Sebuah kisah dari seorang sahabat
Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening:Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.
Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkimpoian kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.
Dew hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.
Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. "Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis. " Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.
Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka.
Sejujurnya, ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV ber-sama2. Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Walaupun kelihatan sedikit curiga, Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sebuah kisah dari seorang sahabat
Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya," Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"
"Aku serius". Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!".
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkimpoian kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.
Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..
Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan.
"Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu" Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkimpoiannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali"
Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia dipintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar,hati2 kalau kamu lewat sana ."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra, seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.
Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum, tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.
Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit. Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"
Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."
Saturday, September 27, 2008
Sebelum Kamu Ceraikan, Bopong Aku Dulu...!
Posted by
MasTam
at
7:52 PM
0
comments
Kisah tukang kayu
Seorang tukang kayu tua bermaksud pension dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya ”hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan, kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula, kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkanlah rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup dengan melakukan segalanya sekuat tenaga.
Posted by
MasTam
at
7:47 PM
0
comments
Melihat Mausoleum Attaturk, Monumen Agung Turki Modern (2-Habis)

Masih Jadi Gambar Wajib di Dinding Sekolah
Mustafa Kemal Attaturk dikenal sebagai bapak Turki modern dan menetapkan fondasi sekulerisme (laiklik). Kematiannya diacarakan dengan segenap keagungan. Jenazahnya dua kali ''dimakamkan''. Bagaimana ritual dan upacaranya?
SETIAP 10 November pukul 09.05, aktivitas terhenti di Turki. Setidaknya, pada jam itu, warga Turki diinstruksi oleh negara untuk mengheningkan cipta. Pada tanggal dan jam itulah, Mustafa Kemal Attaturk meninggal pada 1938. Setiap 10 November bagi bangsa Turki berarti ''hari (wafatnya) pahlawan''.
Presiden pertama sejak kemerdekaan pada 1923 itu berpulang setelah kesehatannya memburuk. Bapak (atta) bangsa Turki itu menderita sirosis hati. Sejak itulah, bangsa Turki menjadi "yatim'', tanpa bapak.
Attaturk meninggal tanpa ahli waris langsung. Pemimpin perang kemerdekaan yang diakui kehebatannya itu pernah menikahi Latife Usakligil. Tetapi, mereka cerai tiga tahun kemudian. Tokoh yang perokok itu mengangkat delapan anak untuk diadopsi. Di antara mereka, yang tujuh perempuan. Misalnya, Sabiha Gokcen yang menjadi pilot tempur pertama di dunia.
Tokoh kelahiran 19 Mei 1881 itu meninggal di Istanbul, di Istana Dolmabache. Istana ini tempatnya istirahat sejak kesehatannya menurun setahun sebelumnya. Lalu, jenazah tokoh tersebut disalatkan (funeral prayer) oleh pemimpin kota Prof Dr Mehmet Yaftay.
Kematian Attaturk di usia ke-57 itu dilayat oleh perwakilan khusus 17 negara, selain rakyatnya sendiri tentunya. Sembilan di antara negara itu mengirimkan detasemen tentara untuk upacara pemakaman. Dari Istanbul, jenazah Attaturk dibawa ke Ankara dengan kereta api. Seakan itu mengenang Attaturk sebagai pelopor jaringan perkeretaapian Turki. Semasa pemerintahannya, dibangun 3.208 km jalan kereta api.
Jenazah Attaturk dibalsam oleh Prof Dr Lutfi Aksu. Perhentian pertama jenazah tokoh yang jadi sampul majalah TIME edisi 24 Maret 1923 itu adalah di Museum Etnografi Ankara. Di sanalah jenazahnya diistirahatkan. Dikerudungi bendera Turki, bulan sabit dan bintang putih dengan latar belakang merah. Tentara menjaganya.
Tokoh yang wajahnya digambarkan di semua pecahan uang Turki itu berada di Museum Etnografi selama 15 tahun. Pemerintah Turki menyiapkan mausoleum yang megah. Diperlombakanlah arsitektur untuk pemakaman agung itu. Arsitek luar negeri juga boleh ikut. Ternyata, yang menang arsitek Turki.
Meski selanjutnya bangunan mausoleum (anitkabir) siap, peti mati Attaturk tidak langsung dipindah. Peti mati itu dibuka. Ternyata, jenazahnya masih utuh. Itu berarti pembalsamannya sukses. Untuk memakamkannya kembali, dilakukan proses sekali lagi.
Menurut penjelasan di mausoleum Attaturk, jenazah Attaturk dikafani secara Islam. Kemudian dikuburkan di ruang basement bangunan utama mausoleum. Jenazahnya dihadapkan ke Kakbah di Makkah. Makamnya dikelilingi segi delapan lambang bangsa Seljuk. Ruang dihiasi dengan arsitektur ala Ottoman. Seljuk dan Ottoman adalah bagian dari sejarah kejayaan bangsa Turki.
