencang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan itu, seusai salat Subuh, Jawa Pos tidak langsung kembali ke kamar di Tower 5 Hotel Hilton. Saat di halaman Masjidilharam itulah, Jawa Pos melihat sekelompok cleaning service mengepel lantai luar masjid. Teknik mengepelnya seperti di Indonesia: membawa timba berisi air dan sapu pel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari mereka ternyata dari Indonesia. Namanya Rofiq. Usianya baru 22 tahun. TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, itu bersama teman-temannya mendapat tugas membersihkan lantai halaman luar masjid. ''Pokoknya, yang berseragam biru seperti saya, tanggung jawabnya menjaga kebersihan di luar Masjidilharam,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain petugas berseragam biru, ada petugas berseragam hijau. Mereka bertanggung jawab atas kebersihan di dalam Masjidilharam. Termasuk membersihkan lantai terbuka tempat tawaf yang mengelilingi Hajar Aswad. Sedangkan yang berseragam biru tua bukan ketelpak adalah teknisi AC. "Petugas yang mengenakan seragam krem bertugas mengisi ulang galon air zamzam," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Masjidilharam memang terdapat ribuan galon air zamzam. Galon warna krem itu ditata rapi berbanjar. Setiap banjar ada yang 12 galon, 14 galon, dan 16 galon. Di kanan setiap galon terdapat tumpukan gelas plastik bersih. Di sebelah kirinya disediakan tempat untuk menaruh gelas habis pakai. Yang tidak bisa minum air dingin, disediakan galon yang ditandai dengan tulisan Arab warna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galon-galon itu ditaruh di kanan atau kiri lorong 94 pintu masuk. Juga ada yang ditaruh di serambi dan di lingkaran tawaf paling luar. Bahkan, di halaman luar masjid juga disediakan galon air zamzam. Galon-galon air zamzam itu diletakkan tepat di luar mulut setiap pintu masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat jamaah umrah maupun haji bisa minum air zamzam tanpa harus antre. Jamaah juga tidak perlu khawatir kehabisan air zamzam. Sebab, setiap saat petugas berseragam krem -seperti warna galon air zamzam- siap mengisi galon-galon yang habis. Jumlah mereka cukup banyak. Sama banyaknya dengan jumlah petugas kebersihan. ''Total petugas kebersihan dan pengisi galon zamzam mencapai 1.000 orang,'' kata Hazim M. Hassanain, pengusaha yang menjadi partner bisnis Jawa Pos di Jeddah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dibagi dalam tiga sif. Masing-masing sif bekerja delapan jam. Dengan demikian, selama 24 jam nonstop di lingkungan Masjidilharam selalu siaga petugas kebersihan dan isi ulang galon air zamzam. Logistik air inilah yang menyebabkan jamaah tetap bisa nyaman beribadah. Mulai iktikaf di dalam Masjidilharam, tawaf, salat, zikir, sampai membaca Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema zikir dan bacaan kalam Ilahi tersebut membuat suara bising akibat hiruk pikuk proyek perluasan Masjidilharam sama sekali tak terdengar. Padahal, dari lantai 14 Tower 5 Hotel Hilton, tempat Jawa Pos menginap, derum mesin alat-alat berat itu nyaring terdengar. (el)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-2717772788502208482?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/2717772788502208482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=2717772788502208482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2717772788502208482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2717772788502208482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/kunjungi-tanah-suci-saat-lingkungan_05.html' title='Kunjungi Tanah Suci saat Lingkungan Masjidilharam Dirombak ( 2- Habis )'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-8324699107623848188</id><published>2008-09-03T02:46:00.002+02:00</published><updated>2008-09-03T02:48:41.119+02:00</updated><title type='text'>Kunjungi Tanah Suci saat Lingkungan Masjidilharam Dirombak Besar-besaran (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SL3e2jYU05I/AAAAAAAAACI/Jmgfd17m5tU/s1600-h/21945large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SL3e2jYU05I/AAAAAAAAACI/Jmgfd17m5tU/s200/21945large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241590570120696722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Protes Batalkan Pemasangan Eskalator di Tempat Sai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi sedang memperluas Masjidilharam di Makkah. Aktivitas pembongkaran bangunan besar-besaran dilakukan untuk megaproyek itu. Apa dampaknya bagi calon jamaah haji Indonesia? Berikut catatan wartawan Jawa Pos SAMSUDIN ADLAWI dan ABDUL MUIS yang baru dari sana.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DERU mesin puluhan dump truck dan berbagai alat berat meraung-raung di sekitar Masjidilharam. Truk-truk itu hilir mudik mengangkut bongkahan batu, tanah, dan beton yang dihancurkan backhoe. Kepulan debu pun beterbangan dari kaki gunung dan bangunan bekas hotel yang dirobohkan. Anehnya, lantai granit putih tulang di sekeliling Kakbah tetap bersih. Padahal, tak ada tudung apa pun yang menutupi lantai tempat orang tawaf (mengelilingi) bangunan kubus yang ditutup kain hitam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akitivitas pembongkaran itu berlangsung siang hingga malam. Nonstop. Hanya kumandang azan dari menara tinggi Masjidilharam yang menghentikan aktivitas itu. Begitu muazin melantunkan panggilan salat, para pekerja turun dari kabin truk dan alat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator mesin derek (crane) yang memasok material ke atas lokasi perluasan lintasan sai juga langsung menghentikan kegiatan. Namun, karena sedang berada di ketinggian puluhan meter, mereka memilih salat di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah terik matahari dengan suhu 45 derajat Celcius, Jawa Pos menyaksikan satu per satu kawasan yang selama ini dikenal para ''tamu Allah'' pengunjung kota Makkah. Mulai Jabal (gunung) Umar, kawasan Samiah, hingga Pasar Seng yang menjadi tempat belanja favorit jamaah haji Indonesia. Demikian juga, hotel-hotel berbintang seperti Makkah Sofitel, Grand Makkah, New Safa Hotel, dan Sheraton Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan dalam Masjidilharam yang ikut dibongkar adalah lokasi sai (salah satu rukun umrah/haji, yakni berlari kecil dari bukit Safa ke Marwah). Karena masih dalam tahap penggarapan, jamaah umrah -termasuk Jawa Pos- harus melakukan sai di jalur baru. Tepat berada di kiri jalur lama yang ditutup rapat dengan dinding terpal warna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking rapatnya tutup terpal itu, jamaah umrah tidak bisa melihat wujud bukit Safa dan Marwah. Begitu pula saat mulai sai, jamaah umrah tidak bisa melihat Kakbah dari bukit Safa seperti dahulu. Mereka cukup melambaikan tangan, baik saat memulai sai maupun ketika melintas di bukit Safa dan Marwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluasan jalur sai terus dikebut sehingga pada musim haji tahun ini diharapkan sudah bisa dipergunakan. Jawa Pos mengintip dari dinding terpal yang berlubang, sejumlah pekerja sedang sibuk memasang ornamen dan batu granit di setiap tiang-tiang penyangga lantai dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan tiang lama yang didominasi warna krem dan kuning keemasan, tiang-tiang di lokasi sai yang baru didominasi granit warna merah muda dan biru tua. ''Kalau sudah jadi nanti, jalur sai akan tambah luas. Dua kali lipat dari yang sekarang. Termasuk jalur khusus untuk jamaah yang menggunakan kursi roda,'' tutur Syaiful Bahri, pria asal Madura, yang sering menjadi pemandu jamaah umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus jalur untuk jamaah berkursi roda, rencana awalnya akan dibuatkan eskalator datar (horizontal escalator) seperti yang ada di bandara-bandara internasional. Dengan demikian, jamaah tidak perlu menggerakkan kursi roda atau didorong orang lain. Namun, rencana itu dibatalkan setelah diprotes sejumlah pemimpin negara Islam. Alasan yang mendasar, hakikat ibadah sai itu mengutamakan kegiatan berjalan (kaki). Bukan diam di atas tempat yang bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluasan Masjidilharam untuk menciptakan suasana lapang sehingga jamaah haji dan umrah yang setiap tahun terus bertambah jumlahnya bisa melakukan aktivitas ibadah dengan nyaman. Kerajaan Arab Saudi menganggap penting megaproyek itu karena bangunan Masjidilharam saat ini mulai terasa sempit dan ''kumuh''. Di sekitarnya banyak berdiri lapak pedagang. Selain itu, banyak hotel dan bangunan lain cukup dekat dengan masjid. Hotel dan bangunan itu tampak kurang tertata rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya hotel yang dibongkar untuk perluasan Masjidilharam berdampak pada jumlah penginapan dekat Masjidilharam berkurang. Akibatnya, demand dan supply tidak berimbang. Hotel yang tadi berjarak cukup jauh dari Masjidilharam dan hanya ramai saat musim haji sekarang menjadi ramai. Hotel-hotel itu dipenuhi jamaah umrah dari berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak jauh dari Masjidilharam berdiri beberapa hotel berbintang lima, seperti Hilton dan Dar al-Tawhid. Juga, ini yang paling baru dan cukup dekat jaraknya dengan Masjidilharam, Zamzam Tower. Saking dekatnya, begitu keluar dari balkon hotel, kaki kita sudah menginjak halaman Masjidilharam. Namun, tarifnya lumayan mahal. Hanya beberapa jamaah Indonesia yang mampu menginap di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak di antara jamaah umrah dari Indonesia yang memilih menginap di daerah Misfalah. Selain bertarif murah, jaraknya tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 100-150 meter dari Masjidilharam. Kelebihan yang lain, daerah itu bebas dari jangkauan debu pembongkaran gedung dan bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, memasuki Ramadan seperti sekarang hotel-hotel di Makkah ramai-ramai menaikkan tarif. Hotel bintang empat yang biasanya hanya bertarif 450 riyal (SAR 450) atau sekitar Rp 1.100.00 per malam pada saat Ramadan mematok tarif SAR 800 per malam atau hampir dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya pada 10 hari terakhir Ramadan nanti. Saat itu, tarifnya lebih gila. Satu paket selama 10 malam, hotel bintang empat akan mematok tarif hingga SAR 22.000 atau 2.200 riyal (lebih dari Rp 5 juta) per malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi jamaah umrah yang hanya punya uang pas-pasan, masih ada alternatif penginapan. Yakni, di hotel yang berada di jalan-jalan sempit sekelas Hotel Joharat al-Hujjaj. Yang penting kamarnya bersih. Jaraknya tidak teramat jauh dari Masjidilharam. Tarif hotel kelas itu berkisar SAR 12.000 per 10 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renovasi di sekitar Masjidilharam juga berdampak pada persiapan penyelenggaran ibadah haji Indonesia. ''Pembongkaran besar-besaran ini sangat berpengaruh kepada penyelenggaraan haji tahun ini,'' papar Dharmakirty Syailendra Putra, konsul pada Konsulat Jenderal RI di Jeddah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sudah pasti, lanjut dia, harga pemondokan jamaah haji melonjak drastis. Tahun lalu, sebelum ada pembongkaran, harga sewa/kontrak perumahan atau pemondokan hanya USD 2.000. Tapi, tahun ini para pemiliknya jual mahal. Mereka memasang banderol USD 3.000. Padahal, pemerintah sudah menetapkan pagu untuk sewa maktab seperti tahun lalu, yakni USD 2.000. Akibatnya, panitia penyelenggara haji kesulitan mencari perumahan untuk maktab calon jamaah haji Indonesia. Apalagi, mencari yang harganya murah seperti tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain biaya sewa yang naik drastis, letak pemondokan itu lebih jauh dari Masjidilharam. Itu logis. Sebab, setelah adanya pembongkaran besar-besaran, hotel dan pemondokan di sekitar Masjidilharam menjadi sedikit. Akibatnya, kebutuhan pemondokan untuk jamaah haji bergeser ke tempat yang lebih jauh. Itu dialami panitia penyelenggara haji seluruh dunia. ''Jadi, bukan hanya Indonesia,'' kata Dharmakirty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tahun lalu letak pemondokan jamaah haji Indonesia paling dekat ke Masjidilharam 1,4 kilometer, sekarang mencapai 1,7 kilometer. Konsekuensinya, panitia harus menyediakan kendaraan tambahan. Semua itu membutuhkan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Penyebab-penyebab ini yang harus dimaklumi jamaah haji. Jangan ada penilaian ongkos haji naik, jarak maktab tambah jauh,'' katanya. (el)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-8324699107623848188?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/8324699107623848188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=8324699107623848188' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/8324699107623848188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/8324699107623848188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/09/kunjungi-tanah-suci-saat-lingkungan.html' title='Kunjungi Tanah Suci saat Lingkungan Masjidilharam Dirombak Besar-besaran (1)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SL3e2jYU05I/AAAAAAAAACI/Jmgfd17m5tU/s72-c/21945large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-4779322234191855043</id><published>2008-08-26T03:04:00.000+03:00</published><updated>2008-08-26T03:06:19.548+03:00</updated><title type='text'>Kemajuan Negara Seribu Tuhan (5-Habis)</title><content type='html'>Bangalore Jadi Model Kota Baru Gandhiabad&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOTA terakhir yang saya kunjungi adalah Bangalore. Inilah kota yang tiba-tiba sangat terkenal di peta dunia mutakhir. Tak lain karena di kota bagian selatan India itu menjadi pusat outsourcing dunia. Banyak perusahaan Amerika atau Eropa yang punya kantor di situ tanpa mereka sendiri tahu seperti apa bentuk kantornya, kecuali lewat internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan Anda menelepon ke satu perusahaan terkenal di Amerika. Atau menanyakan suatu produk perusahaan Amerika. Atau bahkan menanyakan penerbangan Anda dengan pesawat Amerika. Lalu, ada orang yang menerima telepon di sana dalam bahasa Inggris. Jangan selalu Anda sangka bahwa Anda sedang berbicara dengan seseorang di Amerika. Sangat mungkin, penjawab telepon Anda itu orang di Bangalore. Atau Anda memesan software. Pesannya ke Amerika dan software Anda dikirim dari Amerika. Sebenarnya, sangat mungkin pesanan Anda itu masuk ke Bangalore dan menerimanya pun dari Bangalore tanpa singgah sama sekali di Amerika.