Tanah untuk menimbunnya diambilkan dari seluruh provinsi. Kini Turki punya 81 provinsi. Selain itu, tanah juga diambilkan dari rumah tempat kelahiran Attaturk di Salonika (Tessaloniki). Bahkan, sejumput tanah dari pekuburan tentara Turki di Korsel juga menimbun jenazah Attaturk. Begitu pula tanah dari makam tokoh Turki Suleiman Shah.
Meski sudah lama wafat -70 tahun lalu-, wajah Attaturk tetap yang paling mudah dijumpai di Turki, terutama Ankara. Instansi militer termasuk yang paling semangat memasang tokoh pencetus laiklik (sekulerisme) sebagai fondasi Turki modern itu.
Di seluruh instansi pemerintah, kantor partai, kantor anggota parlemen, sekolah, buku sekolah, wajah Attaturk menjadi semacam gambar wajib. Di hari-hari yang dianggap penting, instansi pemerintah dan BUMN memasang gambarnya besar-besar di dinding gedung.
Patung-patung Attaturk juga ditemui di banyak kawasan di Turki. Termasuk di kawasan Aksehir, kota kecil sekitar empat jam dari Ankara, di Provinsi Konya. Kota ini adalah kelahiran Nasruddin Hoja atau Nasrettin Hoca dalam bahasa Turki.
Jawa Pos melihat dua patung utama di kota itu, yakni patung Attaturk dengan seragam tentara. Tak jauh dari itu, ada patung Nasrettin Hoca, dengan turban dan berjanggut naik keledai. Semasa hidup, Nasrettin Hoca dikenal sebagai sufi yang sangat lucu dan bisa berkelit dari segala kesulitan dengan logikanya yang tidak terduga. Hoca adalah Abunawas ala Turki. Kisah Hoca di Turki menjadi sepopuler ''kancil mencuri ketimun'' di Indonesia.
Selain dengan terus ''menghidupkannya'' lewat ajaran-ajarannya, pemerintah Turki juga membuat undang-undang untuk melindungi kehormatan Attaturk. Pada 1981, parlemen mengeluarkan UU nomor 5816 yang menyatakan melanggar hukum bagi barangsiapa yang melecehkan atau menyerang objek yang merepresentasikan Attaturk.
Meskipun tokoh besar, kehadiran wajah Attaturk di mana-mana tidak selalu membuat orang Turki gembira. Kadang-kadang semakin jauh dari Ankara, yang berarti juga makin jauh dari pusat kekuasaan, pengaruh itu berkurang. Seperti dua warga Konya yang bereaksi menggeleng ketika diacungkan jempol kepada wajah Attaturk di uang yeni Turkish lira (YTL, baca yetele). Konya adalah kota tempat makam sufi besar Mavlana Celalettin Rumi (Jalaluddin Rumi).
Attaturk, yang pendiri Turki, mantan PM, mantan ketua parlemen, dan mantan presiden itu, tetaplah tokoh modern yang tidak tertandingi daya tariknya di Turki. Mausoleumnya yang megah itu menjadi salah satu jujugan turis ke Ankara.
Memang, kebanyakan yang datang ke sana turis lokal, terutama anak sekolah dan juga kadet militer. Tapi, orang umum juga banyak, bahkan turis asing. Itu bisa dilihat dari buku komentar yang disediakan di pintu keluar. Banyak turis Eropa yang menuliskan kesannya di sana.
Gelombang orang akan terus berdatangan ke mausoleum Attaturk. Di sanalah bangsa Turki memang benar-benar ''mikul dhuwur, mendhem megah'' kepada bapak bangsanya. (habis)
Posted by
MasTam
at
4:41 PM
5
comments
Friday, September 26, 2008
Melihat Mausoleum Attaturk, Monumen Agung Turki Modern (1)
Agungkan Bapak Turki, tapi Beri Tempat Kenang Imam Susu
Sejarah bisa dikisahkan dengan memikat. Salah satu yang piawai meengemas sejarah bangsa adalah Turki. Jantungnya ada di mausoleum Mustafa Kemal Attaturk, sang bapak Turki. Berikut laporan dari tempat yang diziarahi jutaan orang itu.
ROHMAN BUDIJANTO, Ankara
TAK ada tempat sebagus Rasateppe untuk bisa melihat seluruh Ankara. Dari tempat yang berarti ''bukit pengamatan'' inilah bisa dilihat seantero ibu kota Turki ini. Tapi, tentu bukan itu sebabnya kalau tempat tersebut tahun lalu dikunjungi lebih dari 11 juta orang. Di sanalah bangsa Turki membaringkan jasad Mustafa Kemal Attaturk dalam sebuah bangunan sangat megah mausoleum (anitkabir).