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota tersebut mendapatkan banyak julukan yang membanggakan: Plug and Play City, World Teleport City, World IT Hub, atau bahkan Silicon Valley India. Sayang, ketika tiba di Bangalore lagi hari libur (dan karena itu tidak bisa masuk ke kompleks pusat outsourcing ini), tapi saya menjadi tahu "bentuk fisik"-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir kota berpenduduk 4,5 juta itu, terdapat satu kompleks seluas 20 hektare yang penuh dengan gedung baru sangat modern. Puluhan gedung kaca saling terhubung oleh koridor. Halamannya sangat luas dengan pertamanan sekelas Singapura. Itulah kompleks gedung setinggi 12 lantai penampung 20.000 tenaga kerja yang semuanya profesional. Kompleks tersebut hidup terus 24 jam karena harus melayani banyak negara dengan jam yang berbeda. Siang di Amerika atau Eropa berarti malam di India. Karena itu, jaringan listriknya independen dan berlapis tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompeks tersebut sangat mencolok di Bangalore karena sangat kontras dengan keadaan umum kota itu. Tapi, terasa bahwa kompleks tersebut telah menjadi pendobrak perubahan besar-besaran di Kota Bangalore. Di tengah-tengah kondisi kota yang masih seperti Palembang (Sumatera Selatan), kini juga muncul banyak proyek baru. Jalan-jalannya sedang diperlebar. Ring road sedang giat-giatnya dibangun. Gedung-gedung baru mulai bermunculan. Debu masih beterbangan karena pembongkaran bagian-bagian lama sedang berlangsung. Sudah banyak toko dan warung yang dipermak wajah depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di sekitar kompleks itu, kini dibangun puluhan gedung apartemen pencakar langit, pusat-pusat outsourcing baru, proyek-proyek serupa, hotel-hotel bintang lima, dan pusat hiburan. Saya memperkirakan, sepuluh tahun ke depan Bangalore sudah berubah menjadi kota modern. Bandaranya, yang baru saja selesai dibangun tiga bulan lalu, tidak terlalu besar, tapi berselera amat tinggi. Kelihatan sekali bahwa desain bandara itu disesuaikan dengan "merek baru" Kota Bangalore sebagai kota teknologi informasi modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya pajangan tas Louis Vuitton dalam ukuran gigantik di lobi bandara itu menambah tingginya selera penampilannya. Tas LV tersebut bertengger di lobi dengan ukuran sekitar 6 x 8 meter dan tebal 1 meter. Semua orang yang lewat lobi langsung terpana karena pajangan itu. Tidak sedikit yang kemudian berhenti, memandangnya dengan kagum setengah bermimpi untuk memiliki aslinya. Tapi, yang lebih banyak lagi hanya memilih berfoto dengan latar belakang LV gigantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sukses pasti ditiru. Apalagi sukses besar seperti yang terjadi di Bangalore. Bukan saja sukses materi, tapi juga harga diri dan nama besar. Tak ayal bila jalan kemajuan yang ditempuh Bangalore segera menjadi model bagi kota lain yang ingin mengejar. Salah satunya di Gujarat. Negara bagian ini terang-terangan ingin menjadi Bangalore lain yang lebih siap. Kota Ahmadabad, kota terbesar di Negara Bagian Gujarat, menyediakan infrastruktur yang tidak kalah hebatnya. Bandara barunya juga sudah selesai dengan citranya yang juga modern. Jaringan komunikasinya juga dirombak. Bahkan, Gujarat menyediakan satu kota baru yang dinamakan Gandhiabad (Kota Gandhi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kota baru yang dijadikan ibu kota Negara Bagian Gujarat. Kotanya memang masih sepi, tanahnya masih banyak yang kosong, tapi kesiapannya sangat baik. Semua jalannya kembar dengan sempadan yang sangat lebar dan hijau di kanan kirinya. Jalan-jalan seperti itu tidak hanya ada di bagian kota yang sudah dihuni, tapi juga di seluruh kota yang belum berpenghuni sama sekali. Perencanaan tata kotanya juga sangat hebat. Tidak ada bangunan yang dekat sempadan, apalagi dekat jalan. Setiap pertemuan jalan selalu berbentuk bundaran yang luas. Garis tengah kota baru ini 40 kilometer sehingga memang sebuah kota baru yang sangat luas. Berada di Gandhiabad seperti tidak sedang berada di India. Memang baru ada satu kompleks outsourcing di kota ini, tapi pemasaran masih jalan terus. Kota ini mengambil nama Mahatma Gandhi karena Gandhi memang lahir di Gujarat dan berumah di Kota Ahmadabad. Saya sempat mengunjungi rumahnya yang kini menjadi satu dengan kompleks Museum Gandhi yang tertata baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat bersaing untuk saling lebih maju di banyak negara bagian/kota sedang terjadi juga di India. Saya termasuk yang percaya bahwa dalam 15 tahun ke depan, India akan menjadi negara Hindu yang sangat maju -meski saya juga percaya masih jauh untuk dikatakan bisa mengalahkan Tiongkok. Tentu banyak yang berkepentingan agar India bisa maju seperti itu. Kalau India maju, 600 juta orang miskin akan mempunyai harapan untuk keluar dari penderitaannya. Demikian juga, bagian utara negeri itu yang amat indah seperti Kashmir akan bisa terselamatkan dari kerusakan lingkungan oleh kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan, kalau India benar-benar bisa makmur kelak, kota seperti Shrinagar di Kashmir akan langsung mengalahkan Hangzhou! Kota itu memiliki danau yang mestinya tidak kalah dengan Xihu di Hangzhou. Pemandangan di sekitarnya juga fantastis. Bandaranya yang baru memang sedang diselesaikan. Tapi, untuk bisa membuat danau itu tertata seperti di Hangzhou, masih ada tanda tanya besar kapan akan bisa dipikirkan. Apalagi kekumuhan kota yang mengitarinya sangat kontras dengan modernisasi Kota Hangzhou. Tapi, melihat alam Shrinagar, potensi itu luar biasa hebatnya. Problem danau Shrinagar rasanya masih sama dengan Danau Toba kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja India makmur kelak, Taj Mahal akan langsung bersaing ketat dengan Kota Terlarang di Beijing. Pura-puranya yang sangat banyak dan indah-indah akan sejajar atau mengalahkan daya tarik kuil-kuil yang kini jadi objek unggulan di Tiongkok. Lereng Gunung Himalaya-nya bisa ditata oleh kemakmurannya dan langsung akan menjadi seindah atau lebih indah daripada kawasan di Kunming atau Jiu Zhai Gou di Pegunungan Sichuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan demokrasi di India berikut konsep otonominya sudah menemukan bentuk. Tinggal menunggu apakah bentuk itu akan menjadi wujud yang nyata atau meleleh lagi. Memang masih ada ratusan partai, tapi umumnya partai lokal. Partai nasionalnya tinggal tujuh saja. Bongkar pasang koalisinya juga sudah sangat rumit sehingga partai api sudah bisa berkoalisi dengan partai bensin tanpa terjadi kebakaran. Partai air sudah biasa ganti berkoalisi dengan partai kertas tanpa membuat si kertas basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini negara bagian juga lagi berlomba bikin jalan tol atau jaringan kereta bawah tanah. Kota Hyderabad di pedalaman pun kini sedang punya proyek kereta bawah tanah. Kota itu memang tidak punya uang, tapi berhasil mengundang investor. Kota Madras (kini disebut Chennai) punya jalan tol yang terasa sekali "dipaksakan". Jalan menuju luar kota dan pusat rekreasi di pantai terpanjangnya itu sebenarnya, semula, jalan umum biasa. Tapi, karena sempadannya cukup lebar dan belum dijarah penghuni liar, jalan itu diperlebar. Yang melebarkannya adalah investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jadilah jalan tersebut jalan tol lengkap dengan pintu gerbang tolnya. Panjangnya 30 kilometer. Karena asal mulanya jalan umum biasa, jalan tol itu menjadi unik: lebar dan mulus, namun banyak rumah di kanan-kirinya. Sepeda motor, gerobak, pejalan kaki, dan sepeda-pancal boleh lalu-lalang di jalan ini. Yang penting, Madras bisa menyelesaikan kemacetan yang seperti leher botol di situ. Memang jalan tersebut menjadi jalan tol, tapi tarifnya lebih murah daripada jalan tol yang normal. Demokrasi yang ruwet tidak menghalangi Madras punya jalan tol dalam kota. Apa pun bentuk jalan tol itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, parlemen di India akhirnya sangat mendukung kemajuan itu. Berbagai landasan hukum yang diperlukan disetujui untuk dilaksanakan. UU jalan tolnya disiapkan DPR yang kemudian bisa melindungi pemerintahnya dari banyak gugatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita di Indonesia? Di periode yang lalu, pemerintah kita juga cukup pintar memanfaatkan peluang akan berakhirnya masa jabatan parlemen. Saat berada dalam hari-hari akhir seperti itu, anggota parlemen sedang diburu waktu yang sempit: mau mencari pensiun dunia atau pensiun akhirat. Masa seperti itu sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan mengajak mereka memforsir pengesahan beberapa undang-undang yang penting dan mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kita bisa mengajak parlemen untuk kali yang terakhir mengabdi bagi kepentingan jangka panjang bangsa. Sahkanlah sekarang juga, sebelum periode DPR ini berakhir, berbagai UU yang bisa memperlancar pelaksanaan pembangunan jangka panjang Indonesia. Sahkanlah UU pajak, UU jalan tol, UU pelabuhan, dan berbagai UU penting lainnya. Itu akan menjadi bekal yang amat mendasar bagi pemerintah yang akan datang (siapa pun presidennya) untuk, begitu terpilih, bisa langsung lari cepat. Jangan sampai untuk yang akan datang itu, masa jabatan presiden yang lima tahun habis hanya untuk persiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, pemerintah sekarang mungkin tidak mau lagi menyogok anggota parlemen sampai Rp 100 miliar. Maka, saya pun ragu DPR tertarik untuk mengesahkannya. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-4779322234191855043?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/4779322234191855043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=4779322234191855043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4779322234191855043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4779322234191855043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/08/kemajuan-negara-seribu-tuhan-5-habis.html' title='Kemajuan Negara Seribu Tuhan (5-Habis)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-1230952469716350454</id><published>2008-08-25T04:51:00.001+03:00</published><updated>2008-08-25T04:53:32.986+03:00</updated><title type='text'>Kemajuan Negara Seribu Tuhan (4)</title><content type='html'>Momentum Mengikis Kasta dengan Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAPANKAH sistem sosial yang masih berkasta-kasta akan berakhir di India? Sehingga, kemajuan ekonominya yang pesat beberapa tahun terakhir ini bisa lebih cepat lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kasta memang masih sangat terasa dan menghambat kemajuan di India. Namun, sebenarnya sudah banyak juga berubah. Di kota-kota besar sudah lebih tidak terasa. Tapi, di kota kecil, apalagi di pedesaan, perubahan terjadi seperti kalau saya membaca email dalam bahasa Mandarin: sangat lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan telah terbukti bisa membawa harapan. Harapan membawa optimisme warganya. Kemajuan, harapan, dan optimisme ketika menjadi satu akan melahirkan percepatan kemajuan. Sistem kasta pun kelak akan terlindas oleh kemajuan yang kian cepat itu. India kelihatannya sudah mencapai momentum itu.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum yang pernah kita capai pada 1970-an yang telah membawa Indonesia ke kemajuan di era 1980-an, tapi kemudian hancur akibat krisis moneter. Lalu momentum itu muncul lagi pada 2000. Tapi, hilang lagi dalam waktu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kelihatannya gejala momentum itu akan muncul lagi -kali ini mudah-mudahan tidak akan hilang lagi. Momentum yang sama didapat Tiongkok pada 1980 yang kemudian bisa dipegang terus tanpa pernah hilang sampai sekarang. Tiongkok bisa jadi akan kehilangan momentum itu kalau harga minyak dunia yang sudah sempat mencapai USD 146 per barel itu terus melejit hingga USD 200 per barel. Tapi, Tiongkok kelihatannya terhindar dari kehilangan momentum itu karena tanda-tanda ke arah harga minyak yang tak terkendali sudah tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan menghilangkan sistem kasta memang sudah dilakukan tidak habis-habisnya. Termasuk oleh kalangan Hindu sendiri. Kian lama juga kian banyak kuil yang memperbolehkan kasta terendah masuk ke dalamnya. Agama Hindu Sai Baba, yang di Indonesia banyak juga pengikutnya, termasuk yang tidak setuju adanya pembedaan manusia berdasar kasta. Pemberontakan demi pemberontakan juga terjadi meski memang cukup jarang. Sejak 1700 sampai 1900 terjadi 13 kali pemberontakan besar dari kasta terbawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah zaman kemerdekaan gerakan antikasta kian besar. Apalagi setelah 1980-an. Kalau selama 40 tahun setelah kemerdekaan fokus masyarakat India di bidang politik, setelah 1980-an beralih ke soal kasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, kalau dilihat apa yang terlihat sekarang, hasil semua gerakan itu masih kurang memadai. Memang ketua Mahkamah Agung India sekarang dijabat seorang Dalit, tapi masih sangat sedikit yang bisa mencapai level atas. Sistem kasta itu rupanya sudah sangat mengakar di tengah masyarakat sehingga begitu sulit menghapuskannya. Padahal, UUD India yang dilahirkan pada 1950 sudah menghapuskan sistem kasta secara resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut kasta itu ternyata bukan hanya empat (Brahma, Ksatria, Waisya, dan Sudra) seperti yang kita pelajari dalam buku sejarah di sekolah. Masih ada satu lapisan lagi yang masuk kasta Sudra pun tidak layak. Kasta ini dulu tidak bernama -setidaknya dirinya sendiri tidak pernah memberi nama. Tapi, karena orang di lapisan atasnya harus menyebut mereka, maka nama tidak resmi kemudian lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali sebutan untuk mereka. Kian lama rupanya kian perlu menyeragamkankannya. Maka, disebutlah mereka kaum jembel. Kalangan pejuang dan intelektual modern lantas menyebut mereka ''kalangan tidak tersentuh kemanusiaan''. Mahatma Gandhi, sebagai pejuang utama bangsa India, menyebut mereka kaum harijan alias ''anak-anak Tuhan''. Tapi terakhir, mereka sendiri, dengan nada memberontak meresmikan nama kelompok mereka dengan sebutan Dalit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu lapisan atas menyebut nama kelompok mereka itu dengan agak berbisik, kini kelompok itu sendiri yang justru menggunakannya dengan terang-terangan, resmi, dan lantang. Karena sistem demokrasi memungkinkan, belakangan lahir pula partai resmi kelompok ini: Partai Dalit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejuang penghapusan kasta di India yang paling hebat adalah: B.R. Ambedkar. Saking kerasnya orang ini, sampai-sampai Gandhi yang menyebut mereka sebagai ''anak-anak Tuhan'' pun dia kecam dan dia musuhi habis-habisan. Sampai ke forum internasional kala itu. Dengan memberi sebutan itu, kata Ambedkar, sama saja Gandhi meresmikan terbentuknya satu kasta lagi di bawah kasta Sudra dengan nama ''kasta anak-anak Tuhan''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya sekarang, 70 persen umat penganut Kristen atau Katolik di India berasal dari kalangan Dalit. Masih terus menjadi pembicaraan apakah hal itu karena Kristen lebih bisa menerima mereka, atau memanfaatkan mereka atau mereka sendiri yang lebih homing berada di sana. Yang masuk Islam atau Buddha juga minim. Mayoritas Dalit yang jumlahnya sekitar 200 juta, masih tetap Hindu. Mereka menyebutkan di Kristen dan Islam, ternyata dalam kenyataan masyarakatnya juga masih menganut kasta, hanya dengan istilah berbeda. Setidaknya begitulah pengataman Ambedkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang dari 156 bishop di sana hanya enam yang dari Dalit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambedkar sendiri lahir dari keluarga Dalit. Sejak kecil dia diajari membaca kitab klasik Mahabharata dan Ramayana. Hanya, bapaknya jadi tentara penjajah Inggris. Dengan posisi bapaknya itu, Ambedkar bisa masuk sekolah. Hanya, teman-teman dan gurunya tetap tidak bisa menerima kalau Ambedkar duduk bersama mereka di dalam kelas. Maka bocah Ambedkar mengikuti pelajaran dari luar tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambedkar cilik juga tidak bisa minum. Peralatan minum seperti gelas dan keran tidak boleh digunakan untuk orang Dalit. Kalau toh dia harus minum, harus ada seseorang yang mengucurkan air dari atas. Ini agar tangan dan mulut seorang Dalit tidak menyentuh gelas atau ujung keran itu. Dengan cara minum seperti itu, kalau mulut seorang Ambedkar tidak berhasil menangkap air, kesempatan minum pun hilang. Dan tak terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambedkar rupanya ''anak Tuhan'' yang pandai dari sononya. Meski hanya belajar secara mengintip dari luar kelas, dia selalu lulus dengan amat baik. Mulai SD sampai SMA. Ketika Ambedkar masuk universitas di Bombay, dia anak Dalit pertama yang masuk perguruan tinggi. Penjajah Inggris dengan beasiswa yang minim lantas mengirimnya ke sekolah lebih tinggi di Inggris. Lalu dapat beasiswa juga ke Amerika. Dia belajar apa saja: hukum, sosiologi, bahkan kemudian keuangan. Kembali ke India dia menghadapi kenyataan sosial di masyarakatnya: dikawinkan dengan gadis berumur 9 tahun yang sudah dipersiapkan keluarganya. Tahun itu juga memperoleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambedkar menjadi pejuang hebat untuk kaumnya. Dia membenci apa saja yang ada di sistem sosial India saat itu -awal 1900. Sistem kastanya, sistem keagamaannya, dan bahkan sistem pemerintahannya -meski pemerintah itu yang membuatnya bisa sekolah di Inggris. Di Inggris itulah rupanya dia bersentuhan dengan gerakan baru yang memang lagi hangat di seluruh Eropa: ajaran Karl Marx dan terjadinya revolusi Bolsyewik di Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ketika istrinya berkali-kali minta izin untuk ziarah ke kuil Pandhapur yang menjadi dambaan hidupnya, Ambedkar tetap tidak mengizinkannya. Ambedkar merasa istrinya hanya akan menjadi korban diskriminasi di kuil itu. ''Kelak saya akan bikinkan kuil Pandhapur sendiri,'' katanya kepada istrinya. Sampai istrinya meninggal beberapa tahun kemudian, keinginan ziarah itu tidak terkabul. Kuil yang dijanjikan juga belum terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Inggris memberikan kemerdekaan India pada 1947, Ambedkar menjadi ketua tim perumus UUD India. Dia juga pernah jadi ketua parlemen. Fotonya kini abadi menghiasi gedung parlemen India bersama foto Mahatma Gandhi yang pernah dia musuhi itu. Di hari tuanya yang menderita karena diabetes, dia mendalami ajaran Buddha dan resmi masuk agama itu. Kehebohan melanda India karena bersama itu tercatat setengah juta pengagumnya ikut masuk Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu pada tahun-tahun berikutnya yang panjang terus memicu ketegangan antara orang Hindu ekstrem dan Buddha ekstrem. Suatu ketika patung Ambedkar tiba-tiba berkalung rentengan sandal jepit. Umat Buddha yang tentu berlatar belakang Dalit tersinggung dan marah. Begitulah ketegangan demi ketegangan masih terus terjadi. Di permukaan maupun di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan demokrasi, semua persoalan menjadi bisa lebih dibuka. Tapi, karena hidup menyebar di banyak negara bagian, mereka tidak kunjung berhasil menang pemilu dan menguasai pemerintahan. Pemilu sistem distrik di India tidak memungkinkan terakumulasinya suara Dalit. Baru tahun lalu Partai Dalit meraih mayoritas di negara bagian Uttarpradesh (bangunan Taj Mahal yang terkenal itu berada di provinsi ini). Maka, kini jabatan menteri besar (setingkat gubernur tapi dengan kekuasaan otonomi yang jauh lebih besar) dipegang tokoh Dalit. Wanita pula. Namanya Mayawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayawati sebenarnya pernah menjadi presiden di negara bagian dengan penduduk hampir 200 juta jiwa itu (hampir sebesar Indonesia) tiga tahun lalu, tapi hanya sebentar. Tidak sampai satu tahun. Mayawati dijatuhkan lawannya dengan tuduhan korupsi. Kini posisi Mayawati lebih kukuh. Namanya lebih populer (dalam pengertian termasuk membuat heboh) setelah dia mengambil putusan ini: mengangkat Ambedkar sebagai pahlawan resmi negara bagian Uttarpradesh. Belum cukup dengan itu, Mayawati mengangkat Sidharta Gautama -Tuhan yang mahaesa umat Buddha- juga sebagai pahlawan resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pemikiran positif kini juga mulai berkembang di India. Para pejuang Dalit yang mulai masuk kalangan politik atas, sudah mau mengubah strategi perjuangan. Mereka umumnya sepakat tidak perlu lagi secara vulgar memperjuangkan kaum Dalit. Hal itu hanya akan sangat sensitif untuk kasta yang di atas yang secara riil masih memegang sistem sosial yang berlaku. Kini para pejuang Dalit hampir sepakat membungkusnya dengan ''memperjuangkan golongan miskin dari kasta apa pun''. Dengan demikian, toh kalau berhasil, yang akan paling terangkat adalah kaum Dalit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira strategi baru itu memang lebih tepat. Sebab, di luar Dalit masih ada 300-an subkasta yang tergolong sangat miskin. Jumlah mereka ini saja mencapai sekitar 500 juta orang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang para peneliti, Barat dan Timur, belum berhasil mengungkap dan menyepakati bagaimana sejarah lahirnya sistem kasta dulu. Dari berbagai literatur yang saya baca, termasuk yang saya pakai untuk bahan-bahan serial tulisan saya ini, tidak ada satu pendapat yang amat kuat mengenai asal-usul sistem kekastaan ini. Sistem empat kasta yang serupa sebenarnya terjadi juga di Iran (agamawan selalu dari kelompok Athravan, militer dari kelompok Rathaestha, pedagang dari kelompok Vastriya dan pekerja/petani dari kelompok Huiti), tapi mengapa hasilnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut awal mula terjadinya kasta-kasta itu akibat masuknya orang-orang yang berdarah Indo-Arya ke India dari wilayah barat laut. Inilah kelompok yang kemudian menempatkan diri sebagai lapisan teratas. Kelihatannya agak masuk akal karena selama itu pemilik darah Arya selalu merasa dirinyalah golongan tertinggi di dunia ini. Tapi, ada pendapat bahwa sebelum kedatangan mereka pun sebenarnya sudah ada sistem kasta itu di India Selatan, setidaknya dua kasta terbawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajahan Inggris yang panjang (lebih dari dua abad) di India ternyata tidak bisa mengubah sistem ini. Bahkan, malah semacam meresmikannya karena ilmu Barat seperti statistik penduduk memerlukan penyebutan resmi. Bahkan lagi, dalam sistem penjajahan itu, menjadi resmilah bahwa kasta tertentu sama dengan pekerjaan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita menyandarkan harapan pada percepatan kemajuan ekonomi akan mempercepat hilangnya sistem kasta itu. Setidaknya ''menyembunyikannya'' ke bawah karpet, sebagaimana di bagian-bagian lain di dunia ini, termasuk di masyarakat kita. Bukankah sikap menggolong-golongkan orang berdasar tuan, pembantu, pegawai, pedagang, dan les miserables (kaum jembel) sebenarnya masih terus terjadi sampai sekarang -termasuk di sekeliling kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-1230952469716350454?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/1230952469716350454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=1230952469716350454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1230952469716350454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/1230952469716350454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/08/kemajuan-negara-seribu-tuhan-4.html' title='Kemajuan Negara Seribu Tuhan (4)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-4062174819712965753</id><published>2008-08-24T19:32:00.001+03:00</published><updated>2008-08-24T19:34:40.979+03:00</updated><title type='text'>Kemajuan Negara Seribu Tuhan (3)</title><content type='html'>Rapuh di Modal Sosial, Kuat "Tanaman Keras"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah India menjadi bukti dari tesis ''demokrasi dulu baru kemudian makmur?'' Artinya, apakah tanda-tanda akan terjadinya kemajuan pesat sekarang ini buah dari demokrasinya yang sudah dia jalani selama 60 tahun? Akankah India jadi bukti bahwa untuk berdemokrasi tidak perlu nunggu makmur dulu seperti yang terjadi di Taiwan, Korea, dan kemungkinan Tiongkok nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi maju seperti sekarang, Tiongkok memang perlu menderita dalam sistem komunisme selama 40 tahunan. Demikian juga, untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi seperti belakangan ini, India perlu menderita dalam sistem demokrasi murninya selama 60 tahunan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Tiongkok memang sudah kelihatan lebih maju 20 tahun lebih cepat dari India. Tapi, Tiongkok masih harus melewati satu ujian: bagaimana bisa melewati masa transisi ke bentuk demokrasinya kelak. Apakah akan lancar sebagaimana di Taiwan dan Korea? Atau akan seperti Indonesia yang prosesnya sangat ''keras'' dan menghabiskan waktu 10 tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memperkirakan masa transisi ke demokrasi itu akan bisa dilewati Tiongkok dengan soft landing. Ibarat kungfu, Tiongkok akan punya banyak jurus mabuk sekali pun. Proses menjadi demokrasi di tengah masyarakat yang sudah lebih makmur akan lebih lancar karena rakyatnya sudah lebih dewasa. Ibarat main kungfu pula, kelasnya mudah naik karena fisiknya sudah sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saya memperkirakan dalam 15 tahun ke depan Tiongkok sudah akan menjadi negara demokrasi. Yakni, setelah Tiongkok berhasil membangun pedesaannya yang sudah dimulai sejak lima tahun yang lalu. Memberikan demokrasi sekarang, kelihatannya dianggap masih rawan karena kesenjangan kota-desa, timur-barat, pantai-pedalaman, dan kaya-miskin masih sangat lebar. Indeks Gini Tiongkok masih berada di tingkat 4,6. Saya memperkirakan Tiongkok akan membuka sistem demokrasinya setelah indeks Gini-nya mencapai 3,8 atau 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Indeks Gini adalah tolok ukur untuk melihat tingkat kesenjangan kemakmuran penduduknya. Kian kecil angkanya, kian baik tingkat pemerataannya. Indeks Gini Inggris 3,1 dan yang terbaik Swedia 2,3. Memang, indeks Gini bukan satu-satunya ukuran kebaikan, karena bisa saja di suatu negara indeks Gini-nya bagus karena masih sama-sama miskin. Indeks Gini India dan Indonesia sama: 3,6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India tidak perlu lagi melewati proses tersebut. Tapi, India telanjur ketinggalan jauh. Itu bukan berarti India tidak punya persoalan besar. India masih harus menghadapi ujian berat: apakah teori ''bahwa air itu pasti menetes'' (trickle down effect theory) akan berjalan baik di India. Artinya, apakah uang yang beredar di lapisan atas yang mulai banyak yang kaya itu juga bisa menetes cukup deras ke bawah. Apakah jari-jarinya sangat rapat, sehingga air yang di telapak tangan itu tidak menetes sama sekali. Maksudnya, apakah dalam proses kemajuan ini, tetap saja yang kaya akan menjadi semakin kaya, sehingga kesenjangannya dengan yang miskin kian melebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan bidang sosialnya? Sangat menarik membandingkan India dengan Tiongkok. Bahkan, saya menarik kesimpulan modal sosial-lah (social capital) yang akan membedakan capaian kemajuan di dua negara. Di Tiongkok, social capital-nya luar biasa kuat. Wanita di Tiongkok sama produktifnya