Kemegahan tempat itu bisa dirasakan mulai jalan masuk yang lebar, sepanjang 262 meter. Di kiri kanannya terdapat 12 pasang patung singa. Pengukirannya dengan gaya zaman perunggu Hitti. Setelah jalan singa itu, tibalah di lapangan luas berlantai batu sepanjang 129 meter dan lebar 84 meter atau sekitar satu hektare. Sebanyak 15 ribu orang bisa berkumpul di sana.
Lapangan itu dikelilingi bangunan bertiang balok-balok sangat tinggi. Megah, mirip kemegahan kompleks bangunan Romawi atau Yunani di masa kejayaannya. Bangunan utamanya, tentu, tempat jenazah Attaturk dibaringkan. Selebihnya bangunan pendukung dan koridor bagi pengunjung.
Setiap sudut dan ruang di mausoleum, yang sekaligus museum perjuangan kemerdekaan Turki, dijaga ketat. Puluhan penjaga berpostur tegap dan nyaris sama tingginya. Mereka berjas hitam dan menenteng walkie talkie. Meski berwajah serius, mereka cukup tanggap ketika ditanya pengunjung.
Di gerbang utama anitkabir ada tentara berdiri tegak. Mereka masing-masing berpasangan, berdiri di kiri kanan pintu masuk. Mereka bersenjatakan senapan mengilap. Posturnya lebih tinggi daripada penjaga rata-rata karena mereka polisi militer.
Ternyata mereka bisa menjadi ''atraksi'' tambahan bagi pengunjung. Sebab, setiap 15 menit mereka berganti posisi. Banyak pengunjung menoleh ketika terdengar suara ''prok!'', yakni entakan pertama dan terakhir mereka. Banyak pengunjung tersenyum. Kadang para penjaga juga ikut mesem.
Batu kubur Attaturk tak bisa dilihat langsung. Bangunan utama itu diwakili sarkofagus berupa kotak batu 40 ton. Mirip peti mati, tapi lebih besar. Di depannya ada lingkaran tempat menempatkan karangan bunga mawar. Yang atas bunga merah, yang bawah bunga putih. Ketika diraba, ternyata bunga plastik.
Batu kubur Attaturk, yang berada di ruang segi delapan di bawah sarkofagus itu, bisa dilihat lewat televisi layar datar di ruang museum. Kuburan itu berupa persegi panjang biasa. Tanpa nisan. Sekelilingnya ada pagar berbentuk segi delapan, simbol kejayaan Ottoman.
Setelah dari sarkofagus di balai kehormatan yang sunyi itu, pengunjung masuk ke ruang museum dan diorama. Balai kehormatan itu adalah tempat terakhir boleh memotret. Di museum, gambar pertama di kotak kaca benda-benda memorial Attaturk adalah foto ayah ibunya. Ayahnya berkopiah Turki, ibunya berkerudung. Ini agak ironis karena jilbab saat ini menjadi persoalan dalam sekularisme Turki.
Istri Attaturk sendiri juga berjilbab. Tapi, tak ada fotonya di museum itu. Dia bisa dilihat di situs milik Merve Kavakci, wanita yang juga politikus Turki. Dia adalah anggota parlemen yang kemudian diteriaki, diusir, dan digelandang keluar dari gedung parlemen saat akan dilantik. Gara-garanya, dia berjilbab seperti 60 persen wanita Turki. Dia dianggap melanggar aturan sekularisme yang melarang wanita berjilbab berada di gedung pemerintah. Kini dia hijrah ke Amerika.
Lemari-lemari pajang berikutnya berisi benda-benda kenangan semasa hidup Attaturk. Ada pedang hadiah dari negara-negara lain, termasuk katana (pedang samurai) dari pangeran Jepang. Di antara koleksi senjata apinya, ada tongkat alat bantu jalan yang tenyata senapan (cane rifle). Lalu ada koleksi pecut, alat makan, drink set, uang Turki lama, alat merokok, buku catatan bertuliskan Arab, dan alat cukur. Juga ada alat fitnes kuno dari kayu dan rantai. Ada juga koleksi Attaturk dari putri angkatnya. Sabiha Gokcen memberinya pistol koboi Smith & Wesson buatan 1887. Sedangkan Rukiye Erkim mempersembahkan Alquran mini yang bisa jadi liontin kalung.
Masih banyak koleksi lain yang menandai perjalanan politik Attaturk. Di antaranya pelat alfabet huruf Latin yang diterima dari parlemen Turki pada 1 November 1928. Ini penanda perubahan abjad Turki, yang semula abjad Arab diganti huruf Latin. Attaturk sendiri sebelumnya menulis dengan huruf Arab, seperti terlihat di buku catatan tadi.
Yang juga disimpan adalah seragam militer Attaturk, pakaian biasa, syal, bahkan piyamanya. Agar bisa lebih menghidupkan suasana, ada kotak kaca yang di dalamnya terdapat manekin Attaturk sedang duduk di meja kerja. Wajahnya yang tegas bermata biru itu menatap pengunjung. Dia berjas lengkap hitam dan rambutnya yang pirang tersisir rapi ke belakang.