dengan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu antara lain hasil dari doktrin Mao Zedong. Misalnya, wanita harus memakai celana panjang (soal di dalamnya terserah masing-masing) dan harus mengenakan baju seperti laki-laki. Juga harus angkat senjata dan memegang alat kerja. Rambutnya pun diatur: harus dikepang dua. Produktivitas wanita itulah yang tiada duanya dan kemudian menular ke Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tiongkok, konflik ras, keyakinan, dan wilayah hampir tidak ada. Fleksibilitas berpikirnya seperti gerakan tai chi. Peradabannya juga sangat tua, termasuk dalam peradaban baca-tulis (ingat: kertas ditemukan di Tiongkok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di India, social capital-nya kalah jauh. Wanitanya masih jauh tertinggal. Konflik antar keyakinan masih rawan. Bukan berarti India tidak punya kekuatan. Peradaban India juga sangat tua, termasuk dalam baca-tulis (perguruan tinggi pertama di dunia adalah di India). Hasil keseriusannya di bidang pendidikan kini sudah mulai berbuah. Hampir semua orang India bisa berbahasa Inggris, sesuatu yang belum terjadi di Tiongkok. Berkahnya: kini India menjadi negara No 1 di dunia dalam penerimaan hasil dari warga mereka yang bekerja di luar negeri. Tiongkok hanya nomor 3, jauh setelah Meksiko. Tahun lalu saja, TKI-nya (tenaga kerja India) mengirim uang ke kampung halamannya sebesar Rp 250 triliun! (USD 27 miliar). Maklum, tenaga kerja India adalah dari kalangan terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, meski negara miskin, India sangat memperhatikan pendidikan. Sekolah negeri di sana belajar sampai pukul 4 sore (Sabtu-Minggu libur). Makan siang siswanya ditanggung negara (pemda), sedangkan biaya pendidikannya ditanggung pusat. Semua gratis: buku-buku, peralatan tulis, pakaian seragam tiga setel setahun, sepatu, dan fasilitas olahraga. Gurunya, meski gajinya rata-rata dengan di Indonesia, mendapat perumahan dengan listrik dan air dibayar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hasil tanaman keras di India. Panennya lama (50 tahun), tapi begitu panen hasilnya banyak, tidak pernah berhenti dan tidak perlu menanam yang baru di setiap musim. Bukan saja uang dari TKI yang Rp 250 triliun itu akan terus meningkat (tiga tahun lalu baru separonya), tapi buah dari tanaman keras tersebut juga berupa kukuhnya fondasi kemajuan yang diraih sekarang. Dengan ''tanaman keras'' itu, India jadi punya modal sosial yang siap menjadi tonggak kemajuannya sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping soal wanita, India juga masih punya persoalan besar dalam menyediakan social capital satu ini: sistem kasta di masyarakatnya. Sebagai negara demokrasi yang sudah berumur 60 tahun, ternyata India belum bisa menghilangkan nilai kekastaan itu. Bahkan, di bawah kasta keempat (Sudra), masih ada satu lapisan masyarakat lagi yang disebut ''tidak berkasta''. Itulah golongan yang kemudian disebut Dalit (mudah-mudahan kata tulalit tidak diambil dari sini), satu golongan yang tidak ada yang mau menyentuhnya. Karena itu, mereka itu juga disebut untouchable society. Mahatma Gandhi menghaluskannya dengan sebutan anak-anak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah sistem demokrasi India, kalau terus konsisten, akan juga bisa menyelesaikannya? (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-4062174819712965753?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/4062174819712965753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=4062174819712965753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4062174819712965753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4062174819712965753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/08/kemajuan-negara-seribu-tuhan-3.html' title='Kemajuan Negara Seribu Tuhan (3)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-2102658166925521203</id><published>2008-08-23T08:29:00.001+03:00</published><updated>2008-08-23T08:33:16.876+03:00</updated><title type='text'>Melihat Kemajuan Negara Seribu Tuhan (2)</title><content type='html'>Diserang 320 Gugatan, Proyek Tol Berlanjut &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana negara berkembang dengan demokrasi yang sangat ruwet seperti India bisa membangun jalan tol? Bukankah mestinya amat sulit? Rupanya, India sudah biasa dengan keruwetan, sehingga lama-lama menemukan juga solusinya. Buktinya, dalam delapan tahun terakhir ini saja India sudah berhasil membangun jalan tol sepanjang 5.700 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah jalan tol tahap pertama di India. Impian yang sejak 15 tahun lalu dibayangkan dan baru kali ini terwujudkan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan jalan tol itu sudah benar-benar selesai akhir tahun lalu. Inilah contoh dari India. Begitu membangun langsung sangat panjang. Membelah daratan India yang sangat luas itu mulai utara (New Delhi) ke pojok barat laut (Mumbai), terus ke selatan (Bangalore) ke pojok tenggara (Madras), ke tengah (Hyderabad), ke pojok timur laut (Kolkata), balik ke utara (New Delhi). Jaringan jalan tol itu lantas mirip kerangka layang-layang. Kini mulai pembangunan tahap kedua sepanjang 7.800 km yang menghubungkan kota-kota besar itu dengan kota-kota sedang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebagai negara berkembang yang sangat demokratis India tidak mengalami keruwetan seperti di Indonesia? Sebenarnya, ya, ruwet juga. Misalnya, saat membangun jalan tol dari Kota Bangalore ke Mysore. Jarak kedua kota itu sejauh 250 kilometer, mirip jarak Surabaya-Probolinggo-Jember di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mulai membangun pun kontraktornya digugat para pemilik tanah dan LSM. Bukan hanya satu atau dua gugatan ke pengadilan yang merepotkannya. Total ada 320 jenis gugatan! Kalau gugatan sebanyak itu dilayani seperti di Indonesia, untuk menunggu keputusan finalnya saja belum selesai dalam 100 tahun. Kita membayangkan kalau untuk 250 kilometer saja kontraktor menerima 320 gugatan, berapa ribu gugatan yang masuk ke pengadilan untuk 5.700 kilometer jalan tol itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di India sudah sangat berbeda sekarang. Meski gugatan ke pengadilan jalan terus, pembangunan jalan tol juga tidak berhenti. Koran juga tidak henti-hentinya memberitakan gugatan itu, tapi tidak berpengaruh pada penyelesaian jalan tol. Beberapa hal yang dipersoalkan, misalnya, rusaknya lingkungan dan banyaknya tanah yang berubah fungsi. Ada pihak penggugat yang jalan pikirannya begini: untuk jalan tol sepanjang 250 kilomter itu menghabiskan tanah 3.500 hektare. Lalu, karena jalan tol itu tidak melewati kota besar, jadinya kurang ekonomis. Maka, dibangunlah lima kota baru di sepanjang jalur jalan tol tersebut. Kota baru ini menghabiskan tanah 7.000 hektare. Begitu banyak tanah yang dimakan jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada pula yang mempersoalkan begini: pembangunan jalan tol itu hanya untuk menghemat perjalanan dari Bangalore ke Mysore 1,5 jam (dari semula perlu 3 jam). "Apakah penghematan perjalanan yang hanya 1,5 jam itu sebanding dengan hilangnya tanah 8.500 ha?" tanya salah satu gugatan publik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, jalan tol itu selesai juga tahun lalu. Tentu manfaatnya tidak sesederhana "penghematan perjalanan 1,5 jam" itu. Dengan jalan tol tersebut wilayah pedalaman India bagian selatan bisa terhubung dengan kota besar di timurnya (Madras) yang memiliki pelabuhan besar. Apalagi, Madras kini dikenal sebagai Detroit-nya India, karena pabrik mobil terbesar dibangun di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, karena jalan tol itu juga nyambung dengan jalan tol ke arah pantai barat (Bangalore-Mumbai), berarti juga terbukanya akses wilayah pedalaman ke pelabuhan pantai barat di Mumbai. Ini sangat penting karena pelabuhan Mumbai (dulu Bombay) merupakan pelabuhan terbesar di India dan kini sedang dimodernisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan tol di India umumnya dibangun di sebelah jalan lama. Dengan demikian, di sebagian besar jaringan jalan tol India terdapat jalan umum di sebelahnya. Hanya dibatasi pagar besi rendah. Cara ini rupanya ditempuh untuk mempercepat pembebasan lahan. Dengan cara itu hanya perlu pembebasan tanah yang tidak terlalu banyak. Dan lagi, jalan lama memang tidak seberapa berliku. Ini karena perencanaannya di zaman dulu (oleh penjajah Inggris) memang sangat baik. Bukan saja relatif lurus, juga hampir selalu tersedia area sempadan yang sangat lebar di kiri kanan jalan lama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang terkesan dengan terjaganya sempadan jalan di India ini. Meski negaranya begitu miskin dan penduduknya begitu banyak (1,1 miliar orang saat ini), sempadan jalannya relatif terjaga dari "penjarahan liar". Memang sempadan jalan itu umumnya seperti tanah telantar. Kalau di Indonrsia, barangkali sudah dianggap tanah tidak bertuan. Di India tanah kosong itu terjaga sangat baik. Tidak banyak rumah liar atau tempat usaha liar yang tiba-tiba memenuhi sempadan itu. Ini sangat berbeda dengan pemandangan sempadan jalan dari arah Surabaya ke Mojokerto, atau dari Surabaya ke Malang. Juga di mana saja di seluruh Indonesia yang sempadan jalannya penuh dengan bangunan liar. Akibatnya, perjalanan ke Malang, misalnya, tidak nyaman lagi. Pengguna jalan tidak bisa lagi menyaksikan pemandangan indah di kejauhan sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu demokratisnya, meski begitu miskinnya, dan meski begitu banyak penduduknya, saya menaruh hormat dengan terjaganya sempadan jalan di India. Termasuk di ibu kota New Delhi. Di seluruh kota itu jalannya memang tidak lebar, tapi sempadan jalannya lebih lebar daripada jalannya sendiri. Di kiri dan kanannya. Semua bangunan berada jauh dari jalan. Memang sempadan jalan itu hanya ditumbuhi pohon-pohon yang meskipun sangat hijau, tapi tidak terawat. Tapi, tampaknya ini hanya semata-mata karena India belum punya uang saja. Kelak, kalau India sudah mulai kaya, pasti dengan mudah bisa mempercantiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya New Delhi memang dijaga agar tidak jatuh menjadi Old Delhi. Biarlah yang "kacau-kacau" cukup di bagian kota lama itu. Luar biasa ruwet dan kumuhnya Old Delhi. Tapi, ya hanya di kota lama itu yang tidak seberapa luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Delhi dijaga agar semaksimal mungkin masih seperti aslinya saat dibangun Inggris lebih 100 tahun lalu. Tuntutan kemajuan dan modernisasi ditampung di kota-kota baru. Gedung-gedung baru yang tinggi dibangun di wilayah baru yang cukup jauh dari New Delhi. Ini rasanya mirip dengan kebijakan Malaysia, yang ketika kota Kuala Lumpur mulai penuh, diputuskan membangun kota baru Syah Alam. Ketika Syah Alam juga mulai penuh, dibangun lagi kota yang lebih baru: Putra Jaya. Dengan demikian, masing-masing kota terjaga akan kemampuan daya tampungnya. Daya tampung penduduknya, suplai airnya, penanganan sampahnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, rasanya tinggal satu kota yang terjaga seperti itu. Yakni, Palangkaraya. Di ibu kota Kalteng itu, pemdanya bisa memegang teguh ketentuan izin bangunan. Ruko pun harus dibangun jauh dari jalan. Ruko inilah yang sebenarnya menghancurkan perkotaan di Indonesia. Di semua kota, kecuali Palangkaraya tadi. Bahkan, Denpasar yang indah pun sudah hancur oleh ruko yang dibangun mepet ke jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di New Delhi saya memang mendapat kesan yang lain dari di Madras. Di ibu kota India ini, pembangunan lebih terasa pesat. Di New Delhi saya bisa membenarkan kalau ekonomi India tumbuh pesat sampai 9 persen setahun. Bahkan, bisa seperti 12 persen setahun. Pembangunan jalan layang, gedung baru, kota-kota satelit, apartemen-apartemen mewah terasa cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, juga jangan dibayangkan seperti di Beijing atau Shanghai atau Guangzhou atau bahkan Qingdao dan Dalian. Pembangunan Jakarta rasanya masih lebih seru daripada New Delhi. Dari sini saya, sekali lagi, menarik kesimpulan bahwa masih jauh bagi India untuk mendekati Tiongkok. Semangat orang-orang India untuk maju memang terasa sangat besar. Tapi, tetap tidak sebesar Tiongkok. Secara kasar saja sudah bisa dilihat. Di Tiongkok saya melihat semua proyek baru selalu seperti ingin diselesaikan besok pagi. Pukul 5 pagi (musim salju sekali pun), tenaga kerja sudah sibuk di proyek, termasuk di puncak-puncak bangunan yang belum jadi. Pukul 11 malam mereka baru meninggalkan proyek. Itu pun masih ada beberapa tenaga yang terus bekerja sepanjang malam. Misalnya, bagian angkut-angkut. Mengangkut sisa-sisa pekerjaan dibawa keluar dan mengangkut material yang diperlukan besok ke dalam proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di India, kehidupan masih berjalan normal, seperti juga di Indonesia. Pekerja proyek baru mulai berdatangan pukul 08.00 dan sudah pulang pukul 17.00. Dari sini saja kita bisa membaca apa yang terjadi di baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, setidaknya saya juga belajar bahwa demokrasi ternyata tidak perlu menghalangi pembangunan jalan tol. Bahwa para pengambil keputusannya harus lebih pintar dan banyak akal, itu memang konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja untuk membangun jalan tol di daerah yang penduduknya padat dan miskin, ada satu kebijakan yang sangat pintar: tanahnya diganti 150 persen dari harga pasar dan salah satu anggota keluarga pemilik tanah dijadikan pegawai negeri. Dengan cara ini, meski pemilik tanah kehilangan sumber hidupnya, ada pengganti sumber hidup yang juga cukup permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan demikian tidak akan ada pembengkakan jumlah pegawai negeri? Teman saya, seorang pengusaha yang sangat aktif memperhatikan pembangunan jalan tol di India ini menjawab: "India kan sangat besar. Masih bisa menampung. Toh daripada menerima pegawai negeri yang tidak menyebabkan lancarnya pembangunan infrastruktur. Saya akui cara ini cukup cerdas." (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-2102658166925521203?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/2102658166925521203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=2102658166925521203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2102658166925521203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2102658166925521203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/08/melihat-kemajuan-negara-seribu-tuhan-2.html' title='Melihat Kemajuan Negara Seribu Tuhan (2)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-2521659978377921288</id><published>2008-08-23T08:24:00.001+03:00</published><updated>2008-08-23T08:29:43.336+03:00</updated><title type='text'>Kemajuan Negara Seribu Tuhan (1)</title><content type='html'>Kota Terbesar Keempat Masih Sekelas Makassar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah India (negara yang dikenal memiliki lebih dari 1.000 Tuhan itu) mengalami kemajuan luar biasa sebagaimana Tiongkok (negara yang dikenal tidak memiliki Tuhan sama sekali itu)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saya sudah agak lama ingin ke India. Tentu, ketika akhirnya saya berangkat ke sana, pekan lalu, pikiran saya sudah penuh dengan cerita sukses dan angka-angka mengagumkan yang belakangan ini sering menghiasi media internasional. Khususnya cerita tentang pertumbuhan ekonominya yang fantastis beberapa tahun terakhir. Yang selalu bisa tumbuh sampai 9 persen per tahun. Juga cerita mengenai pembangunan infrastrukturnya yang dilakukan secara besar-besaran. Termasuk cerita mengenai sukses India sebagai pusat outsourcing dunia.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gambaran seperti itu, saya membayangkan suasana dan semangat pembangunan di India seperti suasana di Tiongkok. Setidak-tidaknya seperti Tiongkok 15 tahun yang lalu, ketika saya sudah mulai sering ke sana. Saya bayangkan di India sekarang ini banyak sekali dilakukan pembangunan gedung baru yang mencakar langit, jalan tol yang meliuk-liuk, jembatan panjang yang berlapis-lapis, pelabuhan besar yang fantastis, dan bandara modern yang gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan seperti itu muncul terutama karena saya belum pernah ke India. Saya tidak punya bayangan bagaimana lima atau sepuluh tahun yang lalu. Kecuali gambaran bahwa India sangat miskin, kotor, dan banyak sekali pengemis. Tapi, seberapa miskin sebenarnya saya tidak bisa membayangkan dengan baik. Kecuali bahwa sudah pasti lebih miskin daripada Indonesia yang miskin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, setelah lima tahun terakhir saya selalu mendengar dan membaca bahwa India mengalami kemajuan yang luar biasa, saya sangat tergoda untuk menyaksikannya. Seperti Tiongkokkah? Bagaimana bisa? Bukankah Tiongkok maju di samping karena tidak punya Tuhan juga karena tidak ada demokrasi? Sebaliknya, India menganut demokrasi murni dengan Tuhan lebih dari seribu? Bagaimana negara berkembang yang demokratis bisa begitu maju? Tumbuh 9 persen setahun selama beberapa tahun terakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kali ini saya bertekad untuk ke India. Tidak hanya ke ibu kotanya, tapi juga ke berbagai wilayahnya. Kota besar dan kota kecilnya. Saya ingin membandingkan seberapa gegap gempita pembangunannya, terutama karena saya selalu menyaksikan gegap gempita seperti itu di Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih mendarat pertama di Kota Chennai yang dahulu terkenal dengan nama Madras. Ini hanya semata-mata karena saya tidak mau mendarat menjelang tengah malam. Semua penerbangan dari Singapura ke India (ke New Delhi, Mumbai, Calcuta, Kolkata, Bangalore, Ahmedabad, Hyderabad) selalu tiba menjelang tengah malam atau setelah subuh. Itu akan mengganggu ritme hidup saya yang masih perlu dijaga ketat setelah setahun ganti hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendarat, terutama setelah melihat bandaranya, saya bertanya dalam hati: di mana itu wujud nyata dari terjadinya pertumbuhan ekonomi 9 persen selama lima tahun? Ah, mungkin saja bandaranya memang masih dalam proses perencanaan untuk dibangun yang baru. Maka, saya keliling kota, antara lain dengan menyetir sendiri mobil milik relasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas. Tapi, saya benar-benar tidak mendapatkan kesan bahwa ekonomi negeri itu tumbuh 9 persen. Melihat Kota Madras dari luarnya, saya memperoleh kesan bahwa kota ini hanya tumbuh kira-kira 5 atau 6 persen. Seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada proyek pembangunan jalan layang atau tol dalam kota, tapi jumlahnya tidak banyak. Sepanjang perjalanan dari bandara ke pusat kota, saya hanya melihat satu proyek jalan layang yang panjangnya sekitar 10 km. Itu pun dikerjakan dengan jumlah pekerja dan peralatan yang tidak menunjukkan suasana sedang dikebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada beberapa gedung baru, namun bukan gedung yang spektakuler. Paling hanya gedung berlantai 12 yang muncul di sana-sini secara sporadis. Di jalan-jalan memang mulai tampak mobil-mobil baru, namun tetap dominan mobil lama. Misalnya Fiat tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat rekreasinya (Madras memiliki pantai terpanjang kedua di dunia) juga tidak terurus. Masih juga seperti Pantai Kenjeran Surabaya. Kebun binatang dan taman-taman hiburannya sama saja. Penataan dan perawatannya masih khas kota negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu jauh dari bayangan saya akan Madras. Padahal, Madras bukan kota sembarangan. Pada 1700-an, kota itu sudah amat terkenal sebagai hub perdagangan Timur dan Barat. Yakni ketika Inggris dan Belanda masih rukun. Kerukunan itu diwujudkan dalam bentuk mendirikan perusahaan bersama di seluruh Hindia Raya dengan bidang usaha menguasai sumber rempah-rempah dan tekstil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perusahaan baru berumur dua tahun, hubungan Belanda dan Inggris memburuk. Lalu, mereka sepakat pisah. Perusahaan itu dibelah dua. Belanda memilih menguasai Indonesia dengan perdagangan rempah-rempahnya, sedangkan Inggris mendapatkan wilayah India dengan bidang usaha utama tekstilnya. Tetapi, Belanda tetap harus menggunakan Madras sebagai hub pelabuhan rempah-rempah, sedangkan Inggris menggunakan pelabuhan Kolkata untuk hub perdagangan tekstilnya. Jadi, dalam benak saya, Madras pastilah kota besar yang amat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saya seperti kecewa ketika mendarat di Madras tersebut. Meski merupakan kota terbesar ke-4 di India, saya melihat wajah kota itu ternyata hanya seperti Makassar. Tipologinya memang amat mirip Makassar. Di ibu kota Sulsel memang sudah mulai muncul gedung baru seperti Sahid Hotel atau Sedona Hotel atau Graha Pena, tapi masih tenggelam oleh keadaan sekitarnya yang terkesan kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, hotel bintang lima seperti Sheraton Madras, tempat saya menginap, hanya mewah di dalamnya. Tamannya seperti masuk bagian yang harus dihemat anggarannya. Begitulah umumnya taman di Madras, baik taman kota maupun taman perkantoran dan perhotelan. Hanya mirip benar dengan Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Surabaya gedung-gedung baru dengan taman yang rindang sudah kelihatan menonjol meski itu baru di satu-dua kawasan baru. Kadang juga masih kalah kuat dengan kawasan kumuh yang sangat luas di mana-mana: Dupak, Tambaksari, Keputran, dan banyak lagi. Di bagian yang maju dan indah, Surabaya masih menang daripada Madras. Di bagian kumuhnya juga masih menang. Maksud saya, Surabaya masih lebih kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya tidak tahu bagaimana kota Madras lima atau sepuluh tahun yang lalu. Saya hanya bisa menyimpulkan, kalau keadaan seperti itu dikatakan ekonominya tumbuh 9 persen setahun, pastilah sepuluh tahun yang lalu luar biasa kumuhnya. Tetapi, saya belum mau menarik kesimpulan tergesa-gesa. Itu kan baru Madras. Siapa tahu pertumbuhan ekonomi yang amat tinggi itu bisa terlihat di bagian lain India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dari kunjungan ke Madras itu, saya sudah bisa menarik tiga kesimpulan. Pertama, sangat mungkin India akan segera melewati Indonesia. Lantas, begitu berhasil melewati, Indonesia akan dengan cepat meninggalkan jauh Indonesia. Kisah 15 tahun lalu, saat Indonesia mulai ditinggalkan Tiongkok dan kini sudah terlalu jauh di belakang, bisa-bisa terulang. Kali ini oleh India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, meski kemajuannya begitu pesat, apa yang terjadi di India tidak sama dengan di Tiongkok. Pada 15 tahun yang lalu pun, gegap gempita pembangunan ekonomi di Tiongkok sudah amat terasa. Bukan hanya di kota-kota utamanya, melainkan sudah sampai ke kota-kota level ketiganya (seperti ibu kota kabupaten). Kini Tiongkok sudah menggebrak kota-kota level kawedanan dan kecamatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ekonomi sudah mulai mengalahkan politik di India. Dampak perubahan orientasi itu amat besar untuk modal pembangunan berikutnya. Yakni mampu menciptakan optimisme warganya secara luar biasa. Rakyat, rupanya, sudah merasakan perubahan dalam kehidupannya. Setidaknya, mereka sudah mulai melihat harapan baru. Sebuah harapan yang muncul oleh adanya perubahan nyata. Bukan oleh sebuah wacana semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang India yang saya temui geleng-geleng kepala mengagumi kemajuan India saat ini. Mereka juga sangat optimistis dalam sepuluh tahun mendatang India akan lebih maju secara luar biasa. "Bisa mengalahkan Tiongkok," ujar seorang manajer perusahaan yang menyertai saya dengan nada berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah pernah ke Tiongkok?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum," jawabnya. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-2521659978377921288?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/2521659978377921288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=2521659978377921288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2521659978377921288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2521659978377921288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/08/kemajuan-negara-seribu-tuhan-1.html' title='Kemajuan Negara Seribu Tuhan (1)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-3339681906715600083</id><published>2008-08-16T14:31:00.004+03:00</published><updated>2008-08-16T14:40:06.934+03:00</updated><title type='text'>Andaryoko ''Supriyadi'' yang Bikin Geger Jagat Sejarah (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SKa7lnPN-KI/AAAAAAAAACA/AsKnPeif5Kw/s1600-h/18419large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SKa7lnPN-KI/AAAAAAAAACA/AsKnPeif5Kw/s200/18419large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235077871727147170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran buku Mencari Supriyadi dan munculnya sosok Andaryoko Wisnuprabu yang mengaku sebagai Supriyadi yang hilang lebih dari 60 tahun lalu terus membuat geger. Bahkan, dia juga membuat penuturan berbeda dengan versi resmi tentang sejarah proklamasi yang besok diperingati bangsa Indonesia. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRATONO, Semarang&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALAU apa yang dikatakan Andaryoko Wisnuprabu benar, buku-buku sejarah perjuangan kemerdekaan yang ada sekarang akan mengalami revisi. Tidak hanya tentang sosok pahlawan Supriyadi yang hilang misterius, tapi juga mengenai beberapa detail sejarah proklamasi. Sebab, kesaksian dari pria yang selama hidupnya mengaku dekat dengan Bung Karno itu memang agak berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaryoko yang mengaku sebagai Supriyadi kini bak menjadi ''selebriti'' dadakan. Kakek yang sudah berusia 88 tahun itu laris diundang untuk wawancara ke mana-mana. Rumah pria yang selama ini hidup tenang dengan kegiatan kesenian tradisional Jawa di Jalan Mahesa Raya, kawasan Pedurungan, Semarang, ramai dikunjungi orang. Kemarin, misalnya, delegasi dari Pemkot Blitar berkunjung ke rumah Andaryoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim yang terdiri atas, antara lain, Kepala Humas Pemkot Blitar Ir Made Suka Wardika dan Kepala Kesbanglinmas Yusuf Efendi itu berniat bertemu dengan Andaryoko. Namun, sayang, Andaryoko tidak ada di rumah karena sedang ada wawancara dengan televisi nasional di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Made, Pemkot Blitar bermaksud membawa Andaryoko ke Blitar untuk melakukan tes kebenaran dan ingatan terhadap beberapa tempat di Blitar. ''Termasuk untuk bertemu dengan kerabat Supriyadi yang ada di Blitar. Semua biaya akan kami tanggung,'' jelas Made.