Di dekat ''kantor'' Attaturk ini ada sosok anjing. Ternyata anjing berbulu cokelat muda itu anjing kesayangan Attaturk yang diawetkan. Dia bernama Fox. Saat ini ada televisi Turki bernama Fox. Televisi ini, seperti pernah diceritakan, tak banyak mengekspos Ramadan.
Ketika melihat ruang memorabilia Attaturk itu terdengar dari ruang sebelah suasana perang. Ramai sekali. Seperti suara perang dari gedung bioskop. Ternyata di sanalah terletak diorama perang kemerdekaan Turki.
Diorama itu dibuat sangat cermat. Di bagian depan ada patung-patung tentara yang sedang perang atau meninggal, berikut patung senjata, parit perlindungan, meriam. Suasananya mirip perang. Di latar belakang berupa lukisan yang ''meneruskan'' patung-patung adegan perang itu. Lukisan itu berupa ledakan, kapal tenggelam, dan tentara di sekoci pengaman.
Perang laut di front Cannakkale pada 1914-1915 memang menjadi salah satu perang penting kemerdekaan Turki. Saat itu Attaturk menjadi komandan. Saat itu bangsa Turki dikeroyok bangsa imperialis, yakni Prancis, Inggris, Rusia, Australia, Belanda, Italia, dan Yunani. Turki diserang dari laut dan udara.
Yang dikenang di museum itu juga dari perlawanan di pedalaman.
Attaturk memimpin dengan mengobarkan semangat ''Ya istiklal, ya oklum''. Artinya, merdeka atau mati.
Pertempuran ini, selain memoncerkan nama Attaturk, juga melahirkan kepahlawanan Kopral Seyit. Tentara berpangkat rendah itu menjadi regu pengisi peluru meriam antikapal laut. Di tengah serangan dari armada kapal perang, pos Seyit ikut kena bom. Seluruh regu pengisi peluru tewas, kecuali Seyit.
Si Seyit ternyata tidak menyerah. Dia mengangkat peluru dan memasukkannya sendiri. Padahal, beratnya 275 kilogram. Di diorama ada patung Seyit mengangkat peluru dengan kedua tangan di belakang punggungnya. Wajahnya meringis. Tapi, upayanya tak sia-sia. Dia berhasil mengangkat empat peluru. Dan, empat tembakan peluru itu menenggelamkan kapal perang andalan The Ocean milik Inggris.
Selain mengenang perang dari front Attaturk, museum menggambarkan perjuangan di pedalaman. Dikisahkan ada Imam Sutcu (Imam Susu) 1884-1922. Sosok dari wilayah di dekat Syria itu dijuluki begitu, karena selain menjadi imam masjid Uzun Oluk, dia pengantar susu.
Kalau hanya jadi pengantar atau penikmat susu, tentu dia tak akan jadi pahlawan. Karena marah melihat tentara Armenia yang berada di militer Prancis melecehkan perempuan muslim, dibunuhlah salah satu di antara mereka. Dia lalu diburu, tapi bisa mengobarkan perlawanan. Akhirnya setelah penjajah pergi, dia menjadi militer. Saat ditugasi menyiapkan salvo meriam untuk pelantikan pimpinan kota, ternyata mesiu itu meledak duluan. Sang Imam Susu tewas.
Kisah sejarah di Mausoleum Attaturk memang seru. Setidaknya cara menceritakannya sangat menawan. (bersambung)
Posted by
MasTam
at
6:23 AM
1 comments
Thursday, September 25, 2008
Mengikuti Penjemputan Airbus Pertama AirAsia Indonesia di Toulouse, Prancis (2-Habis)
Tidur Pulas setelah Take-off dan Landing Pertama Sukses
Selama 16 jam, Airbus A320 pertama AirAsia Indonesia sukses terbang dari Bandar Udara Blagnac Toulouse menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kondisi pesawat yang masih gres tak menghilangkan ketegangan selama perjalanan.
M. Sholahuddin, Toulouse, Prancis
BERBEDA saat kali pertama menginjakkan kaki di Toulouse yang begitu dingin, sore itu cuaca tampak bersahabat ketika Jawa Pos akan meninggalkan kota itu. Udara terasa sangat sejuk di Bandara Blagnac. Mendongak ke angkasa, terlihat banyak guratan apik bekas lintasan pesawat. Menyerupai lukisan tak beraturan.
''Nah, itu pesawat kita,'' kata CEO AirAsia Indonesia Darmadi setelah pemeriksaan di bandara beres. Tampaknya, dia juga sudah tidak sabar ingin segera membawa pulang pesawat barunya.
Hamparan karpet merah menyambut. Semerbak bau khas barang baru terasa begitu menembus hidung saat rombongan memasuki pesawat. Bunyi pesawat juga sudah terdengar meraung-raung, seolah ikut-ikutan tidak sabar segera terbang menembus angkasa menuju langit Jakarta.