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Andaryoko tak ada di tempat, Tim Penelusuran -nama delegasi dari Pemkot Blitar- itu diizinkan keluarga untuk masuk ke rumah. Mereka menemukan beberapa bukti tentang Andaryoko alias Supriyadi yang mengaku dekat dengan Bung Karno itu. Di gudang rumah yang cukup besar itu tim menemukan foto ukuran 10R Andaryoko saat berada di Istana Negara bersama Presiden Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made mengakui, temuan itu membuat Pemkot Blitar ingin mengetahui lebih lanjut kebenaran Andaryoko adalah Supriyadi. "Sebelumnya sudah ada sepuluh orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Tapi, Pemkot Blitar tak menggubris. Sebab, pengakuan mereka tak disertai bukti-bukti ilmiah dan cenderung berkaitan dengan ilmu kanuragan,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pengakuan Andaryoko kali ini yang disertai bukti-bukti ilmiah membuat Pemkot Blitar tergerak untuk membuktikan lebih dalam. ''Kedatangan kami karena juga diinstruksikan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan lain yang juga menguatkan, kata Made, tak ada motivasi ekonomi dari Andaryoko terhadap pengakuannya. Bahkan, keluarga Andaryoko cukup mapan dan berhasil. ''Melihat kondisi rumah Andaryoko, tampaknya, tidak mengejar sensasi untuk memperoleh materi,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Made, pola kehidupan yang dianut keluarga Andaryoko -selama ini dikenal sebagai ketua Perkumpulan Kesenian Sobokarti Semarang- penuh dengan kesederhanaan. ''Bahkan, salah seorang putri Andaryoko merupakan duta besar di Oslo, Norwegia,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta besar yang disebut Made adalah Retno Lestari Priansari Marsudi. Diplomat cemerlang tempaan Deplu itu menempati posnya di Oslo sejak 2005. Wanita kelahiran Semarang, 27 November 1962, itu adalah lulusan UGM yang melanjutkan pendidikan hukum internasional di Haagse Hogeschool, Den Haag, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kemarin gagal bertemu dengan Andaryoko, Tim Penelusuran dari Pemkot Blitar itu tidak putus asa. Dari Semarang, tim tersebut melanjutkan perjalanan ke Jogja. Mereka akan bergabung dalam acara bedah buku Mencari Supriyadi, Kesaksian Pengawal Utama Presiden. Selain menghadirkan penulisnya, Dr Baskara T. Wardaya, acara di Kota Gudeg itu akan menghadirkan "Supriyadi" alias Andaryoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaryoko dalam wawancara sebelumnya memang terkesan santai menghadapi banyak orang yang meragukan ''kesupriyadiannya''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya tidak mengurus orang yang tidak percaya. Itu kan hak pribadi orang masing-masing,'' kata Andaryoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, apa yang diungkapkannya semata-mata demi kepentingan nasional. Sebagai orang yang mengetahui jalannya sejarah, dia berkewajiban mengungkap kebenarannya. ''Kalau saya tidak membuka (pengakuan), saya berdosa,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tentang sikapnya yang memilih ''menghilang'' selama lebih dari 60 tahun, beberapa hal kontroversial yang diungkapkan ''pemimpin pemberontakan Peta di Blitar itu'' adalah soal detik-detik menjelang proklamasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelarian (jadi buron bala tentara Jepang) setelah gagal memimpin pemberontakan Peta di Blitar pada Februari 1945, Andaryoko alias Supriyadi mendampingi Bung Karno di Jakarta. Karena itu, dia mengaku tahu proses dideklarasikannya kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andaryoko, naskah proklamasi yang legendaris itu tidak dibuat di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda (panglima AL Jepang di Indonesia saat itu), namun di rumah Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pengibar Sang Saka Merah Putih. Beberapa sumber menyebutkan nama berbeda-beda. Di antaranya, ada nama Latief Hendraningrat, Suhud, Singgih, dan Ilyas Karim. ''Yang pakai celana pendek waktu mengibarkan bendera itu saya, Andaryoko atau Supriyadi,'' akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andaryoko, saat Bung Karno membacakan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945, dirinya masih memakai nama Supriyadi. Namun, saat diangkat Bung Karno menjadi menteri keamanan rakyat dan panglima tertinggi TKR, nama Supriyadi tidak dipakai. Dia mengaku selama beberapa lama menduduki jabatan itu sebelum akhirnya mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita itu berbeda dengan yang tercatat dalam buku sejarah selama ini. Dalam buku disebutkan, setelah Bung Karno menunjuk Supriyadi menjadi menteri keamanan rakyat dan panglima TKR, yang bersangkutan tidak muncul. Dan, sejak saat itu, dia dinyatakan hilang. Bahkan, Supriyadi dikabarkan gugur di tangan pasukan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal status asal usulnya juga tak kalah kontroversial. Menurut dia, Supriyadi bukan putra Jawa Timur seperti yang dikenal selama ini. Sebab, dia mengaku lahir di Jalan Banyubiru, kampung Sinoman, Kota Salatiga, pada 23 Maret 1920. Ayahnya bernama Pudjo Kusumo yang bertugas sebagai wedana Salatiga dan ibunya bernama Sudjinah. Pada akhir 1943, dia minggat dari Salatiga untuk mendaftar ke Peta (Pembela Tanah Air) bentukan Jepang di Blitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak dideteksi keluarga di Salatiga, dia mendaftar Peta dengan catatan kelahiran Trenggalek, 13 April 1923 (sengaja dibuat lebih muda). ''Saya mendaftar di Blitar karena orang tua tidak merestui saya menjadi tentara,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai catatan sejarah yang menyebut Supriyadi anak Bupati Blitar Darmadi, Andaryoko membantah. Menurut dia, bupati Blitar saat itu memang Darmadi. Namun, Darmadi bukanlah keluarganya. ''Saat itu memang Pak Darmadi ingin mengangkat saya sebagai anak,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Andaryoko bahwa Supriyadi bukan anak Darmadi itu mengagetkan keluarga mantan bupati Blitar tersebut. Apalagi, hingga sekarang, pemerintah masih mencatat bahwa ahli waris pahlawan nasional Supriyadi adalah keluarga Darmadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia (Supriyadi) itu benar-benar kakak saya," kata Setiyono Darmadi, 73, adik keenam Supriyadi yang tinggal di kawasan Rungkut, Surabaya, saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum bertemu langsung dengan Andaryoko serta hanya melihat dari koran dan televisi, kakek yang akrab dipanggil Lilik di keluarga besar Darmadi itu bisa memastikan bahwa Andaryoko bukanlah Supriyadi. "Dilihat dari fisiknya, itu jelas bukan Mas Pri (sebutan Supriyadi)," kata Setiyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, sosok kakaknya tidak seperti yang tampak pada Andaryoko. Supriyadi memiliki ciri-ciri daun telinga sedang, mata agak sipit, dan tidak pernah berkumis. "Badannya (Andaryoko) terlihat lebih tinggi dibandingkan Mas Pri," katnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut Setiyono, alasan Andaryoko yang tidak mau muncul di publik dengan alasan sembunyi tidak masuk akal. Sebab, bagaimanapun dan siapa pun orangnya, pasti mencari keluarga yang masih hidup. Andaryoko tidak pernah melakukan itu, hanya muncul di media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiyono mengakui, ayahnya menikah dua kali. Dengan istri pertama, dia memiliki dua anak (Supriyadi jadi si sulung). Dengan istri kedua, lahir Setyono dan saudara-saudara yang lain. "Total ada 13 bersaudara. Tiga di antaranya meninggal dunia, termasuk Supriyadi. Sisanya kini masih hidup dan tinggal berpencar di beberapa kota," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiyono mengakui tidak sempat berhubungan lama dengan Supriyadi. Dia berpisah dengan sang kakak saat usianya baru 10 tahun. "Terakhir bertemu sebelum pemberontakan Februari 1945," ucapnya sambil mengenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku lupa kejadian-kejadian khusus di keluarga saat bersama Supriyadi. Bahkan, tidak ada satu pun barang peninggalan keluarga, seperti foto, yang masih tersisa. "Semua disita tentara Jepang. Rumah kami di Nganjuk diobrak-abrik. Tidak ada yang kami bawa," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sejarah keluarga seperti itu, Setiyono kaget jika ada "Supriyadi" yang mengaku bukan anggota keluarganya. (Diperkaya laporan Eko Priyono dari Surabaya/el)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-3339681906715600083?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/3339681906715600083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=3339681906715600083' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/3339681906715600083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/3339681906715600083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2008/08/andaryoko-supriyadi-yang-bikin-geger.html' title='Andaryoko &apos;&apos;Supriyadi&apos;&apos; yang Bikin Geger Jagat Sejarah (1)'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/SKa7lnPN-KI/AAAAAAAAACA/AsKnPeif5Kw/s72-c/18419large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-4927383598686280776</id><published>2007-12-21T17:34:00.000+02:00</published><updated>2008-12-10T20:51:21.847+02:00</updated><title type='text'>ADA APA DENGAN NABI BARU ?......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/R2vdWNbjGSI/AAAAAAAAABk/5X7vDxBh8AU/s1600-h/sodiq.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/R2vdWNbjGSI/AAAAAAAAABk/5X7vDxBh8AU/s200/sodiq.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146450372832991522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tamim Asyhar AM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Mas aku takut sekali kawan-kawanku disini banyak yang menjadi pengikut aliran baru dan aku juga sering diteror, bagaimana aku harus bersikap?" itulah bunyi sms yang diterima kawanku beberapa hari yang lalu dari salah seorang kawannya yang tinggal dijakarta. akhir akhir ini memang banyak sekali bermunculan aliran baru, belum kering dalam ingatan kita saat lia eden muncul dan mengaku sebagai malaikat jibril namun sekarang lagi lagi kita dikejutkan dengan hadirnya Al Qiyadah Al Islamiyah yang muncul bersama dengan nabi barunya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya Fenomena aliran atau nabi baru itu bukanlah barang baru. Alkisah, sejak zaman Muhammad telah ada yang mengaku menjadi nabi baru. Musailamah al-Kadzab adalah yang pertama terang-terangan mendeklarasikan sebagai nabi baru. Ia berkuasa di daerah Yamamah, kini salah satu distrik di Arab Saudi. Ia menikahi seorang wanita yang juga mengaku nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musailamah dikenal sebagi orang yang sangat berani. Ia mengirim surat kepada Muhammad berisi ajakan untuk membagi kekuasaan bumi menjadi dua. Satu untuk Muhammad dan satunya untuk dia, Muhammad sendiri tak mengirim pasukan untuk menyerang Musailamah. Ia memilih mengungkapkan kedustaan Musailamah. Baru pada zaman khalifah Abu Bakar pasukan dikirim untuk memerangi Musailamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi yang lain muncul di Pakistan. Mirza Ghulam Ahmad mendirikan Ahmadiyah pada 1889 dan mengaku sebagai nabi. Ahmadiyah masuk ke Indonesia sejak 1924. Pada masa awal perkembangan Islam di Jawa, muncul ajaran Manunggaling Kawula Gusti, yang diperkenalkan Syekh Siti Jenar pada abad ke-13. Di sini Syekh Siti Jenar tak bicara tentang kenabian, tapi lebih tinggi lagi, yaitu tentang konsep wahdatul wujud, menyatunya Tuhan ke dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang nabi made in indonesia mulai muncul, adalah Al Mushaddieq nabi baru yang berasal dari Bogor Jawa barat. perawakanya yang sedang, berkumis dan selalu memakai kopyah hitam dikepalanya sama sekali tidak sesuai dengan gambaran orang pada umumnya bahwa seorang nabi harus pakai sorban, berjamban, dan memakai jubah. namun dibalik kesederhanaan itu mushaddieq telah membuat resah berjuta juta kaum muslim indonesia, tidak tanggung tanggung wakil presiden republik idonesia pun menghimbaau agar ulama indonesia introspeksi diri dengan melakukan evaluasi terhadap metode dakwah yang selama ini dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang membedakan mushaddieq dengan para pendahulunya adalah dia lebih memilih kaum muda sebagai sasararan dakwahnya, dan terbukti siasat itu ternyata ampuh, puluhan anak muda bahkan aktifis mahasiswa tertarik untuk mengikuti ajarannya. mereka kemudian bersaksi bahwa Al mushaddieq Al maulud rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra menyatakan, lakunya ajaran sesat di kalangan anak muda itu lantaran masyarakat kini mengalami kondisi yang serba tidak menentu. Anak-anak muda tersebut berusaha mencari seorang pemimpin yang dapat dipercaya dan dapat menerima krisis identitas mereka. ”Dalam sosiologi keagamaan ada yang disebut harapan eskatologis. Dalam harapan ini anak muda percaya bahwa pemimpin mereka adalah juru penyelamat, Imam Mahdi, atau apa pun yang akan menyelamatkan mereka,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan itu terbit karena pemahaman agama mereka belum mempunyai dasar yang kuat. Akibatnya, kata Azyumardi, mereka mengalami misleading dalam pencarian. Faktor berikutnya yang turut berperan: adanya kecenderungan pembiaran umat oleh para pemuka agama sehingga dimanfaatkan penyebar aliran baru. Di sinilah kepiawaian menjual ajaran itu muncul. Mereka dengan intens mendatangi dan menawaremudian kan bimbingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kondisi perekonomian Negara yang tidak kunjung bangkit dari keterpurukan menyebabkan banyak kalangan merasa frustasi, terutama kalangan muda yang merasa sulit mencari pekerjaan guna menyambung hidup mereka, sehingga ketika datang sesuatu yang baru, mereka mulai “mencoba-coba” dan pada akhirnya mereka terjebak dalam kukungan ideologi yang mengikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil investigasi Majelis Ulama Idonesia (MUI) banyak diantara pengikut Al qiyadah adalah pemuda pemuda pengangguran bahkan salah satu dari pemimpin Al qiyadah yang membawahi wilayah yogjakarta adalah mantan preman yang kemudian di sadarkan oleh Mushaddieq melalui “ritual ritual sucinya”. Karena aliran ini juga menggelar ritual mohon pengampunan. Kepada setiap pengikut ditawarkan bisa langsung berhadapan dengan rasul untuk pengakuan dosa. Bertemu rasul dan ada kepastian dosa diampuni ini telah membuat hati umatnya benar-benar plong. Dan dengan sejumlah nilai jual itu—boleh tidak salat, puasa, zakat, haji, dan diampuni langsung oleh rasul—Al-Qiyadah meraup ribuan pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa sesat berdasarkan pertimbangan dari kejaksaan dan kepolisian Republik Indonesia, pro-kontra kemudian bermunculan, yang mendukung fatwa tersebut bergerak cepat menyisir wilayah wilayah yang dicurigai sebagai basis Al Qiyadah, upaya main hakim sendiri inilah yang kemudian banyak dikecam oleh banyak kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan demikian mereka layak dihakimi? Jika dikaitkan dengan hukum di Indonesia tentang penodaan terhadap suatu agama, maka aliran ini akan terkena hukuman. Namun Rektor Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, mengkritik MUI yang terlalu peka terhadap urusan akidah. Padahal, jelas keyakinan adalah masalah privat yang kebenarannya diyakini oleh pribadi yang bersangkutan. ”Sedangkan kalau ada sabotase rel kereta api, mereka diam saja,” komentarnya melalui banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian pihak malah mencurigai keterlibatan intelejen asing ketika "membaca" fenomena aliran baru akhir akhir ini dalam rangka memperlemah posisi indonesia di dunia internasional setidaknya hal inilah yang ter"gambar" dari komentarnya ketua Majelis Permusyawaran Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat nur wahid "ada konspirasi dengan berbagai skenario untuk mengobok-obok ketenteraman umat beragama, khususnya kaum Muslimin dengan cara memunculkan berbagai paham sesat. Jika umat Islamnya repot mengurusi aliran sesat, itu artinya akan terpecah-belah dan tidak ada enerji untuk membangun. Dengan begitu, Indonesia akan terus-terusan mengutang, pasrah didikte pihak ketiga, dan berada di ketiak asing. Kalau umat Islam nggak kuat, itu kan yang diinginkannya" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa sebenarnya yang ada dilubuk hati paling dalam nabi nabi baru itu hanya dialah yang tahu, yang jelas Mushaddieq telah Taubat dihadapan Ulama yang berdebat denganya. Dan akankah mushaddieq mushaddieq baru akan terus bermunculan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-4927383598686280776?