Wajah kuyu karena cukup padatnya agenda selama di Toulouse sontak berubah semringah. Namun, bukan berarti tidak ada perasaan cemas. Karena itu, bergegas Darmadi mengajak seluruh awak pesawat berdoa. ''Mari berdoa, semoga selama perjalanan kita aman tanpa ada halangan apa pun,'' ujar Darmadi.
Yang memimpin doa adalah Kapten Didik Setiawan, salah seorang pilot yang menerbangkan pesawat itu. Sesaat suasana berubah hening. Tangan-tangan menengadah, wajah menunduk, mulut melafalkan doa. Setelah itu, para awak pesawat berhamburan memilih tempat duduk. Terserah mau duduk di mana saja, tinggal pilih.
Pukul 15.00 waktu setempat, burung besi itu mulai bergerak. Semula pelan, lalu makin kencang. Pesawat pun mendongak ke udara, menerbangi Bandar Udara Blagnac. Seluruh awak masih tetap berdiam diri di tempat duduk masing-masing.
Tak berselang lama, gerak pesawat terasa sudah stabil. Suaranya juga tidak lagi mendesing keras. Tanpa ada yang mengomando, tiba-tiba tepuk tangan bergemuruh. Suasana yang semula sepi berubah riuh. Tubuh yang kaku terpaku safety belt pun mulai melepaskan diri. ''Selamat. Take-off pertama berhasil,'' teriak beberapa awak.
Toh, keceriaan setelah take-off pertama berhasil dengan mulus itu bukan lantas membuat perasaan cemas hilang begitu saja. Sebab, perjalanan Toulouse ke Jakarta masih sangat panjang. Ada tiga rute yang dilewati, yaitu Toulouse-Sarjah (UEA) sekitar 6 jam, Sarjah-Bangkok (7 jam), Bangkok-Jakarta (3 jam). Tiba di Jakarta diperkirakan pukul 16.00 WIB.
Namun, suara Kapten Didik dari kokpit terdengar sedikit memberikan ''hiburan''. Dia mengatakan, pesawat ini bertekonologi tinggi dan dinobatkan sebagai best selling aircraft passenger pada 2003, serta merupakan pesawat komersial pertama yang menggunakan teknologi digital fly by wire. ''Kontrol pesawat menggunakan signal computer, tentunya hal ini sangat berbeda dengan pendahulunya yang masih menggunakan kabel mekanikal,'' katanya.
Mendapat penjelasan itu, perasaan yang masih disaput waswas mulai lega. Alunan instrumental yang terdengar pelan di sudut-sudut kabin membuat suasana mencair. Para awak pun mulai merasakan kantuk. Dan, pesawat sebentar lagi bakal landing di Sarjah. Kembali perasaan deg-degan muncul. Maklum, inilah landing pertama pesawat baru itu. Jika take-off pertama sukses, bagaimana landing-nya? Penerangan pesawat yang semula terang berubah menjadi temaram.
Beberapa detik kemudian pesawat mendarat mulus sekali. Tidak ada entakan keras. Lagi-lagi tepuk tangan bergemuruh, mensyukuri landing yang juga berlangsung aman. Karena take-off dan landing pertama tidak ada masalah, perasaan deg-degan itu pun praktis sirna. Sebagian besar penumpang pun bisa tertidur pulas. Perjalanan dari Sarjah ke Bangkok, kemudian dilanjutkan ke Jakarta pun terasa singkat dan menyenangkan.
Sekitar pukul 16.15 WIB, pesawat A320 baru itu akhirnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Ratusan pegawai AirAsia menyambut kedatangan pesawat baru itu. Bentangan tulisan selamat datang dan 1st Airbus A320 terpampang besar sekali.
Mata Darmadi dan beberapa petinggi AirAsia Indonesia yang lain tampak berkaca-kaca. Suasana berubah haru. Kalungan bunga pun dipasangkan kepada sejumlah petinggi maskapai penerbangan yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia, itu.(*/kim)
Posted by
MasTam
at
5:00 PM
0
comments
Tuesday, September 23, 2008
Mengikuti Penjemputan Pesawat Airbus Pertama AirAsia Indonesia dari Toulouse Prancis (1)
Pabrik Mirip Kampus, Produksi 34 Pesawat Tiap Bulan
Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia terus memodernisasi armada pesawatnya. Pada 17 September 2008, perusahaan di bawah AirAsia Grup itu mendatangkan Airbus A320 baru dari kota penerbangan Toulouse, Prancis. Pembelian itu menjadi tonggak awal pergantian seluruh armada lama.
M. Sholahuddin, Toulouse, Prancis
Begitu pilot Air France memberikan informasi bahwa pesawat akan mendarat di Bandara Paris Charles de Gaulle setelah terbang 12 jam lebih dari Singapura, rasa penat di tubuh berangsur-angsur pergi. Bersama dua media nasional dari Indonesia, Jawa Pos menjejakkan kaki di bandara peringkat pertama dalam pergerakan pesawat di Eropa.