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/4927383598686280776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=4927383598686280776' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4927383598686280776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/4927383598686280776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2007/12/tamim-asyhar-am-mas-aku-takut-sekali.html' title='ADA APA DENGAN NABI BARU ?......'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/R2vdWNbjGSI/AAAAAAAAABk/5X7vDxBh8AU/s72-c/sodiq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1126527222935858832.post-2158993421076997815</id><published>2007-12-21T15:54:00.002+02:00</published><updated>2008-12-10T20:51:22.125+02:00</updated><title type='text'>WANITA ; Problematika kesetaraan gender</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/R2vL8tbjGQI/AAAAAAAAABU/NF5deEX7Xu8/s1600-h/dnda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/R2vL8tbjGQI/AAAAAAAAABU/NF5deEX7Xu8/s200/dnda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146431243048655106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                          Tamim Asyhar AM[1]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Wanita adalah perempuan dewasa, sedangkan perempuan adalah : orang (manusia) yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak dan menyusui. Selanjutnya saya akan memakai kata wanita. Wanita dengan segala kelembutannya mampu mengusung dirinya untuk selalu tampil menjadi penyeimbang irama alam semesta, terbukti bahwa tema wanita selalu mengemuka dalam syair lagu, sastra, seni lukis, tarian, pagelaran teater dan lainnya. Namun demikian tidak jarang dengan memanfaatkan kelembutannya wanita sering dijadikan obyek seksual, bahkan wanita tak ubahnya sebagai barang dagangan yang bisa dengan sesuka hati diperjual belikan, padahal diakui atau tidak tanpa wanita mata rantai kehidupan di dunia ini akan putus, sebab dari rahim wanitalah kehidupan manusia dimulai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kodrati wanita yang secara anatomis umumnya lebih lemah dibandingkan dengan pria harusnya diinsyafi, bagaimanapun juga antara pria dan wanita adalah berbeda, dan perbedaan itu bukanlah merupakan suatu ketidaksengajaan, bahkan dengan varian itu kehidupan didunia ini akan berjalan harmonis. Namun sejarah menginformasikan bahwa banyak sekali peradaban besar yang telah dibangun sebelum islam diturunkan oleh allah SWT kepada ummat manusia, memperlakukan wanita tidak sebagaimana mestinya, dunia mengenal Yunani, Ramawi, India, dan Cina, dunia juga mengenal agama agama seperti Yahudi, Nasrani, Budha dan sebagainya. Yunani kuno yang terkenal dengan pemikiran pemikiran filsafatnya tidak banyak membicarakan hak dan kewajiban wanita, wanita pada zaman itu laksana barang dagangan yang dengan mudah bisa diperjual belikan[2], dan dalam peradaban romawi keadaan wanita tidak lebih baik daripada yunani, pada masa ini wanita sepenuhnya berada dibawah kekuasaan ayahnya dan setelah kawin kekuasaan tersebut pindah ketangan suami, yang menyedihkan kekuasaan tersebut mencakup kewenangn menjual, mengusir, menganiaya dan membunuh[3]. Keadaan wanita pada peredaban Hindi dan Cina bahkan lebih parah, hak hidup seorang wanita yang bersuami akan berakhir ketika suaminya meninggal dunia. Dalam ajaran Yahudi, martabat wanita sama dengan pembantu, sang ayah berhak menjual anak wanitanya jika ia tidak mempunyai saudara laki laki. Ajaran mereka menganggap Wanita sebagai sumber laknat karena dialah yang menyebabkan adam terusir dari surga. Dan dalam pandangan sementara pemuka/pengamat Nasrani ditemukan bahwa wanita adalah senjata iblis untuk menggoda manusia dimuka bumi ini[4]&lt;br /&gt;Berbedakah asal kejadian Wanita dan Pria? Sehingga wanita diposisikan sedemikian rendahnya, Apakah wanita diciptakan oleh tuhan kejahatan ataukah mereka merupakan salah satu najis (kotoran) akibat ulah setan? Benarkah yang digoda dan diperalat oleh setan hanya wanita dan benarkah mereka yang menjadi penyebab terusirnya manusia dari surga? Demikian sebagian pertanyaan yang dijawab dengan pembenaran oleh sementara pihak sehingga menimbulkan pandangan atau keyakinan yang tersebar pada masa pra-Islam dan yang sedikit atau banyak masih berbekas dalam pandangan beberapa masyarakat abad ke-20 ini Namun pandangan-pandangan tersebut secara tegas dibantah oleh Al-Qurân, antara lain melalui ayat pertama surah Al-Nisa'&lt;br /&gt;يأيها الناس اتقوا ربكم الذى خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيراونساء[5]&lt;br /&gt;Beberapa pakar tafsir termasuk Muhammad abduh memahami kata nafs dalam arti jenis[6] bukan adam seperti yang kita jumpai dalam beberapa tafsir klasik&lt;br /&gt;Demikian Al-Qurân menolak pandangan-pandangan yang membedakan (lelaki dan wanita) dengan menegaskan bahwa keduanya berasal dari satu jenis yang sama dan bahwa dari keduanya secara bersama-sama Tuhan mengembangbiakkan keturunannya baik yang lelaki maupun yang wanita.&lt;br /&gt;Wanita pada masa Arab Jahiliyah&lt;br /&gt;Kondisi sosial Masyarakat Arab (Makkah) pada masa Muhammad Saw. sebelum diangkat menjadi nabi, berada di ambang kemajuan yang pesat. Kala itu, Makkah adalah pusat lalu lintas perdagangan yang menghubungkan antara negri-negri di sekitarnya. Al-Quran menggambarkan kebiasaan Bani Quraisy yang mengadakan dua kali perjalanan, dalam Musim Panas ke Bashrah di Propensi Huran bagian Negri Syam dan ke Negri Yaman pada Musim Dingin.&lt;br /&gt;لايلفهم قريش * الفهم رحلة الشتآء والصيف………[7]&lt;br /&gt;Daya tarik lain dari Kota Mekkah adalah Ka‘bah yang menjadi tujuan ibadah haji tiap tahun. Setiap klan-klan (kabilah) Bangsa Arab memiliki berhala sendiri yang dipuja dan disembah. Tidak kurang dari 300 buah berhala mengelilingi Ka‘bah, baik yang kecil, sedang dan besar, sesuai dengan martabat pemiliknya. Letak geografis yang strategis, dan keberadaan Ka‘bah membuat Makkah menjadi kota metropolis dan kosmopolit pada zamannya. Tidak kesulitan bagi Masyarakat Arab yang hidup di kota mengais rezki baik dengan membuka kios-kios di sekitar Ka‘bah atau berniaga ke negri-negri tetangga.&lt;br /&gt;Kemudian dari struktur sosial, struktur Masyarakat Arab bisa dikatakan unik. Masyarakat Arab terdiri dari pluralitas klan-klan (kabilah) yang terikat oleh darah dan kerabat. Setiap klan dipimpin seorang yang dipertuakan, biasanya dipanggil syekh. Bagi Masyarakat Arab, syekh memiliki kedudukan yang strategis, ia adalah raja, hakim, pengatur dana, pemimpin meliter dan tugas-tugas lainnya. Keterikatan klan-klan Masyarakat Mekkah pada sukunya secara fanatis tentu rawan konflik. Tidak jarang terjadi perang antara suku-suku dalam masyarakat ini. Kehidupan padang pasir yang keras dan ganas, suasana perdagangan yang penuh kompetisi yang ketat, melahirkan sistem sosial yang cacat, karena tidak diimbangi tatanan hukum yang kuat. Klan-klan Masyarakat Arab cenderung memikirkan kepentingan kelompok sendiri dari pada melihat kepentingan kelompok lain.&lt;br /&gt;Pada waktu itu laki-laki adalah segala-galanya. Mempunyai kebebasan dan hak yang tidak kenal batas. Karena laki laki punya otot kuat sehingga bisa menjadi andalan dalam kelompoknya, sebaliknya wanita dalam posisi terjepit, mereka tidak memiliki hak-hak sama sekali. Jangankan hak sosial, jaminan hidup saja sulit, karena anak-anak wanita tidak diharapkan kehadirannya. Yang lebih menyedihkan terdapat tradisi di sebagian Masyarakat Arab Jahiliyah, menanam anak wanita hidup-hiudp (wa'du al-banât).&lt;br /&gt;واذاالموءدة سئلت * بأى ذنب قتلت[8]&lt;br /&gt;Dalam keluarga, anak wanita tidak berhak menerima warisan, bahkan, mereka diperlakukan seperti harta benda yang bisa diwariskan. Allah berfirman,&lt;br /&gt;يآيها الذين آمنو لايحل لكم أن ترثو النساء كرها[9]&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan ayat ini, Muhammad ‘Abduh menulis:&lt;br /&gt;"Dahulu Orang Arab (Jahiliyah) menghina wanita dan menghitungnya sebagai harta benda. Jika salah seorang di antara mereka meninggal, maka, sang ahli waris berhak mendapat warisan istrinya, seperti mereka mendapatkan warisan harta, hingga Allah mengharamkan perbuatan ini, karena bagian dari tradisi jahiliyah. Kata "kurh" (paksaan) dalam ayat di atas bukan "qayd" (pengikat: syarat), namun hanya diskripsi (penjelasan) dari tradisi yang mereka lakukan…[10]&lt;br /&gt;Jika seseorang meninggal, maka anak tertua secara otomatis menerima janda ayahnya.&lt;br /&gt;ولاتنكحوا ما نكح آباؤكم من النساء الا ما قد سلف[11]&lt;br /&gt;Wanita tidak berhak menentukan pasangan hidupnya, dan terkadang tidak menerima mahar saat nikah. Seorang wanita amoral boleh digauli banyak laki-laki, sampai ia hamil. Dan bayi yang lahir dimiliki oleh laki-laki yang mirip dengan bayinya.[12] Anak-anak yatim wanita yang berharta dinikahi secara sewenang-wenang agar bisa dinikmati hartanya.[13] Potret tradisi Masyarakat Arab Jahiliyah yang jelas-jelas dilarang Allah Swt dapat kita baca dalam Surat Al-Nisâ' dari ayat 19 sampai 22.&lt;br /&gt;Kedudukan Wanita dalam islam&lt;br /&gt;Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan antara manusia, baik antara pria dan wanita maupun antar bangsa, suku dan keturunan. Perbedaan yang digarisbawahi dan yang kemudian meninggikan atau merendahkan seseorang hanyalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Mahaesa.&lt;br /&gt;ياأيها الناس انا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبآءل لتعارفوا ان أكرمكم عند الله أتقاكم ان الله عليم خبير[14]&lt;br /&gt;Kedudukan wanita dalam pandangan ajaran Islam tidak sebagaimana diduga atau dipraktekkan sementara masyarakat. Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan terhormat kepada wanita bahkan kata wanita dipakai nama surat dalam Al-Qurân yaitu surat An-Nisa' Lebih dari itu, Al-Qurân juga sudah menginformasikan bahwa tinggi rendahnya martabat seseorang dihadapan Allah tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan nilai pengabdian serta ketakwaannya.&lt;br /&gt;Demikian pula Al-Qur'an memberikan pandangan optimistis terhadap kedudukan dan keberadaan wanita. Semua ayat yang membicarakan tentang Adam dan pasangannya, sampai keluar ke bumi, selalu menekankan kedua belah pihak dengan menggunakan kata ganti untuk dua orang (dlamir mutsanna), seperti kata huma, misalnya keduanya memanfaatkan fasilitas sorga[15], mendapat kualitas godaan yang sama dari setan, sama-sama memakan buah khuldi dan keduanya menerima akibat terbuang ke bumi, sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni.Tuhan[16]. Setelah di bumi, antara satu dengan lainnya saling melengkapi, "mereka adalah pakaian bagimu dan kamu juga adalah pakaian bagi mereka"[17]. Pesan sejenis banyak sekali ditemukan dalam Al-Qurân. Artinya, pria dan wanita mempunyai derajat yang sama, terutama derajat spiritual[18], namun dalam perjalanannya wanita seringkali di nomor duakan, hal ini oleh sebagian kalangan dinilai karena wanita belum menjadi topik bahasan yang mendalam dalam wacana keislaman akan tetapi penilaian ini oleh sebagian kalangan yang lain ditepis, mereka beranggapan bahwa topik kewanitaan seringkali dikaji, namun ketika sebagian kajian mengakui hak wanita dalam kehidupan dan menjadikannya sebagai manusia seutuhnya sebagaimana kaum laki-laki, pada sisi lain muncul kajian serupa yang justru cenderung menjatuhkan harkat wanita.&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, dalam suatu perjalanan yang panjang, wanita berupaya untuk mencapai hak-haknya di hadapan masyarakat laki-laki. Kadangkala wanita memperoleh kemajuan yang pesat dalam perjuangan itu, tapi seringkali harus menghadapi perlawanan dan tantangan yang sangat keras serta kegetiran yang sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;Wanita dan kesetaraan gender&lt;br /&gt;Kata gender berasal dari bahasa Inggris yang berarti "jenis kelamin". Namun kemudian dalam kamus populer kata gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan wanita dilihat dari segi nilai dan tingkah laku.&lt;br /&gt;Di negara kita perjuangan kesetaraan gender dibuktikan dengan disahkannya Undang Undang politik pada sidang istimewa MPR untuk calon anggota legislatif, wanita telah mendapatkan quota sebanyak 30 % dari tiap tiap partai politik untuk menempati kursi di senayan. Akan tetapi kenyataannya tidak banyak calon yang terjaring dari kaum wanita, hal ini salah satunya disebabkan oleh karena kurangnya profesionalisme wanita atau bisa juga dikatan rendahnya pendidikan wanita indonesia yang secara tidak langsung menjadi dasar untuk bisa berperan aktif diluar rumah.