Mimpi melihat langsung Toulouse sebagai pusat penerbangan di Eropa itu kini tinggal selangkah. Sayang, ayunan cepat kaki selepas transit di bandara Paris untuk melanjutkan penerbangan, tersendat. Pagi itu, pesawat Air France tujuan Toulouse terlambat. Seharusnya berangkat pukul 10.25, pesawat baru berangkat sekitar 20 menit kemudian.
Jarak Paris ke Toulouse sekitar 600 km. Setelah lebih dari satu jam terbang, udara Kota Toulouse mulai tercium. Kota ini adalah sebuah kota di barat daya Prancis di tepi Sungai Garonne. Di tengah jarak antara Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Dengan populasi penduduk lebih dari satu juta jiwa, Toulouse adalah kota terbesar kedua di Prancis Selatan. Kota ini termasuk salah satu yang tumbuh paling pesat di Eropa. Di sinilah markas Airbus berada.
Keluar dari Bandara Blagnac Toulouse, udara dingin terasa menusuk kulit. Suhu udara saat itu diperkirakan 10 derajat Celsius. Padahal, waktu itu tengah hari. Bisa dibayangkan, betapa tubuh makin dibuat menggigil kalau malam atau dini hari. ''Alhamdulillah, akhirnya datang juga,'' kata Darmadi, CEO AirAsia Indonesia, berucap syukur.
Hanya beristirahat semalam, esok harinya mobil penjemputan membawa Jawa Pos memasuki areal bertuliskan Airbus An EADS Company Campus 1. ''Selamat datang di Kota Toulouse,'' kata Sonia Cambarrat, manpower on behalf Airbus Press Officer Communications, menyambut dengan ramah.
Bisa jadi disebut kampus karena suasana di pabrik Airbus itu mirip kampus. Para pegawai berpakaian rapi, berjas, berdasi, dan menenteng tas. Gedung-gedung juga dibangun apik mirip kampus modern. Warna luar gedung juga terlihat seragam. Putih metalik. Belum jenak mengagumi, rombongan media dibawa ke press room. Selama satu jam diterima banyak penjelasan tentang bisnis Airbus yang disampaikan Paula Carnelly, senior marketing analyst - A320 Family.
Airbus merupakan perusahaan di bawah hukum Prancis dan dimiliki EADS (Euorpean Aeronautic Defence and Space Company). Airbus mempekerjakan sekitar 55.000 karyawan di seluruh dunia. Khusus perakitan final tidak hanya di Toulouse. Perakitan final pesawat juga dilaksanakan di Hamburg, Jerman. Perusahaan itu memiliki beberapa kantor regional di banyak negara. Di antaranya di Kuala Lumpur. Selain itu, ada empat lokasi training center, lima spare center, dan 160 lokasi service office.
Namun, Paula banyak menjelaskan kelebihan pesawat A320. Maklum, pesawat jenis itulah yang dibeli kali pertama oleh AirAsia Indonesia. Secara bertahap A320 akan menggantikan pesawat lama milik maskapai di bawah bendera AirAsia Grup itu. Pembelian pesawat A320 oleh AirAsia Indonesia itu sekaligus menandai pergantian ke-50 pesawat milik AirAsia, dari jumlah pemesanan 175 pesawat A320.
Paula memaparkan, pesawat A320 Family saat ini mendominasi Asia Pasifik. Hingga Maret 2008, order A320 telah mengungguli pesawat jenis Boeing 737 NG sejak peluncuran pada Maret 1993. Order Airbus berada di kisaran 58 persen, sedangkan Boeing baru 42 persen. Jumlah order A320 mencapai 1.580 pesawat dari 41 operator dan 812 pesawat sudah beroperasi.
Menurut Paula, bukan tanpa alasan A320 dipilih banyak maskapai. Sejumlah keunggulan Airbus A320, antara lain, ramah lingkungan yang mampu meminimalkan pembakaran mesin, mengurangi emisi, dan efek kebisingan di kelasnya. Dibanding Boeing 737-300 seri lama, bahan bakar Airbus A320 lebih rendah 1.227 galon per tahun, pembuangan gas CO2 lebih kecil 3.866 ton per tahun, serta menyelamatkan 351.454 batang pohon per tahun. ''Produk kami mendukung lingkungan yang sehat,'' ungkapnya.
Paula mengatakan, bagi maskapai penerbangan ada sejumlah keuntungan jika menggunakan A320 tersebut. Digambarkan, jika memiliki 20 pesawat jenis ini, suatu maskapai bisa menghemat biaya operasional USD 14 juta per tahun, biaya perawatan USD 9 juta per tahun, dan pengiritan bahan bakar USD 5 juta per tahun.
Bukan hanya itu. Penumpang juga menerima kenyamanan lebih. Kabin pesawat, misalnya. Pesawat jenis A320 merupakan yang terluas di kelasnya. Desain interior juga makin futuristik. ''Ukuran dan bentuk kabin yang luar biasa ini memungkinkan tempat penyimpanan barang lebih luas, sehingga penumpang dapat naik dan turun dari pesawat lebih cepat dan nyaman,'' kata Paula.
Marie-Angie Plancq, airline markerting director Airbus, menambahkan, rata-rata produksi pesawat A320 setiap bulan terus bertambah. Pada tahun ini jumlah produksi sudah mencapai 34 pesawat per bulan. Pada 2010 nanti diharapkan produksi menembus 40 pesawat. ''Ke depan kami menginvestasikan rata-rata produksi 40 pesawat setiap bulan,'' katanya. Sampai Agustus 2008, lanjut dia, jumlah order A320 mencapai 6.300, sudah terkirim 3.600, dan dalam pengerjaan 2.700 buah.
Persaingan Boeing dan Airbus pada tahun-tahun belakangan ini makin tampak. Kemunculan Airbus A320 yang dilengkapi teknologi tinggi itu menjadi saingan baru Boeing 737. Untuk mengimbangi A320, pada 1993 Boeing mengembangkan jenis 737 - next generation (NG). Dalam pengembangan NG, perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik baru, dan mendesain ulang mesin pesawat.
Sejauh ini Boeing masih disebut raja penerbangan di dunia. Pesawat-pesawat keluaran perusahaan yang berdiri pada 1918 di Seattle, Washington, Amerika Serikat, itu merajai angkasa. Kebanyakan pesawat yang digunakan perusahaan penerbangan di Indonesia juga jenis Boeing.
Namun, seiring perjalanan waktu, bukan tidak mungkin perusahaan penerbangan yang bakal menggunakan Airbus terus bertambah. Di Indonesia, misalnya. Selain AirAsia Indonesia, beberapa perusahaan penerbangan kini mulai berpaling dari Boeing dan secara bertahap mengganti armadanya dengan Airbus. (bersambung/kim)
Posted by
MasTam
at
4:07 PM
0
comments
Monday, September 22, 2008
Menghormati Orang Tidak Berpuasa di Negara Turki (3-Habis)

Tak Ada Job untuk Pelawak dan Artis di Siaran Ramazan
Media Turki juga bebas membuat siaran Ramadan atau tetap ''tidak puasa''. Perbedaan itu cukup kentara. Dan, siaran-siaran agama di Turki sangat berbeda dengan di Indonesia yang sangat banyak bercanda itu.
ROHMAN BUDIJANTO, Ankara
TELEVISI Turki juga sangat kentara mana yang ''puasa'' dan mana yang tidak. Kebanyakan televisi memang membuat acara khusus Ramazan. Baik menjelang iftar (buka) maupun sahur. Baik yang siaran canli (langsung) maupun tidak. Tapi, ada juga yang tidak segan tak menyinggung sedikit pun soal Ramadan dalam acaranya. Tapi, kaum muslim taat Turki pasti bersyukur karena lebih banyak televisi yang punya acara khusus Ramazan. Dan, setiap televisi Turki yang dipantau di Ankara berwawasan ''NKRT'' alias Negara Kesatuan Republik Turki. Bukan televisi lokal.
Buktinya, televisi memaparkan daftar jadwal buka dan sahur, meliputi seluruh wilayah-wilayah utama Turki. Wilayah Turki yang merentang sekitar 1.500 km dari timur (Iqdir di dekat Armenia) sampai ke barat (Edirne, dekat Yunani) menjadikan ada cukup signifikan selisih waktu dari satu kota ke kota lain. Informasi itu penting bagi orang buka puasa dan sahur.
Di Star TV saat acara Sahur Ozel dini hari kemarin, misalnya. Saat Nihat Hatipoglu, sang ulama, memberikan ceramah dan menjawab wawasan keagamaan, di pinggir layar televisi ada daftar kota-kota berikut saat imsak atau subuh tiba. Ketika, misalnya, kota Batman imsak pukul 04.28 dan sudah tiba, warna kotanya dari hijau menjadi merah. Untuk Ankara, waktu imsak pukul 05.03.
Begitupun ketika iftar atau buka tiba. Daftar kota yang sudah memasuki saat berbuka puasa -rata-rata hampir pukul 19.00- berubah menjadi hijau. Lalu, ketika semua sudah masuk magrib, televisi menyerukan azan. Yang unik, selain ada yang menyajikan dengan utuh, ada azan yang diedit. Misalnya, di TRT TV. Begitu kota terakhir tiba saat magrib, terdengarlah alunan azan yang sangat merdu dan mendayu. Ternyata suara azan yang indah itu tak bisa dinikmati utuh. Dari Allahu Akbar... ternyata langsung diedit ke bait terakhir, yakni Laa ilaha ilallah....