&lt;br /&gt;Akan tetapi dilain pihak, ribuan bahkan jutaan wanita indonesia dikabarkan telah menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) baik yang legal maupun yang ilegal, dari sini bisa kita tarik kesimpulan bahwa sudah banyak wanita yang berkarir diluar rumah, akan tetapi kebanyakan dari mereka terbatas dengan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga karena minimnya skill yang mereka punya. Hal ini kurang lebih disebabkan oleh budaya kita yang memposisikan wanita sebagai second opinion, banyak kita jumpai orang tua yang kurang adil dengan membiarkan anak laki laki mereka bermain sepuasnya dengan tidak membebani mereka tugas rumah seperti memasak, mencuci, menyapu dan lainnya, banyak pula orang tua kita yang memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada anak laki laki untuk menyelesaikan pendidikan yang setinggi tingginya dan mengatakan kepada anak wanita bahwa suatu saat akan kembali kerumah dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. hal ini tentu saja akan membentuk kepribadian yang berbeda diantara keduanya, anak laki laki seperti layaknya majikan dan wanita tak ubahnya sebagai pembantu rumah tangga. Padahal dalam islam kesempatan yang sama telah diberikan kepada wanita dan pria&lt;br /&gt;Terlalu banyak ayat Al-Quran dan hadis Nabi saw. yang berbicara tentang kewajiban belajar, baik kewajiban tersebut ditujukan kepada lelaki maupun wanita. Wahyu pertama dari Al-Quran adalah perintah membaca atau belajar,&lt;br /&gt;اقرأ باسم ربك الذى خلق[19]&lt;br /&gt;Baik lelaki maupun wanita diperintahkan untuk menimba ilmu sebanyak mungkin, mereka semua dituntut untuk belajar:&lt;br /&gt;طلب العلم فريضة على كل مسلم )ومسلمة ([20]&lt;br /&gt;Kemudian allah juga berfirman ::&lt;br /&gt;فا ستجاب لهم ربهم أنى لا أضيع عمل عامل منكم من ذكر أو أنثى [21]&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa kaum wanita dapat berpikir, mempelajari dan kemudian mengamalkan apa yang mereka hayati dari zikir kepada Allah serta apa yang mereka ketahui dari alam raya ini. Pengetahuan menyangkut alam raya tentunya berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu, sehingga dari ayat ini dapat dipahami bahwa wanita bebas untuk mempelajari apa saja, sesuai dengan keinginan dan kecenderungan mereka masing-masing[22].&lt;br /&gt;Saat ini untuk peran publik wanita telah banyak mendapatkan tempat walaupun tidak sebanding dengan kuantitas yang ada. Hal ini dikarenakan oleh faktor internal yaitu kurangnya kwalitas dari para wanita itu sendiri. Wanita akan dengan mudah akan bisa mendapatkan hak haknya jika ia bisa bersaing dengan laki laki dalam berbagai hal. Adapun gerakan gerakan tentang pembebasan kaum wanita hendaknya lebih diarahkan pada pejuangan mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki laki sebab dengan pendidikan yang tinggi wanita tidak akan mudah tertipu dan dengan mudah bisa mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan. Akan tetapi sayangnya isu isu semacam ini kurang hangat dikalangan akademisi islam mereka sepertinya lebih hangat berbicara mengenai jilbab dan kepemimpinan seorang wanita.&lt;br /&gt;Problematika penafsiran ayat bias gender&lt;br /&gt;Meski Al-Qurân merupakan kebenaran abadi, namun penafsirannya tidak bisa terhindar dari sesuatu yang bersifat relatif. Perkembangan historis berbagai mazhab kalam, fikih, dan tasawuf merupakan bukti positif tentang kerelatifan penghayatan keagamaan umat Islam. Prof. Dr. Said Agil Al-Munawar, Dosen IAIN Jakarta memberikan solusi atas problematika ini dengan menawarkan penggunaan metodologi penafsiran yang dapat mengakomodasi nilai-nilai kontekstual, misalnya dengan metodologi feminisme, Melalui cara ini, pendekatan dilakukan dengan memberikan penekanan pada kaum wanita dan posisi mereka dalam masyarakat serta membandingkannya dengan penekanan kaum pria pada metodologi lainnya. Yang jelas, ada beberapa faktor yang menyebabkan lahirnya metodologi feminisme ini, diantaranya adalah : bahwa dunia ini senantiasa dipandang dan dipahami dari sudut pandang kaum pria. Dalam pandangan ini, wanita hanya digambarkan sebagai obyek yang pasif dibanding sebagai manusia yang dapat bertindak sebagai subyek. Hal ini dapat mengakibatkan dua hal, pertama suatu keadaan di mana kaum wanita terabaikan dan keadaan di mana merebaknya kebencian terhadap wanita. Pada metodologi ini, diharapkan wanita menjadi peneliti utamanya, karena hanya wanitalah yang dianggap benar-benar mengerti kaum wanita dan situasi mereka. Seperti dalam menafsirkan surat An Nisâ’ ayat : 34, Al Qiyâm menurut Muhammad abduh adalah sifat kepemimpinan yang mampu menafkahi lahir batin, mengayomi dan melindungi[23] sebagian ulama mengatakan bahwa ayat diatas tidak terlepas dari ruang lingkup keluarga jadi yang dimaksud dengan Ar rijâl disana adalah suami yang mempunyai kewajiban menafkahi, melindungi, dan mengayomi keluarganya,&lt;br /&gt;Prof. Dr. Nazarudin Umar mengatakan bahwa Hampir semua tafsir yang ada mengalami bias gender. Hal itu antara lain disebabkan karena pengaruh budaya Timur-Tengah yang androcentris. Ada beberapa ayat sering dipermasalahkan karena cenderung memberikan keutamaan kepada laki-laki, diantaranya adalah ayat tentang waris.&lt;br /&gt;يوصيكم الله فى أولادكم للذكر مثل حظ الأنثيين[24]&lt;br /&gt;Akan tetapi ayat-ayat itu tidak bermaksud merendahkan kaum wanita. Ayat-ayat itu boleh jadi merujuk kepada fungsi dan peran sosial berdasarkan jenis kelamin ketika itu. Seperti diketahui ayat-ayat mengenai wanita umumnya mempunyai riwayat sabab nuzul jadi sifatnya sangat historical. Lagi pula ayat-ayat tersebut berbicara tentang persoalan yang detail. Umumnya ayat-ayat seperti itu dimaksudkan untuk mendukung dan mewujudkan tujuan umum (maqashid) ayat-ayat essensial, yang juga menjadi tema sentral al-Qur'an.&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang diturunkan dalam suatu sebab khusus (sabab nuzul) terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama, a) apakah ayat-ayat itu berlaku secara universal tanpa memperhatikan kasus turunnya (yufid al-'am), atau b) berlaku universal dengan syarat memperhatikan persamaan karakteristik illat (khushush al-'illah), yang meliputi empat unsur yaitu peristiwa, pelaku, tempat, dan waktu, atau c) hanya mengikat peristiwa khusus yang menjadi sebab (khushush al-sabab) turunnya ayat, dengan demikian ayat-ayat tersebut tidak mengcover secara langsung peristiwa-peristiwa lain[25].&lt;br /&gt;Al-Qur'an dan Nabi Muhammad telah melakukan proses awal dalam membebaskan manusia, khususnya kaum wanita, dari cengkeraman teologi, mitos, dan budaya jahiliyah. Al-Qur'an dan hadits yang berbicara tentang beberapa kasus tertentu, hendaknya dilihat sebagi suatu proses yang mengarah kepada suatu tujuan umum (maqashid al-syari'ah). Al-Qur'an mempunyai seni tersendiri dalam memperkenalkan dan menyampaikan ide-idenya, misalnya dengan: a) berangsur, dan b) tanpa memberatkan. Sebagai contoh, upaya menghapuskan minuman yang memabukkan (iskar), diperlukan empat ayat turun secara bertahap[26]. Jika kita perhatikan ayat-ayat yang turun berkenaan dengan persoalan perbudakan, kewarisan, dan poligami, runtut turunnya ayat-ayat tersebut mengarah kepada suatu tujuan, yaitu mewujudkan keadilan dan menegakkan amanah dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam melihat hak asasi wanita dalam Islam, kiranya kita tidak hanya memusatkan perhatian kepada peraturan-peraturan yang ada dalam kitab-kitab Fiqh. Mestinya juga dilihat dan dibandingkan bagaimana status dan kedudukan wanita sebelum Islam. Misalnya dalam soal warisan; anak wanita mendapat separoh bagian dari yang didapat anak laki-laki[27]. Ketika ayat ini memberikan bagian kepada anak wanita, meskipun itu hanya separoh, telah menimbulkan kekagetan (shock) dalam masyarakat, karena ketentuan baru itu dianggap menyimpang dari tradisi besar mereka. Ketentuan sebelumnya harta warisan itu jatuh kepada anggota keluarga yang bisa mempertahankan clan atau qabilah, dalam hal ini menjadi tugas laki-laki. Sekalipun laki-laki tetapi belum dewasa maka dihukum sama dengan wanita. Itulah sebabnya Nabi Muhammad tidak memperoleh harta warisan dari bapak dan neneknya karena ia masih belum dewasa.&lt;br /&gt;Bagaimana jadinya seandainya pembagian warisan ketika itu ditetapkan sama rata kepada anggota keluarga tanpa membedakan peran jenis kelamin, sementara peran sosial berdasarkan peran jenis kelamin ketika itu sangat menentukan. Mencari titik temu antara wahyu dan budaya lokal adalah tugas para ulama. Para ulama berusaha merumuskan suatu pranata --kemudian lebih dikenal dengan Fiqh Islam-- dengan melakukan sintesa antara kultur Arab dan prinsip-prinsip dasar al-Qur'an.&lt;br /&gt;Meskipun laki-laki dalam Fiqh Islam masih terkesan dominan tetapi martabat wanita sudah diakui, bahkan wanita selalu di bawah perlindungan laki-laki. Kalau ia sebagai isteri dipertanggung jawabkan oleh suami, sebagai anak dipertanggung jawabkan oleh Bapak, sebagai saudara dipertanggungjawabkan oleh saudara laki-laki, meskipun ia lebih tua, dan menerima mahar dari laki-laki. Kaum laki-lakilah yang bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga clan dan/kabilah yang ketika itu sangat rawan.&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada para fuqaha', memang ada beberapa hal dalam kitab Fiqh dinilai telah selesai memenuhi tugas historisnya. Jika kita konsisten terhadap kaidah “hukum mengikuti perkembangan zamannya” maka fiqh Islam sudah semestinya diadakan berbagai penyesuaian.&lt;br /&gt;Salah satu upaya al-Qur'an dalam menghilangkan ketimpangan peran jender tersebut ialah dengan merombak struktur masyarat qabilah yang berciri patriarki paternalistik menjadi masyarakat ummah yang berciri bilateral-demokratis. Promosi karier kelompok masyarakat qabilah hanya bergulir di kalangan laki-laki, sedangkan kelompok masyarakat ummah ukurannya adalah prestasi dan kualitas, tanpa membedakan jenis kelamin dan suku bangsa. Itulah sebabnya Rasulullah sejak awal mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah, karena Yatsrib terlalu berbau etnik (syu'ubiyah), sedangkan Madinah terkesan lebih kosmopolitan[28]&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Meskipun banyak sekali literatur tentang pembebasan wanita dalam pandangan islam namun kiranya perlu dilakukan penelitian lebih jauh terhadap penafsiran ayat-ayat Al-Quran yang berbias pria yang selama ini diterima begitu saja. Penelitian ini sangat penting karena akan mengundang para pembacanya untuk bersikap lebih kritis terhadap apa yang dianggap "ajaran Islam" yang ada, yang mungkin sebenarnya berasal dari budaya sebelum Islam dan bertentangan dengan ruh Islam. Selain itu, banyak juga penafsiran yang cenderung membatasi peran wanita pada lingkup domestik saja, dan menganggap posisi wanita lebih rendah dibandingkan pria.&lt;br /&gt;Akibatnya, potensi wanita sebagai manusia tidak dapat diaktualisasikan dengan semestinya. Kajian tentang wanita ini menjadi penting untuk memberdayakan kaum wanita, untuk membiarkan mereka mengetahui bahwa mereka memiliki hak yang sama dengan pria dalam agama, juga dalam hal memutuskan apa yang mereka inginkan. Pemberdayaan ini akan berguna untuk kepentingan yang lebih luas. Contoh kesadaran untuk ber-KB itu menunjukkan bahwa mereka merasa punya hak atas badan mereka sendiri, serta berhak ikut menentukan pengaturan memiliki anak. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;[1] Penulis adalah pemerhati dan pecinta wanita&lt;br /&gt;[2] Muhammad Athiyah Al Abrasy Adlmah Al islam Juz II, Maktabah Al usrah, Kairo, 2002, hal. 181&lt;br /&gt;[3] M. Quraish Shihab, Wawasan Al Quran, Mizan, Bandung, 2000, hal. 296&lt;br /&gt;[4] Ibid, hal. 297&lt;br /&gt;[5] QS. An Nisa (4) : 1&lt;br /&gt;[6] Muhammad ‘Abduh, Al-A‘mâl Al-Kâmilah, (Diedit oleh Dr Muhammad Emarah), Kairo: Dâr Al-Syurûq, 1993, Juz V, hal. 160&lt;br /&gt;[7] QS. Quraisy (106) : 1-2&lt;br /&gt;[8] QS. Al Takwîr (81) : 8-9&lt;br /&gt;[9] QS. An Nisa’ (4) : 19&lt;br /&gt;[10] Muhammad ‘Abduh, op.cit., hal. 185&lt;br /&gt;[11] QS. Al Nisa’ (4) : 22&lt;br /&gt;[12] Dr. Mahdi Fadllullah, Al-‘Aql wa Al-Syarî‘ah, Beirut: Dâr Al-Thalî'ah, 1995, hal. 97&lt;br /&gt;[13] QS Al-Nisâ' (2): 3&lt;br /&gt;[14] QS. Al Hujurât (49) : 13&lt;br /&gt;[15] QS Al-Baqarah (2): 35&lt;br /&gt;[16] QS. Al-A'rif (7) :20,22,23&lt;br /&gt;[17] QS. Al-Baqarah (2) :187&lt;br /&gt;[18] Untuk lebih lengkapnya lihat : Jamal Al Banna Al Hijab, Kairo : Dar Al Fikr Al Islami, Cet II, 2002, hal :184&lt;br /&gt;[19] QS. Al Alaq (96) : 1&lt;br /&gt;[20] HR. Al Thabarani melalui ibn mas’ud.&lt;br /&gt;[21] QS. Ali Imran (3) : 195&lt;br /&gt;[22] Muhammad Athiyah Al Abrasy, op. cit., hal. 247&lt;br /&gt;[23] Muhammad ‘Abduh, op. cit., hal. 201&lt;br /&gt;[24] QS. Al Nisa’ (4) : 11&lt;br /&gt;[25] Manna’ Al Qattan Mabahits Fi Ulumil Al Qur’an, Riyadl : Maktabah Ma’arif, cet II, 2000 hal. 83&lt;br /&gt;[26] Ibid., hal. 111,112&lt;br /&gt;[27] QS. Al-Nisa' (4) :11&lt;br /&gt;[28] Lebih jauh lihat Dr. Syafi’i Ma’arif Islam dan Politik, Jakarta : Gema insani press, 1996. hal : 140&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1126527222935858832-2158993421076997815?l=caktam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://caktam.blogspot.com/feeds/2158993421076997815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1126527222935858832&amp;postID=2158993421076997815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2158993421076997815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1126527222935858832/posts/default/2158993421076997815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://caktam.blogspot.com/2007/12/wanita-problematika-kesetaraan-gender_4673.html' title='WANITA ; Problematika kesetaraan gender'/><author><name>MasTam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06374731301885281654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8K_uWIp2qtk/R2vL8tbjGQI/AAAAAAAAABU/NF5deEX7Xu8/s72-c/dnda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