Tapi, itu bukan karena TRT televisi sekuler. Televisi itu justru sangat banyak mengekspos acara Islam saat puasa sekarang ini. Baik berupa ceramah agama maupun acara musik religius. Azan yang dipersingkat itu, rupanya, demi efisiensi waktu. Sebab, setelah azan dilanjutkan acara agama lagi. Yang penting warga muslim tahu bahwa seluruh Turki sudah magrib.
Yang membedakan dengan acara-acara Ramadan di Indonesia, semua acara puasa di televisi Turki berpenampilan serius. Pelawak dan artis, kecuali pemusik religius, tak dapat tempat di acara Ramazan. Tak ada tawa, canda, dan kuis-kuis agama sepele seperti yang mewabah di Indonesia saat puasa. Misalnya, acara yang diasuh ulama Nihat Hatipoglu berupa tanya jawab dan wawasan agama.
Sang ulama terlihat tak pernah tertawa lebar meski wajahnya ramah dan tampak bijak dengan rambut putihnya. Bahkan, sepanjang acara, agamawan yang juga dokter itu tak menatap kamera, tetapi menatap tiga pria di depannya. Mereka adalah penyanyi religius yang setiap jeda menyelingi dengan lagu religius. Di sela itu, rupanya, dimanfaatkan sang ulama makan sahur.
Ulama serius Nihat Hatipoglu itu, rupanya, cocok dengan selera orang Turki. Sebab, saat acara sahur, ternyata ada dua televisi yang menyiarkan acaranya. Tentu yang satu canli (live), yang lain rekaman. Nihat dengan kalem melayani pertanyaan agama, misalnya tayamum atau zakat. Nihat sesekali mengutip Hadis Hz (Hazrat) Rasulullah SAW.
Jangan dibayangkan ulama dan penampil di acara Ramazan televisi Turki berpakaian baju koko atau gamis dan berpeci haji, yang telanjur dianggap pakaian muslim itu. Mereka mirip orang Eropa, yakni berjas, berdasi, tanpa penutup kepala. Tak berbeda dengan penampilan banker atau pengacara di Indonesia. Begitu pula pendukung acara, termasuk penabuh rebana. Semua berjas dan berdasi. Bahkan, seni tasawuf yang dilakukan lima penampil di Flash TV dalam acara Sahur Vakti, mereka berkemeja, celana, dan sepatu hitam-hitam tapi... berdasi. Hitam pula.
Acara-acara buka dan sahur di televisi juga dihadiri penonton di studio. Penampilan mereka pun tidak direkayasa. Kalau di televisi Indonesia, untuk acara Ramadan, penontonnya pasti para perempuan berjilbab dan lelaki berpakaian ''muslim''. Tapi, di televisi Turki, penonton berpenampilan berbeda-beda. Laki-laki dan perempuan juga tak dipisahkan. Sesekali kamerawan televisi menyorot wanita cantik di antara penonton.
Penonton wanita banyak yang berjilbab, ada juga yang tak berjilbab. Jilbab perempuan Turki pun kelihatan lebih meriah, berwarna-warni. Kebanyakan jilbab itu jadi berbentuk ''keong'' karena di belakang ujung kepala ada gulungan rambut yang harus ditutupi. Orang Turki biasanya berambut tebal.
Selain televisi, koran-koran Turki juga banyak yang menyambut Ramadan dengan halaman khusus. Dua koran penting Turki, Takvim dan Sozcu menyediakan satu halaman khusus Ramazan. Selain kisah-kisah seputar puasa, ada juga daftar Iftar Sofrasi il Imsakiye untuk 81 kota. Ada juga kutipan Bir Hadis dan Bir Ayet. Yakni, kutipan sebuah Hadis Rasulullah SAW dan ayat Alquran.
Meski menjadi ''agamis'', koran Takvim tetap memuat angka Loto (undian semacam SDSB) di halaman satu, di dekat logo. Sedangkan Sozcu memuat dengan cukup mencolok di halaman terakhir, yang berwarna, Miss Turkey European Union yang baru terpilih. Perempuan itu berbikini!
Dalam kehidupan media di bulan Ramadan ini, ciri negara sekuler Turki tetap terlihat. Ada televisi yang benar-benar cuek terhadap bulan puasa. Fox TV, misalnya, ikut siaran ketika saat sahur tiba. Tetapi, televisi tersebut menyiarkan acara kuis semacam Who Want to be a Millionaire. Tentu saja acara itu penuh hura-hura dan bersifat entertainment murni.
Atau juga NTV. Televisi itu juga ''bangun'' ketika sahur. Tetapi, ketika televisi lain yang punya siaran Ramazan menyiarkan daftar imsakiyah kota-kota, NTV menyiarkan ramalan cuaca dari kota ke kota!
Bangsa Turki sudah bertradisi memahami perbedaan tanpa dimasukkan hati. (habis)
Posted by
MasTam
at
1:32 PM
1 comments